Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
054 Kepulangan Abas ke Rumania



karena itu tentu saja Davidson memberi izin kepada Abas untuk cuti beberapa hari, dengan sarat dia harus kembali sebelum pesta putranya Devano dilaksanakan.


karena itu, Abas kembali sehari sebelum pesta di laksanakan, tapi karena mereka berdua terlalu sibuk untuk persiapan pengalihan perusahaan baru dan mengadakan pesta besar besaran sehingga mereka berdua belum ada waktu untuk berbicara santai membahas masalah pribadi mereka.


hingga malam ini tuan Davidson baru sedikit lega dan merasa memiliki waktu untuk berbicara berdua dengan abas dan bertanya tentang bagaimana kabar Abas dan keluarganya di Rumania.


"mereka baik baik saja tuan." Abas sengaja berbohong kepada Davidson, jika dia berasal dari rakyat biasa dan memiliki keluarga yang sederhana kepada Davidson. padahal sebenarnya dia menyembunyikan identitas nya yang sebenarnya kepada siapapun termasuk kepada tuannya sendiri Davidson.


"baguslah kalau begitu"


"tapi tuan ada sesuatu yang ingin saya katakan" Abas terlihat ragu untuk menyamakan apa yang ada di dalam pikirannya kepada Davidson. karena dia melihat sesuatu yang menarik saat dia sedang berada di Rumania.


"ada apa Abas, tidak biasanya kami ragu dalam menyampaikan sesuatu kepada ku"


"tuan, lebih baik kita membicarakan masalah ini di tempat pribadi, karena di sini tidak aman dan terlalu banyak orang." Abas berbicara kepada David sambil memperhatikan sekitar mereka hanya dengan sudut matanya.


"baik lah jika begitu, kita akan melanjutkan pembicaraan kita di kantorku besok pagi" ucapnya singkat.


"baik tuan"


mereka kembali membaur kedalam pesta dan berniat segera mengakhirinya karen pesta malam ini sudah mulai terasa tidak nyaman karena banyak dari tamu yang membicarakan keluarga mereka.


begitupun dengan wajah nyonya Amanda yang terlihat sangat tidak enak di pandang seperti ingin menerkam kepala mereka satu persatu yang merendahkan kan putranya.


nyonya Amanda sama sekali tidak menyangka pesta yang telah di siapkan nya malam ini dengan sangat matang akan hancur begitu saja karena kehadiran anak gembel yang tidak tahu diri itu.


wajah keluarga Carllyss juga terlihat tidak bersemangat, pertama karena Ruby dibawa pergi oleh Aleska yang membuat nyonya Carllyss dan anaknya Rice sangat kecewa.


dan kenyataan bahwa Aleska yang merupakan kakak Ruby yang merupakan CEO dari perusahaan besar Unity Resource Group yang sedikit mengguncang mental ayah dan anak itu.


setelah pasangan Davidson serta putra mereka Devano mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu dan mereka segera mengakhiri pesta malam ini lebih awal.


*


tok tok tok...


"masuk" David yang duduk bersandar di kursi kebesarannya nampak lelah memikirkan sesuatu yang menganggu pikirannya hingga Abas datang dan mengetuk pintu ruangan David.


"selamat pagi tuan"


"iya, selamat pagi" David bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah sofa tamu sambil menyuruh Abas duduk di hadapannya.


"apakah tuan baik baik saja?" tanya Abas kepada David karena, melihat wajah lelahnya, "sepertinya tuan tidak tidur semalaman", kata hati Abas melihat kondisi Davidson sekarang.


"iya, saya baik baik saja, hanya sedikit lelah." David langsung saja mengakui apa yang di katakan oleh Abas, karena dia tahu bahwa tidak ada apapun yang bisa di tutupinya di hadapan asisten sekaligus sahabatnya ini.


"baik lah kalau begitu, apakah tuan ingin istirahat terlebih dahulu, saya akan datang lagi nanti setelah makan siang"


"tidak perlu, katakan saja sekarang" sambil menegakkan punggungnya dari sandaran kursi.


"hmm baik lah tuan, saya akan melanjutkan laporan saya tadi malam " sambungnya.


"ya katakanlah,"


"begini tuan, saat saya pulang ke Rumania, saya mengetahui jika putra kedua Mentri kerajaan Rumania yang cukup berpengaruh di kerajaan sekarang berada di Jerman." ucap Abas memulai perkataannya.


"jadi apa masalahnya jika dia berada di negara ini?, apakah dia menimbulkan suatu masalah?"


tanya David memikirkan kemungkinan yang bisa saja terjadi.


entah karena dia terlalu lelah, sampai Sepertinya tidak ada satu masalah pun yang bisa dia cerna dengan jernih.


"bukan itu maksud saya tuan! " Abas sedikit menggantung kata katanya, sangat jelas terlihat di wajahnya jika dia ragu untuk melanjutkan perkataanya.


"begini tuan, apa anda mengingat asisten tuan muda Aleska yang kita temui beberapa hari yang lalu di kantor?" akhirnya Abas tidak ingin lagi berbasa basi dan, langsung bicara pada intinya.


"ya saya mengingatnya"


"mereka berdua adalah putra dari kedua mentri kerajaan Rumania yang saya maksud" sambung Abas dengan yakin.


mendengar ini David maupun Abas terdiam beberapa saat seolah olah mereka berdua sibuk dengan pemikirannya masing masing.


"apakah maksudmu kekuatan Aleska sekarang juga ada hubungannya dengan orang dari kerajaan Rumania?" kali ini David bertanya dengan nada serius kepada Abas.


sebenarnya mendengar ini Abas merasa sangat bersalah kepada tuanya sendiri David, karena sampai sekarang Abas masih merahasiakan identitasnya yang juga berasal dari keluarga kerajaan, bahkan hingga saat ini.


Abas sengaja menghilang begitu saja dari kerajaan Rumania semenjak beberapa tahun yang lalu, dia pergi meninggalkan kerajaannya untuk mencari kakak kesayangannya yang hilang karena kabur untuk menghindari perjodohan yang telah di siapkah oleh pihak kerajaan.


karena bagaimanapun dia adalah putri satu satunya untuk melanjutkan tahta kerajaan Rumania.


"ya, saya rasa begitu tuan, pertama kali saya melihatnya, saya seperti mengenali pemuda yang dikatakan oleh tuan muda Aleska sebagai asistennya itu.


saat itu saya tidak menyadari jika pemuda itu merupakan anak dari mentri kerajaan Rumania, sampai setelah saya kembali ke Rumania saya mendengar banyak gosip jika putra kedua Mentri yang sudah terkenal akan kecerdasannya itu tiba tiba menghilang begitu saja.


dan juga ada yang mengatakan jika saat ini dia berada di negara Jerman, saat itu tiba tiba saja saya mengingat pemuda yang menjadi asisten tuan muda Aleska dan memeriksa identitasnya, ternyata sesuai dugaan saya, dia benar benar adalah putra kedua dari mentri tersebut."


"jadi begitu, tapi pertanyaannya bagaimana putra seorang mentri besar bisa menjadi asisten putra ku,? "tanya David bingung


apalagi dia terlihat sangat patuh, dan tunduk di hadapan Aleska. Abas kamu harus mencari tahu jelasnya tentang ini, aku tidak akan lagi menyia-nyiakan mereka berdua dan membiarkan mereka berdua dimanfaatkan oleh pihak lain apalagi di sakiti." sambung David.


"baik taun, saya akan melakukanya sebaik mungkin" jawab Abas dengan patuh.


"bagus" ucap David dengan wajah puas.


"kalau begitu saya akan kembali ke ruangan saya"


"silahkan" karena David hari ini juga lelah, jadi dia juga tidak ingin untuk menahan Abas berada di ruangannya lebih lama.


Abas segera keluar dari ruangan David dan berjalan menuju ke ruangannya sendiri tapi tiba tiba dia menghentikan langkahnya karena handphone nya berdering.


"ya ada apa?"


"tuan, ada masalah mendesak, saya sudah mencari anda beberapa kali ke ruangan anda tapi tetap tidak bisa menemukan anda, jadi saya terpaksa menelfon anda." lapor sekretaris Abas.


"tidak masalah, kamu tunggu saya di sana sekarang."


"baik lah tuan"


Abas mempercepat langkahnya kembali ke ruangannya dengan segera, sambil memikirkan apa masalah yang sedang terjadi sehingga sekretarisnya terdengar begitu panik.


setelah beberapa menit Abas sampai di depan pintu ruangannya di mana sekretaris nya telah menunggu nya dengan penampilan seperti biasanya dimana rambutnya tertata rapi yang di sanggul ke atas, dia juga menggunakan stelan jas wanita persis terlihat seperti seorang sekretaris profesional.


Abas segera membuka pintu dan di ikuti oleh sekretarisnya itu.


"ada apa?" tanya Abas singkat.


karena tidak biasanya sekretarisnya yang selalu santai dalam menjalankan setiap pekerjaannya sekarang terlihat sedikit gugup.


setelah menunggu beberapa detik Abas masih tidak mendengar apapun. karena itu Abas yang sedang duduk sedikit mengangkat kepala nya melihat langsung ke wajah sekretaris yang berdiri di hadapannya itu.


"katakan saja" perintahnya.


"tuan, kita mendapat masalah besar, semua orang di kantor kita dari pagi sampai sekarang sudah pusing," ucap sekretaris itu menggantung Kalimatnya.