
dari sekian banyak orang Carllo adalah orang yang paling terkejut dan yang paling bingung melihat kejadian ini, dimana seorang kakak laki laki sangat menghawatirkan adik perempuannya seperti sangat takut di rebut oleh orang lain.
dan bodohnya kenapa carllo tidak memikirkan ini dari awal bahwa Ruby sangat mungkin bertemu dengan Aleska saat di pesta nanti, karena tentu saja itu akan terjadi karena mereka akan menghadiri pesta keluarga Ruby sendiri.
*****
tidak biasanya Carllo bertindak ceroboh seperti sekarang ini
"ada apa dengan ku sebenarnya" Carllo mulai merutuki dirinya sendiri.
"Ruby, apa kamu baik baik saja?"
Aleska bertanya dengan suara rendah, tentu saja Ruby yang berada dalam pelukannya dapat mendengar dengan jelas.
"ya aku baik baik saja" Ruby menjawab dengan posisi masih dalam pelukan Aleska.
"apa yang kau lakukan dengan membawa Ruby datang kesini?" suara aleska yang tadinya sangat lembut saat berbicara dengan ruby tiba tiba kini terdengar sangat dingin.
mendengar ini tiba tiba saja tenggorokan Carllo terasa kesat.
saat Carllo membuka mulutnya untuk bicara tiba tiba Rice datang memecah keheningan dan suasana canggung di antara mereka.
sementara para tamu undangan lain sangat menantikan aksi selanjutnya dari kedua putra keluarga yang sangat berpengaruh berkelahi karena memperebutkan seorang wanita.
*****
Ruby yang melihat kedatangan Rice pelan pelan melepaskan dirinya keluar dari dalam pelukan Aleska.
"kak Carllo apa yang terjadi di sini?"
(Rice bertanya kepada kakaknya Carllo dengan nada bingung yang terlihat jelas di wajahnya, sambil memegang dua buah gelas berisi minuman di kedua tangan dan dia merasakan suasana canggung yang terjadi di sekitarnya.)
Aleska yang melihat kedatangan Rice mengangkat satu alisnya.
"kamu lagi" tanya Aleska dengan suara yang hampir membekukan semua tamu undangan yang ada di sana.
"kakak jangan marah, aku yang ingin ikut bersama Rice karena aku akan bosan di rumah sendiri " mendengar ini Aleska menundukkan kepalanya melihat ke wajah Ruby, memastikan apa yang di katakan oleh adiknya barusan.
apakah dia tahu bahwa malam ini adalah pesta yang sangat besar yang di adakan oleh keluarganya sendiri? (dalam hati aleska sambil menatap wajah polos adik perempuannya.)
sementara orang orang yang menyaksikan perseteruan mereka mulai berbisik bisik.
"ada apa ini, kenapa gadis itu memanggil Aleska kita dengan sebutan kakak," kata salah satu tamu wanita yang terlihat masih seumuran Ruby dengan wajah tidak senang.
"benar, siapa sebenarnya gadis itu, kenapa di perebutkan oleh mereka berdua?"
gadis itu melihat ke arah Ruby dengan tatapan tidak bisa terima.
"Aleska apa yang terjadi di sini?" tuan Davidson terpaksa mendatangi putranya karena terlalu banyak tamu yang memperhatikan tindakannya malam ini.
di susul oleh pasangan Carllyss yang juga mendatangi mereka.
"tidak ada masalah ayah" Aleska membawa Ruby pergi dari sana, membuat semua tamu tambah heran.
"apa yang sebenarnya terjadi di sini?" salah satu tamu berkomentar setelah Aleska membawa gadis itu bersamanya.
"Carllo apa yang terjadi?" tanya nyonya Carllyss menatap Ruby yang dibawa oleh Aleska dengan perasaan yang tidak rela karena melihat Aleska membawa putri kecil kesayangannya pergi dari mereka.
"tidak ada ma, hanya terjadi sedikit kesalahpahaman" Carllo tidak menjelaskannya dengan terperinci kepada ibunya karena dia tidak ingin membuat ibunya khawatir.
mendengar ini Carllo tidak tahu harus bagaimana menjelaskan masalah ini kepada mamanya.
"sayang, Ruby adalah putri bungsu Davidson, tentu saja kakaknya berhak membawanya pergi" akhirnya tuan carllyss memutuskan untuk memberi tahu istri nya sendiri. karena dia berfikir cepat atau lambat istrinya harus mengetahui ini.
"Carllyss apa kah kau mencoba membohongi ku? mana mungkin Ruby adalah putri mereka" ucap nyonya Carllyss tidak percaya.
"sayang, aku tidak berbohong" katanya dengan yakin.
"ibu, apa yang di katakan ayah benar, Ruby adalah putri tuan Davidson" ucap Carllo membenarkan apa yang di katakan oleh ayah nya.
"tapi,, tapi...
"ibu, dia ikut ke pesta bersama kita karena dia tidak mengetahui kalau ini adalah pesta keluarganya sendiri." seolah olah bisa membaca pikiran ibunya, carllo langsung memotong ucapan ibunya sebelum dia menyelesaikan perkataanya dan Carllo langsung menjelaskan dan mencoba memberikan pengertian kepada ibunya.
"Carllo kenapa bisa begitu, apakah kah keluarganya memperlakukan Ruby dengan buruk?"
"sayang sudahlah, itu bukan urusan kita"
tuan carllyss mencoba menenangkan istrinya.
sementara itu nyonya amanda sangat marah menatap ke arah Aleska dan Ruby.
"apakah ini telah mereka berdua rencanakan untuk menghancurkan pesta Devano malam ini?"
nyonya amaynda berkata sambil mendekat ke arah Aleska yang telah membawa ruyby menjauh dari keluarga Carllyss.
"Aleska, kenapa kamu membiarkan adik perempuan mu datang ke pesta kita dengan orang luar, bahkan dengan saingan bisnis papa mu?" nyonya amanda berbicara kepada Aleska sambil memalingkan wajahnya untuk melihat bagaimana reaksi tuan Davidson suaminya sendiri.
sebenarnya nyonya Amanda sengaja mengatakan itu dengan suara keras agar di dengar oleh orang orang yang berada di sekitarnya untuk memancing agar orang lain salah paham dan mengganggap Aleska adalah pecundang dengan rencananya yang murahan menyuruh adik ya sendiri untuk menimbulkan masalah dan berniat menghancurkan pesta devano malam ini.
seperti yang di harap kan oleh nyonya Amanda, para tamu mulai berbisik bisik bahkan ada yang berani terang terangan menghujat tindakan Aleska yang telah merencanakan tindakan murahan untuk menghancurkan pesta saudaranya Devano karena iri.
"lihat lah gadis itu, ternyata dia adalah adik perempuan Aleska"
"benar, berarti dia adalah putri tiri dari nyonya Amanda, pantas saja dia membantu kakaknya malam ini untuk mengacaukan pesta devyano yang merupakan kakak tirinya."
"aku juga tidak menyangka jika putra kedua Davidson memiliki sifat yang tercela seperti itu"
Ruby yang mendengar berbagai tuduhan yang tidak benar dari para tamu mulai tidak nyaman.
tentu saja Carllo yang dari tadi memperhatikan Ruby mengetahui jika gadis itu berdiri di tengah pesta dengan gelisah.
Carllo kali ini merasa sangat bersalah kepada Ruby, karena mengajak nya datang ke pesta ini bersamanya menyebabkan banyak orang salah paham tentangnya.
Carllo sangat menyesal atas tindakan cerobohnya membuat Ruby yang tidak tahu apapun menjadi korban malam ini.
"ibu Ruby tidak mungkin sengaja melakukan itu, dia pasti memiliki alasan lain" Devano berbicara pelan kepada ibunya, karena tidak tega melihat Ruby mulai di dibicarakan oleh sebagian tamu malam ini.
"Devano kenapa kamu sangat baik itu tidak boleh , Karena sifat lembut mu akan di manfaat kan oleh orang lain" nyonya amanda sengaja memandang Aleska saat mengatakan itu.
niat tulus Devano untuk membela Ruby malah di manfaat kan oleh nyonya Amanda untuk memuji putra nya sendiri di hadapan banyak orang.
"benar, nyonya, Devano sangat baik dan menyayangi adik adiknya walaupun ada di antara mereka yang memanfaatkan kebaikan putra anda. " seorang teman nyonya Amanda dari perusahaan lain mulai menjilat untuk mengambil hatinya.
mendengar itu Devano tidak dapat mengatakan apapun lagi dan hanya diam di tempatnya menyaksikan orang orang menjelek-jelekan Ruby.