Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
139 shopping



"apakah kita sudah sampai?" tanyanya polos.


"tidak, kita hanya singgah sebentar untuk belanja, setelah itu kita akan pulang ke rumahku" ucapnya santai.


walaupun begitu jujur, masih tersirat ketakutan di hati Ruby, bagaimana pun dia saat ini bersama orang asing, dan bisa saja melakukan apapun terhadapnya.


"lihat, kita perlu membeli beberapa baju dulu untuk mu kan" ucap Aaron sambil memandang kemeja nya yang besar melekat pada tubuh mungil Ruby.


"yah, sepertinya begitu" ucap Ruby akhirnya.


dia berharap semoga kakaknya Aleska segera menemukan dia.


sampai di pelabuhan, Aaron dengan sopan memegang tangan Ruby membantunya turun dari kapal melangkah ke pelabuhan.


setelah itu dia melepas tangan gadis itu memberikan kesan tulus padanya.


setelah melakukan registrasi sederhana di pelabuhan mereka naik mobil yang sepertinya telah di siapkan oleh Aaron.


di atas mobil.


"boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Ruby akhirnya membuka suara lebih dulu.


"tentu saja, katakan" balas Aaron ringan.


"apa tujuan mu membawa ku pergi jauh dari kak Aleska?" tanyanya polos.


sebenarnya Ruby juga tidak yakin apakah Aaron akan menjawab nya jujur atau bahkan tidak mau menjawab sama sekali, tapi melihat sifat terbuka yang di tunjukkan nya dari awal membuat Ruby memutuskan untuk bertanya.


"karena aku memiliki dendam pribadi kepadanya" jawan Aaron tampak jujur.


"apa yang dilakukan kak Aleska pada mu, aku yakin dia sama sekali tidak menyakiti orang lain tampa alasan" jawab Ruby yakin sambil sedikit memutar arah tubuhnya menghadap Aaron.


"ya kamu benar, dia sama sekali tidak menyakiti ku, tapi ingin mengambil sesuatu milik ku, karena itu aku meminjam mu sebentar untuk membiarkan dia merakan miliknya di ambil orang lain, tapi seperti yang aku katakan, aku akan membiarkan dia membawa mu pulang jika dia berhasil menemukan kita, begitu juga dengan ku, aku harap dia tidak mengambil apa yang jadi milikku, sebelum itu terjadi." jelasnya.


"alangkah bahagianya dia jika kakaknya Aleska bisa sejujur pria yang ada di hadapannya saat ini," tampa sadar Ruby mulai membandingkan kakaknya Aleska dengan Aaron orang yang baru saja dia temui.


sampai di pusat perbelanjaan, Aaron membeli banyak pakaian, mulai dari atasan blus, gaun, celana, jins, baju santai, gaun tidur, dalam, sepatu dan sendal.


"kenapa kita belanja sebanyak ini?" tanya heran melihat banyaknya belanjaan mereka.


bahkan Aaron tampa malu ikut memilihkan dalaman untuknya.


"tenang saja, aku memiliki banyak uang" ucapnya santai.


"dan aku juga berharap, kamu bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama mu sebelum kamu pulang sama Aleska.


ucapnya sekilas memperlihatkan wajah sedih di wajah tampannya dengan garis rahang yang tegas. tapi ekspresi sedihnya seketika hanya halusinasi Ruby saja yang sekarang telah menampilkan wajah ramah dan bersahabat.


mereka berdua kembali masuk kedalam mobil menuju bandar udara.


sampainya di sana Ruby sedikit terkejut.


"apakah kita tidak kembali ke kapal?" ucap melihat wajah Aaron.


"tidak, kita akan pulang dengan pesawat, akan memakan waktu yang sangat lama jika kita menggunakan jalur laut" jelasnya.


"hmmmm" ucap Ruby sedih.


dengan mereka selalu saja menukar tukar alat transportasi mereka maka akan semakin menyulitkan Aleska untuk menemukannya.


"kenapa kamu terlihat sedih?" tanya Aaron.


"tidak apa apa" jawabnya singkat.