
"baik aku akan menyusul anda ke sana" ucap Hugo.
"tidak perlu, dimana kamu sekarang, aku akan ke sana" ucap Aleska, karena dia tidak ingin saat sampai di mension malah mengabaikan Ruby dan sibuk dengan urusan bisnisnya sendiri, jadi lebih baik mereka bertemu di luar, pikirnya.
"baik lah, sekarang aku dan Mike berada di markas kita" jelas Hugo, maksudnya dengan markas adalah rumah yang di tempati Hugo saat pertama kali bertemu Aleska.
*****
"baik, aku akan segera ke sana" jawab Aleska.
Aleska langsung memutar stir mobilnya dan meluncur dengan kecepatan yang cukup tinggi pergi menuju ke arah dimana markas mereka berada.
Aleska memacu Mobilnya secepat mungkin agar dia bisa menghemat waktu untuk menjemput Ruby untuk pergi makan malam.
tidak lama kemudian Aleska sampai di depan gerbang besi tinggi dan terbuka secara otomatis saat dia telah berada di depan gerbang itu.
memang selama beberapa tahun ini mereka telah mengembangkan markas mereka dengan fasilitas yang serba canggih.
Aleska segera masuk dan memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu.
dia berjalan dengan langkah besar masuk kedalam rumah besar itu.
"selamat datang tuan" sapa Hugo dan Mike.
"ada apa?" tanya Aleska langsung kepada mereka berdua tampa basa basi.
"begini tuan, karena sepertinya anda tergesa-gesa, maka saya akan langsung saja mengatakan jika, saya telah mendapatkan kabar tentang putri tuan carllyss.
jika tuan merasa ini bukan masalah mendesak maka kita bisa menunda untuk membicarakan masalah ini lain waktu." saran Hugo karena melihat Aleska tidak sabaran.
"tidak, katakan saja sekarang" jawab Aleska.
"begini tuan, orang yang telah saya utus untuk menyelidiki gerak gerik tuan Carllyss menemukan jika orang kepercayaannya bernama Tommy berhasil menemukan istri dari dokter yang membantu proses kelahiran putrinya yang hilang" jelas Hugo.
"jadi apakah ada informasi yang berarti setelah mereka menemukan istri dokter itu.?" tanya Aleska lagi.
"begini tuan, sepertinya mereka mencurigai bahwa gadis yang bersama wanita itu yang dia besarkan seperti putrinya sendiri sampai sekarang adalah putri dari tuan Carllyss" lapor Hugo.
Aleska tampak memikirkan sesuatu.
"kenapa aku merasa jika masalah ini tidak sesederhana kelihatanya" ucap Aleska sambil memikirkan sesuatu.
"mungkin karena suami dari wanita itu yang menjadi dokter di keluarga Carllyss tewas di hutan Pinus beberapa belas tahun yang lalu" ucap Hugo tiba tiba.
"Hugo apa maksud mu?" tanya Aleska penasaran.
"benar tuan, aku lupa mengatakan jika dokter bernama Felix itu dia tewas di tangan tuan Carllyss di hutan Pinus beberapa belas tahun yang lalu. tepat sehari setah putrinya lahir." jelasnya lagi.
"apakah kamu sudah menyelidiki kenapa dokter itu bisa berada di sekitar wilayah keluarga Davidson?" tanya ingin tahu lebih banyak.
"saya juga tidak mengerti apa yang di lakukan dokter itu di sekitar hutan Pinus tuan, sehingga dokter itu bisa di temukan di sekitar wilayah keluarga davidson oleh tuan Carllyss. saya dengar pada saat malam itu juga bertepatan dengan kelahiran nona Ruby" jelasnya lagi.
"apa yang kamu katakan?" tanya Aleska langsung berdiri mendengar perkataan Hugo dengan suara yang terdengar sedikit terkejut.
melihat reaksi Aleska yang sedikit berlebihan Hugo merasa sedikit heran.
"itu tuan, dokter Felix tewas di bunuh oleh tuan carllyss di hutan Pinus " Hugo mengulang perkataannya.
"bukan itu, apakah kah kamu mengatakan jika pada malam itu juga bertepatan dengan hari kelahiran Ruby?" tanya Aleska.
begitupun dengan Aleska, dia hanya berdiri kaku sibuk dengan pikirannya sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Hugo.
sementara Mike yang dari tadi hanya diam dan duduk santai mendengarkan pembicaraan mereka, kini juga ikut berdiri dan menimpali pembicaraan Aleska dan Hugo.
"tuan, apakah anda berfikir jika hal ini berhubungan dengan nona Ruby?" prediksi Mike yang sudah berdiri di belakang mereka.
mendengar ini Hugo yang kebingungan langsung melihat ke arah Mike yang mendekat ke arah mereka.
begitupun dengan Aleska yang sedang berfikir keras, langsung menoleh melihat ke arah Mike yang tiba tiba mengeluarkan kata kata yang mengejutkan kedua pemuda itu.
"Mike, kamu jangan berfikir aneh aneh," Hugo memperingati Mike untuk tidak berfikir hal yang tidak mungkin, yang malah akan membuat Aleska tambah pusing.
"Hugo, coba kamu pikirkan dan hubungkan semua masalah ini" ucap Mike terus melanjutkan kalimatnya.
pertama tuan Carllyss selalu mengawasi hutan Pinus semenjak belasan tahun yang lalu, karena menemukan orang yang mencuri putrinya di sekitar sana, dan kejadian itu juga tepat saat kelahiran nona Ruby.
coba kamu pikirkan, kenapa dia bisa berada di hutan Pinus itu?
dan yang kedua, coba kamu perhatikan penampilan nona Ruby, dari pada dengan tuan Aleska dia lebih mirip dengan Carllo pemuda dari keluarga Carllyss. " jelas Mike dengan yakin kepada Aleska dan Hugo.
Aleska dan Hugo tampak berusaha keras mencerna apa yang di katakan oleh Mike kepada mereka berdua.
"benar, nona Ruby memang terlihat sedikit mirip dengan anggota keluarga Carllyss, tapi jika begitu siapa gadis yang bersama istri dokter Felix saat ini?" tanya Hugo.
"benar juga, siapa gadis itu?
tunggu aku ada ide, kenapa kita repot repot memikirkan ini, kenapa kita tidak memastikan langsung siapa gadis itu" ucap Mike memberi saran.
"Mike kamu sangat bodoh, kami pikir itu gampang? selama ini istri dokter Felix selalu hidup berpindah pindah untuk berusaha melindungi gadis itu agar tidak di temukan oleh keluarga carllyss" ucap Hugo membantah saran dari Mike.
"benar juga, lagian keluarga Carllyss tidak memilki mata merah seperti mata nona Ruby, mereka semua memiliki mata biru dan coklat seperti ayah dan ibu mereka."
"besok pagi kita berangkat ke desa itu, dan memastikan kebenaranya sendiri, kalian pergilah istirahat" ucap Aleska tiba tiba mengejutkan Mike dan Hugo.
Mike dan Hugo masih terdiam, mereka tidak merespon sama sekali perkataan Aleska.
"apakah kalian berdua mengerti?"
"tuan, maksud mu kita bertiga akan langsung pergi ke desa itu besok pagi?" tanya Mike.
"benar, jadi kalian berdua istirahatlah lebih awal, aku harus pulang" jawab Aleska sambil membalikan badan nya dan melangkah pergi dari sana.
sekarang di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua, Mike dan Hugo yang sibuk dengan pikirannya masing masing.
sementara Aleska telah memacu mobilnya untuk menemui Ruby yang sedang menunggunya di mension.
sementara Ruby yang telah selesai merapikan diri dan memakai gaun terbaiknya malam ini telah duduk di balkon kamarnya yang menghadap ke halaman depan mension sambil menunggu aleska yang tidak kunjung datang.
"apa yang di lakukan nya hingga sampai sekarang masih belum datang, apakah dia lupa kalau sudah mengajak ku untuk keluar makan malam hari ini" ucap Ruby kepada dirinya sendiri dengan rasa sedikit kecewa.
*hy reader tercinta,🥰
jika kalian sudah membaca sampai bab ini, aku harap kalian meninggalkan komentar, like, dan vote ya, biar author memiliki harapan untuk terus menulis karyanya.
terimakasih.
salam hangat dari Author🤗