Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
023 Tamu Spesial



"terimakasih."


Aleska langsung berjalan ke arah lift khusus untuk pimpinan perusahaan dan tamu tamu penting perusahaan. langkahnya santai, menunjukkan aura besar seperti dia adalah pemilik seluruh gedung ini penuh wibawa berjalan menuju ruangan David.


"silahkan tuan muda"


sarah terlebih dahulu memencet tombol untuk membuka lift dan mempersilahkan Aleska untuk masuk.


Aleska berjalan masuk ke dalam lift dan beberapa saat kemudian pintu lift terbuka di lantai paling atas, dimana saat masuk dia melihat meja panjang untuk dua orang sekretaris David bekerja, dan satu meja asistennya dari sisi kiri pintu besar yang merupakan ruangan David.


"selamat datang tuan muda" mereka semua berdiri memberi hormat melihat kedatangan Aleska, tuan muda mereka yang merupakan putra kedua David yang telah berhasil menangani masalah lonjakan di pasar saham Eropa.


"silahkan masuk tuan muda, tuan besar sudah menunggu anda di dalam" kata salah satu sekretaris David membukakan pintu kayu besar dengan desain minimalis di depannya.


Aleska tampa ragu melangkah masuk kedalam ruangan tersebut.


"hai Aleska, selamat datang , lama tidak bertemu rupanya kamu sudah setinggi ini"


Abas menyapa aleska terlebih dahulu karena dia juga sudah menunggu kedatangan Aleska dalam ruangan itu bersama David.


"iya paman, lama tidak bertemu"


Aleska yang pernah bertemu dengan Abas beberapa kali saat dia masih kecil waktu abas datang ke mension mereka, jadi Aleska sudah terbiasa memanggilnya paman walaupun saat ini Abas masih berusia 32 tahun dan berpenampilan lebih fit, dibandingkan dengan pria lain yang seumuran dengannya.


"Aleska, selamat datang, aku yakin ini bukan pertama kali nya kamu datang ke kantor jadi santai saja dan duduk lah" David berdiri dari kursi ke kebesarannya dan berjalan ke arah sofa tamu dimana Abas sudah duduk dengan santai.


"baik tuan" sambil mengambil posisi duduk tepan di hadapan Abas dan david.


"hahahaha..." Abas terkekeh mendengar panggilan Aleska yang masih saja memanggil ayahnya dengan sebutan tuan.


David yang melihat reaksi Abas sangat kesal melihat ke arah nya.


"ok ok baik lah, Aleska, lebih baik mulai sekarang kamu belajar merubah panggilan mu dari tuan menjadi ayah, karena jika di dengar oleh orang lain ini akan menimbulkan rumor baru tentang perusahaan kita dan tentu saja itu tentang citra baik mu sendiri."


ucap Abas yang berusaha menahan tawa dan bersikap serius mulai menjelaskan kepada Aleska.


alasannya menyuruh Aleska mengganti panggilannya kepada David karena Abas sangat cepat bisa langsung mengetahui kondisi dimana Aleska tidak akan mau merubah panggilannya jika tidak ada alasan yang jelas, karena dia sangat keras kepala dan memiliki prinsip serta harga dirinya sendiri.


mendengar penjelasan Abas, Aleska mengeti perkataan Abas ada benarnya, jadi dia setuju untuk mengubah panggilannya.


"hmm saya setuju" aleska menjawab dengan sangat jelas.


"Aleska kamu masih mengagumkan seperti biasanya"


Abas tersenyum mendengar jawaban dari Aleska, karena secara tidak langsung dia peringatan kepada mereka berdua kalau dia tidak bisa di perintah baik sekarang maupun kedepannya, mereka hanya bisa membuat kesepakatan dengan nya.


"ekhem ...."


"Aleska, aku sengaja memanggil mu kesini hari ini untuk mengucapkan terimakasih kepadamu secara langsung, aku tau kau tidak akan melakukan hal besar seperti ini jika tidak menginginkan sesuatu." ucap David mencari tahu apa yang di inginkan Aleska.


"karena tuan sudah tau, ah maksud ku ayah." ucap aleska tergagap, kemudian segera memperbaiki panggilannya.


"karena ayah sudah mengetahui maksud ku, jadi aku tidak akan basa basi lagi, aku ingin memiliki hak yang sama seperti yang di miliki oleh Devano." terus terang aleska tampa basa basi kepada David.


"selama ini aku hanya diam tidak pernah meminta apapun, karena ayah tidak akan menyetujuinya karena aku tidak memiliki kemampuan. tapi sekarang aku telah membuktikan kalau aku mampu, seharusnya sekarang ayah tidak memiliki alasan lain lagi."


Aleska kembali melanjutkan perkataanya.


"Aleska apa yang kamu katakan benar, kalian berdua sama sama anak ku, jika kamu mampu bertahan dan bersaing secara terbuka dengan Devano aku akan dengan senang hati menyetujuinya.


mulai besok kamu bisa langsung bekerja di kantor, aku akan memberikan kekuasaan yang sama kepada mu seperti yang di miliki Devano.


tentang sekolah mu aku akan menyuruh seseorang untuk membereskannya, aku rasa kamu akan setuju karena sekolah itu hanya tempat bermain untuk mu,? apakah ku benar?."


tanya David langsung menebak maksud dari Aleska bersekolah di sana.


Aleska hanya bisa diam mendengar ayahnya menebak begitu saja alasannya untuk sekolah, mungkin dengan paman Abas di sampingnya dia sudah mengetahui, jika selama ini kemampuan Aleska sama sekali tidak didapatkannya dengan belajar dari sekolah itu.


"karena ayah juga sudah mengetahui ini aku setuju" benar saja Aleska memang memutuskan untuk masuk ke sekolah Ruby sebagai murid baru hanya untuk memberikan pelajaran kepada nyonya Amanda dan putrinya,


dia tidak bisa lagi melihat dan membiarkan mereka menyiksa Ruby lebih lama lagi.


Aleska sudah cukup banyak memberikan waktu kepada mereka berdua untuk segera menghentikan tingkah mereka yang sudah sangat keterlaluan, tapi mereka berdua menyianyiakan kesempatan dari Aleska.


mereka mengira selama ini aleska hanya diam karena tidak bisa berbuat apa apa, tapi mereka salah, karena mereka sendiri lah yang lebih dahulu melanggar kesepakatan yang telah mereka setujui beberapa tahun yang lalu.


Aleska hanya menunggu momen yang tepat untuk memulai pertarungan dan langsung bisa mengalahkan lawan di tempat, tampa bisa memberikan perlawanan balik, ini adalah kemenangan mutlak.


waktu itu Aleska sudah berjanji kepada nyonya Amanda saat dia datang pertama kalinya datang ke mension utama untuk menemui nyonya Amanda, setelah membunuh beberapa pengawalnya yang mengurung dan menyiksa Ruby di ruang bawah tanah saat mereka masih kecil.


kesepakatan mereka adalah, bahwa nyonya Amanda tidak akan menyakiti ruby lagi untuk kedepannya dan tidak akan datang lagi ke mension sisi Timur untuk menganggu mereka berdua.


dengan syarat Aleska tidak boleh sekolah, tidak boleh menampakan diri di tempat umum dan tidak akan melakukan apa pun untuk mendapatkan perusahaan keluarga Davidson, serta hidup dengan tenang di mension mereka berdua.


dan sengaja menempatkan beberapa pelayan di mension sisi timur untuk terus memata-matai gerakan Aleska dan Ruby.


mereka berdua harua hidup seperti mereka tidak ada di dunia ini . benar INI ADALAH KESEPAKATAN ALESKA DAN NYONYA AMANDA beberapa tahun silam.


tapi sayang Amanda telah melanggar terlebih dahulu kesepakatan yang telah mereka buat beberapa tahun lalu, jadi mau tidak mau Aleska tidak akan membiarkan ini terlalu lama dan juga mulai bertindak sesukanya. dan akan menyerang balik nyonya Amanda dan anak anaknya.


saat nyonya Amanda mendengar Aleska masuk ke sekolah dimana putrinya Sofia dan Ruby sekolah dia dengan panik langsung menelfon Sofia untuk segera pulang ke rumah.


Amanda menyadari sesuatu, jika dia telah melanggar kesepakatannya dengan Aleska, sekarang dia tidak bisa lagi mengendalikan bocah itu, pertama dia harus melindungi putri kesayangannya terlebih dahulu setelah itu dia akan menyusun rencana baru untuk menjatuhkan Aleska selama lamanya.