
tepuk tangan kembali terdengar sangat riuh, mereka semua terlihat sangat antusias bahkan seperti artis pendatang baru yang sedang debut.
"selamat siang semuanya, saya sebagai CEO dari Davidson Corperation akan memberikan klarifikasi untuk menjawab pertanyaan dari semua pihak yang hadir disini secara langsung maupun yang tidak dapat hadir langsung di sini.
*****
"pertama tama saya akan minta maaf kepada semua pihak karena telah terlambat untuk mengklarifikasi bahwa saya Davidson sebagai CEO dari Davidson Corperation memiliki tiga orang putra.
putra pertama saya adalah Devano, seperti yang telah kalian ketahui selama ini, dan putra kedua saya adalah Aleska yang belum lama ini juga telah memegang peranan penting dalam perusahaan, dan masuk kedalam trending topik saat menyelesaikan masalah lonjakan saham di pasar saham Eropa tidak lama ini, kalian juga pasti sudah mengenalnya.
dan seperti yang sudah kalian ketahui bahwa Aleska juga merupakan CEO sekaligus pendiri dari Unity Resource Group seperti yang telah kalian dengar selama ini dan itu benar. dan ini lah semua kebenaran yang belum saya klarifikasi dengan jelas, untuk itu saya harap semua pihak merasa puas atas jawaban dari saya, terimakasih."
(jelas tuan Davidson secara singkat dan padat)
saat tuan Davidson berbicara dan menjelaskan kepada semua orang yang hadir, mereka semua tampak bersemangat saat merekam, memotret dan mengetik mencatat kedalam laptop mereka masing masing dengan bersemangat.
tapi sesaat setelah tuan Davidson selesai menjelaskan semua orang hanya terdiam, hingga suara tepuk tangan Abas terdengar nyaring dalam ruangan itu, barulah semua orang berdiri dan ikut bertepuk tangan.
melihat ini, Jean yang menjadi moderator untuk acara ini langsung berdiri mengendalikan situasi.
"terimakasih semuanya, karena tuan Davidson telah menjelaskan kepada kita semua dengan sangat jelas saya harap dapat membuat segala pihak merasa puas. sekarang saya akan memberikan tuan muda Aleska kesempatan untuk menyapa kita semua, SILAHKAN"
Jean mempersilahkan Aleska untuk menyapa atau mengatakan apapun yang ingin di katakan nya.
"selamat siang semuanya," sapa Aleska.
sementara mereka yang telah kembali tenang berkat usaha Jean kini kembali berteriak antusias ke arah Aleska.
"saya tidak akan bicara banyak, jadi silahkan kalian ingin mendengarkan atau tidak"
saat Aleska berkata seperti itu suasana di dalam aula kembali terasa hening bahkan jauh lebih hening dari pada saat jean menyuruh mereka semua untuk bersikap tertib. bahkan sekarang tidak lagi terdengar suara kilatan kamera dan suara keyboard laptop, suasananya benar benar hening seperti di kuburan.
setelah itu Aleska baru kembali bersuara.
"saya rasa tidak perlu untuk memperkenalkan diri lagi kepada kalian semua, karena saya rasa saya sudah cukup terkenal sebagai putra dari ayah saya tuan Davidson." ucap Aleska.
seketika suasana yang tenang sekarang mendengar perkataan santai Aleska suasananya kembali berubah normal, dan beberapa orang terlihat menghembuskan nafas lega.
dan beberapa dari mereka mulai membuka suara untuk bertanya.
"tuan Aleska? apakah selama ini anda sengaja merahasiakan identitas anda sebagai CEO dari Unity Resource Group ?"
"tuan Aleska? apa yang menyebabkan anda tiba tiba datang dan bekerja di perusahaan ayah anda sementara anda telah memilki perusahaan anda sendiri?"
"tuan aleska apakah benar jika anda adalah anak dari istri kedua tuan davidson?"
"tuan Aleska? apakah benar jika anda selama ini di perlakukan buruk oleh ibu tiri anda nyonya Amanda?"
berbagai pertanyaan di ajukan kepada Aleska satu demi satu tampa memberi kesempatan kepada Aleska untuk menjawab pertanyaan mereka.
"semuanya harap tenang, biar tuan Aleska memilki kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari kalian semua."
mereka semua kembali tenang dan duduk di tempat duduk mereka masing masing.
sekarang Aleska baru bisa membuka suaranya untuk menjawab pertanyaan dari mereka semua.
"pertama aku tidak ada niat sama sekali untuk merahasiakan apapun dari kalian semua, hanya saja aku belum memiliki kesempatan untuk menunjukan diri karena terlalu sibuk bekerja selama ini.
dan untuk bekerja di perusahaan ayah aku sama sekali tidak memiliki maksud lain, aku hanya merasa perlu bertindak dan melakukan sesuatu untuk membatu perusahaanya yang sedang dalam keadaan kritis saat dia tidak berada di sini maupun kakak laki laki saya devano.
jadi saya yang juga putra dari tuan Davidson merasa bertanggung jawab dan membantu menyelamatkan perusahaan ayah saya, menurut kalian apakah ada sesuatu yang salah mengenai itu?" Aleska balik bertanya kepada mereka semua.
kini mereka hanya saling pandang dan perlahan mulai mengangguk anggukan kepalanya mendukung Aleska.
dan mereka mulai berbisik bisik jika Aleska bukanya mengambil kesempatan itu untuk menguasai perusahaan ayahnya.
"apakah anda melakukan itu semata mata hanya untuk membantu keluarga anda?"
"tentu saja saya akan membatu, walaupun tidak banyak, tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan oleh kakak laki laki saya Devano. untuk membantu menjalankan perusahaan."
"apakah selama ini anda memilki hubungan yang baik dengan kakak laki laki anda tuan Devano?"
"tentu saja, kami hanya kurang akrab karena kak Devano sebagai putra tertua memilki tanggung jawab untuk melanjutkan perusahaan keluarga, sementara aku juga sibuk dalam membangun usahaku sendiri"
Aleska mengatakan itu tampa ada kebohongan di dalamnya, tapi Devano sangat marah mendengar saat Aleska mengatakan jika dia hanya bisa bergantung kepada keluarga, sementara dia bisa membuat dan mendirikan perusahaanya sendiri, jadi dia tidak mengharapkan apapun dari keluarganya.
"tapi tuan Aleska apakah gosip yang sedang beredar jika anda adalah anak dari istri kedua tuan davidson adalah benar?"
"untuk itu saya persilahkan ayah saya sendiri yang akan menjelaskan kepada kalian semua"
mendengar ini semua orang saling pandang, karena Aleska tidak menjawab secara langsung, malah membiarkan ayahnya menjelaskan kepada media.
dalam hati jean, "dia benar benar pemuda bijaksana, dia sangat jelas dengan apa yang harus di lakukan" sambil melirik ke arah Aleska.
tuan Davidson pun yang awalnya hanya tenang duduk di atas kursinya mendengarkan Aleska menjawab satu persatu pertanyaan dari media
sekarang tersentak terkejut.
jawaban seperti apa yang di inginkan putranya, sehingga dia ingin mendengarkan langsung dari mulutnya.
sekarang semua orang berbalik melihat ke arah tuan Davidson, dia tidak bisa lagi mengelak sedikit pun.
sekarang berbagai pertanyaan pertanyaan lain mulai mereka ajukan.
"tuan Davidson apakah selama ini anda mengabaikan putra anda sendiri ? dan hanya mengakui putra pertama anda Devano kepada media?"