
dan hanya perlu waktu singkat bagi Meraka berdua untuk kembali akur dan baik baik saja seperti semula seolah olah tidak pernah terjadi pertengkaran apapun sebelumnya di antara mereka.
"Hugo apakah dia benar benar berusi 9 tahun dan seumuran dengan mu?" tanya mike, masih merasa tidak percaya.
"tentu saja, aku tidak perlu berbohong tentang ini kan?" menjawab seadanya.
*****
"tapi kenapa aku merasa seperti bicara di depan ayah mu yang sangat garang dan seram itu?"
Mike berbicara kepada Hugo sambil memegangi dagunya membayang kan wajah ayah Hugo saat marah.
"kenapa kamu mengatai jika ayah ku seram" melihat ke arah Mike.
"kenapa tidak, dia begitu menakutkan di medan perang yang mungkin telah membantai ribuan orang dalam peperangan." ucap mike santai tampa rasa bersalah.
"benar itu juga tidak sepenuhnya salah, tapi tentu saja dia melakukan itu, dia adalah seorang jendral maka membela kerajaan dan berperang adalah pekerjaannya" bela Hugo.
"terserah, tapi dimana kamu menemukan orang yang seperti harimau salju itu?"
Mike berbicara kepada Hugo dengan sedikit kesal karena Hugo tidak mengatakan apapun dan tidak memperingatinya sebelum bertemu dengan aleska yang bagaikan harimau salju.
"bukankah aku telah mengatakan kepadamu jika di bukan manusia biasa" jelas hugo.
"tapi kenapa kamu malah menyembunyikan keberadaanya dan tidak mengatakan nya kepada pihak kerajaan jika kamu telah menemukan putra dari tuan putri aleya? sepertinya akan lebih cocok jika dia yang melanjutkan tahta kerajaan kedepannya dari pada putra mahkota yang sekarang."
"yang kamu katakan benar, tapi akan ada banyak orang yang akan menjadi korban jika dia kembali ke kerajaan sekarang, dan tuan Aleska juga belum menyelesaikan urusannya disini.
lebih baik kita tunggu situasi dan waktu yang tepat untuk kembali ke kerajaan sambil tuan mengumpulkan kekuatannya di negara ini dan secara pribadi tuan Aleska juga ingin menyelesaikan masalahnya di negara ini."
"sepertinya kalian telah menyusun rencana hingga beberapa tahun ke depan dengan cukup matang" tebak Mike.
"benar, semuanya telah selesai di rencanakan oleh tuan Aleska dengan matang hingga beberapa puluh tahun ke depan. aku hanya tinggal mengikuti perintah nya saja.
bahkan di usianya yang sekarang tampa bantuan siapapun sebenarnya tuan telah memiliki anak didik ilmu beladiri yang dia temukan terlantar di jalanan dan tentu saja karena mereka memiliki bakat. tuan membimbing mereka secara langsung untuk mengajarkan ilmu bela diri yang di kuasainya" jelas hugo panjang lebar.
"Hugo, kamu benar benar telah memilih tuan yang sangat mengerikan" ucap mike bergedik ngeri mendengar penjelasan dari sahabat nya itu.
"hei karena itu dia butuh bantuan mu, karena dalam dua tahun yang akan datang tuan Aleska akan mendirikan perusahaan keamanan terkemuka di Jerman." dengan wajah bangga.
"benarkah?, dia benar benar mengejutkan"
"jadi apa syarat yang akan kamu katakan sebelumnya kepada ku ?" tiba tiba hugo teringat tentang syarat yang di katakan eh mike sebelumnya.
"tidak jadi" Mike sambil cemberut.
mendengar Hugo membahas tentang syarat yang akan di berikan nya kepada Hugo untuk menjadi guru Aleska membuat Mike pergi dengan acuh tak acuh, sekarang dia terlihat tidak lagi ingin membahas syarat itu dengan Hugo.
"ada apa sebenarnya dengan anak itu?"
Hugo berbicara kepada dirinya sendiri sambil melihat tingkah Mike yang pergi menghindar dari nya setelah membahas syarat yang ingin di berikan.
(Hugo sialan, tadi sebenarnya aku ingin mengajukan syarat kalau kedepannya dia tidak boleh memaksa ku untuk selalu di berada sisi Aleska dan ikut menjadikanya sebagai tuan ku.
tapi jika sudah begini apa boleh buat, sepertinya Aleska memang benar benar memiliki kemampuan, ah sudah lah lebih baik aku minum yang segar segar dulu untuk menenangkan kepala ku yng hampir pecah).
*kisah pertemuan Aleska dan Hugo berakhir.
hingga pertemuan Aleska dengan Mike yang menjadi asisten dan orang kepercayaan Aleska sampai sekarang.
hingga sampai sekarang mereka bertiga sangat cocok melakukan berbagai misi dan pekerjaan hingga mereka telah menjadi sahabat yang saling mengerti satu sama lain.
*****
"hei kamu mau kemana?" tanya Hugo.
"tentu saja menemui tuan, kenapa kamu masih bertanya?" jawab Mike sedikit ketus.
Mike melihat ke arah Hugo yang berdiri menyandar pada salah satu pohon di bawah jendela ruang kerja Aleska, dengan tatapan heran, kenapa Hugo malah bertanya dia mau kemana bukan kah tiap malam di melihat jika Mike datang untuk melaporkan perusahaan dan perkembangan rencana mereka?. batin Mike.
"karena tuan sekarang tidak berada di ruang kerjanya?" jelas Hugo.
"lalu dia dimana?" tanya nya lagi dengan wajah tidak bersalah, kerena dia trlah berburuk sangaka.
"dia pergi ke arah sana?" sambil memajukan dagunya menunjuk kemana arah Aleska pergi.
"hmm..?"
Mike menoleh melihat ke arah yang di tunjuk oleh Hugo.
"kenapa tuan pergi ke arah sana? apakah dia memiliki urusan lain yang lebih penting?" tanya Mike heran melihat ke ujung jalan kecil di samping taman.
"hmm ya, aku rasa begitu, lebih baik kamu jangan ke sana sekarang" saran Hugo.
"kenapa, aku juga memiliki sesuatu yang penting untuk di katakan kepada tuan." jawabnya tidak mau kalah.
"tapi ini sepertinya lebih penting, lebih baik kamu menunggunya di sini"
Mike melihat ke arah hugo di bawah cahaya yang redup dia masih bersandar santai di pohon itu, sambil menendang nendang batu batu kecil di tanah dengan satu kakinya secara berulang ulang, sepertinya dia sedang bosan. tapi Mike melihat seulas senyum kecil di wajah Hugo.
"Hugo, kamu jangan coba coba untuk membohongi ku"
Mike memasang muka menyelidik kepada Hugo.
"untuk apa aku membohongi mu, kalau tidak percaya pergi saja lihat ke sana sendiri"
"baik lah, awas kalau kamu membohongi ku"
Mike pergi ke arah yang di tunjuk oleh Hugo dengan langkah besar, karena dia penasaran apa yang di katakan oleh Hugo.
Mike berpikir kenapa tuannya malah pergi ke arah hutan Pinus, apakah dia akan menemui seseorang di sana?, tapi tidak mungkin, karena tuan adalah tipe orang yang sangat waspada, tapi tetap saja dia ingin tahu orang seperti apa yang akan di temui oleh tuanya.
apakah dia akan memiliki rekan baru yang nantinya akan membantunya melakukan pekerjaannya yang hampir membunuhnya karena saking banyaknya membuat Mike tidak memiliki waktu untuk makan.
Aleska benar benar benar kejam, karena itu Mike sangat berharap jika aleyska menemukan seseorang untuk membantu mengerjakan pekerjaannya.
tapi sebenarnya di sini Aleska lah yang paling banyak melakukan pekerjaan berbahaya yang bisa saja melukainya setiap saat.
ataupun perannya di perusahaan yang sangat penting, selain memang dia adalah pendiri sekaligus adalah pemimpin di perusahaan. aleska bisa dengan mudah menjinakkan setiap investor dan pemegang saham hingga berada di dalam genggamannya, ini adalah lah hal yang tidak bisa di lakukan oleh semua orang.