Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
140 Tiba Di Rumania



Jelas dia menghawatirkan kakaknya yang akan kesulitan untuk menemukan.


Mereka berdua naik jet pribadi Aaron di iringi oleh pramugari yang telah terlatih.


"Silahkan tuan, nona." Ucapnya mempersilahkan Ruby dan Aaron untuk duduk di kursi empuk yang terlihat sangat nyaman itu.


"Terimakasih." Ucap Ruby singkat sebelum dia menduduki kursi itu.


Begitupun dengan Aaron yang mengambil posisi di seberang kursi Ruby.


"Jika kamu lelah, kamu bisa istirahat di kamar." Tanyanya melihat ke arah Ruby yang terlihat murung.


"Tidak apa apa." Ucapnya.


setelah beberapa menit keheningan Ruby membuka suaranya kembali. "Berapa lama kita akan sampai?" Tanyanya ingin tahu.


Mendengar suara Ruby Aaron menoleh ke arah gadis itu. "Kurang lebih 1 setengah jam." Jawabnya nya jujur.


"Oh." ucapnya singkat memikirkan kemana dia mungkin akan di bawa pergi oleh Aaron.


*


Aleska menaiki pesawat dari Jerman dengan tujuan Rumania, dia sengaja tidak menggunakan jet pribadinya agar tidak terlihat terlalu mencolok saat sampai di Rumania.


Beberapa jam kemudian sampainya Aleska di sana, dia langsung menuju ke hotel yang telah terlebih dahulu dia pesan sebelumnya.


Dia didalam kamarnya dengan tenang mengambang gulungan peta istana dan jalan sekitarnya.


Disana dia memperhatikan jalan jalan tikus yang terhubung ke istana, karena dia ingin langsung bertemu dengan Aaron dan bicara langsung padanya secepat mungkin.


"aku akan beraksi malam ini" gumamnya penuh tekad.


* sementara Aaron dan Ruby juga telah turun dari pesawat, disana mereka berdua telah di tunggu oleh mobil mewah.


"silahkan naik," ucap Aaron sopan.


supir yang melihat perlakuan spesial Aaron kepada Ruby sedikit mengerutkan dahinya.


"siapa gadis ini, bagaimana seorang pangeran putra mahkota bisa melayaninya seperti itu" pikirnya dalam diam.


karena memang kepergian Aaron kali ini tampa sepengetahuan dari orang kerajaan, kecuali orang kepercayaan nya Abdul. kerena itu dia hanya di jemput diam diam, tampa sambutan mewah seperti biasanya.


Ruby tampa tahu apapun hanya dengan patuh masuk kedalam mobil. "terimakasih" ucapnya.


Dibalas senyuman ramah oleh Aaron sambil berjalan mengelilingi mobil dan duduk di samping Ruby.


dengan begitu mobil mereka melesat pergi dari sana, sampai mobilnya melambat masuk kedalam gerbang utama kerajaan.


Ruby memperhatikan sekeliling, dia melihat bangunan bangunan yang terlihat seperti kastil, benar indah dan menawan.


"dimana kita?" tanya Ruby mulai penasaran kemana dia sebenarnya di bawa oleh Aaron.


"tentu saja pulang, seperti yang aku katakan sebelumnya" ucap Aaron sambil terus melihat layar tablet yang ada di tangannya.


karena dia sudah menunda terlalu banyak pekerjaan, mangkanya dia terpaksa mengerjakan sebagian dari mereka di dalam mobil.


"apakah maksud mu itu rumah mu?" tanya Ruby sambil menunjuk bangunan yang paling tinggi dan megah yang berada di depan mereka.


"mana?" ucap Aaron sambil mengangkat kepala melihat ke arah yang di tunjuk oleh Ruby.


"bukan, tempat tinggal ku tepatnya berada di sebelah sana" ucap Aaron sambil menunjukkan bangunan yang terlihat seperti kastil dengan versi yang lebih kecil di samping bangunan utama.


"yah itu maksud ku, mereka sama saja" ucap Ruby.


"tidak itu tidak sama, tempat ku ukuran nya lebih kecil" jelas Aaron lagi.


"terserah kamu, tapi apakah kamu merupakan anggota dari keluarga kerajaan?" tanya Ruby lagi cukup penasaran.


Ruby tidak bodoh, di bandara Polandia dia sudah melihat jika tujuan penerbangan mereka adalah Rumania, karena itu dia tidak bertanya lagi dimana itu tepatnya rumah Aaron. tapi tetap saja dia terkejut, karena dia tidak menyangka jika Aaron ternya adalah keluarga kerajaan.