Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
041 Guru Baru Aleska 1



"benar tuan, dia adalah teman masa kecil ku, sampai saat aku datang ke negara ini untuk mencari keberadaan mu"


"kalau begitu, kamu bisa menyuruhnya datang ke sini. seperti yang kamu katakan, bagaimanapun saya juga membutuhkan seorang guru."


"baik tuan, saya akan segera menghubunginya."


Hugo memanggil salah satu orang kepercayaannya dan memerintahkan dia untuk mengirimkan pesannya ke kerajaan Rumania kepada orang yang akan menjadi guru Aleska kedepannya.


setelah itu Hugo kembali melihat kepada


Aleska yang sedang meminum secangkir teh yang berada di tangannya.


"tuan apakah anda tidak berniat akan pulang ke kerajaan Rumania?"


"pertama, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu Hugo" sambil meletakkan cangkir teh di tangannya.


"silahkan tuan, apa pun itu selama saya mengetahuinya saya akan memberi tahu mu"


"seperti yang kamu tahu, saat ini kedudukan putra mahkota di kerajaan Rumania sangatlah goyah, jika saya kembali saat ini menurut mu apa yang akan terjadi"


mendengar pertanyaan Aleska, Hugo menundukkan kepalanya sejenak dan memikirkan pertanyaan Aleska dengan seksama.


"tuan, maaf kan aku karena tidak berfikir panjang terlebih dahulu. anda begitu sangat bijak, anda selalu saja setiap waktu membuat saya terkagum kagum dengan kebijaksanaan anda dan analisis anda yang selalu akurat setiap menilai apapun." ucap hugo, karena dia menyadari maksud dari perkataan Aleska.


"sepertinya kamu telah menebak maksud dari perkataan saya Hugo, jika saat ini saya kembali ke kerajaan Rumania, maka akan ada konflik dari para menteri dan petinggi kerajaan untuk mengembalikan kedudukan putra mahkota saat ini kepada saya, menurut mu saat itu apa yang akan terjadi?" langsung menatap lurus ke arah hugo


"tuan sepertinya anda telah memikirkan masalah ini terlebih dahulu dengan sangat matang, saya merasa kecil dan tidak mengetahui apapun di hadapan anda.


jika tuan tidak ingin kembali sekarang untuk menghindari konflik di kerajaan nanti, hamba akan sangat mengerti dan mengikuti seluruh perintah tuan"


"bagus, kalau kamu mengerti, saya akan pulang sekarang."


"baik tuan, akan saya antar"


"tidak perlu, saya akan pulang sendiri, aku tidak ingin membuat nyonya Amanda curiga"


"baik lah tuan, sesuai keinginan anda."


Hugo hanya mengantar Aleska sampai pintu gerbang depan markas mereka dan berbicara pada dirinya sendiri melihat kepergian Aleska meninggalkan markas mereka.


"dia terlalu hebat untuk umurnya yang masih muda, bahkan kadang aku merasa ngeri dengan kemampuannya yang hebat dan sikapnya yang begitu bijak, aku serasa berbicara dengan ayah ku saja.


jika aku terus mengikutinya, mungkin aku akan melihat banyak hal yang akan dia capai di masa depan dan tidak ada yang tidak mungkin baginya di dunia ini."


setelah Aleska menghilang, Hugo juga membalikan badannya kembali ke dalam markas mereka, mungkin lebih cocok di sebut rumah mewah.


"tuan muda, tuan Mike telah membalas pesan anda, katanya dia bersedia datang untuk menjadi guru bagi tuan muda Aleska tapi dengan satu syarat"


"dia meminta syarat apa?" menoleh ke arah pengawal yang melaporkan itu.


"hmm baik lah, katakan padanya bahwa aku sendiri yang akan menjemputnya di bandara" berjalan pergi menuju ruang kerjanya.


"baik tuan muda"


orang kepercayaan Hugo menunduk hormat dan pergi kembali melakukan pekerjaannya..


*****


*keesokan hari nya Hugo datang ke bandar udara internasional Otto Lilienthal Berlin untuk menjemput kedatangan Mike.


setelah Hugo menunggu sekitar lima menit, terlihat seorang pemuda datang dengan hanya membawa satu ransel kecil yang di sandang di punggung pemuda itu, dia adalah Mike.


mike sekarang berusia 11 tahun, dua tahun lebih tua dari Hugo dan Aleska, Mike memiliki tubuh sedikit lebih tinggi dari Aleska. tapi Mike terlihat sedikit lebih kurus dan kulit myike yang lebih putih, di tambah dengan rambut potongan pendek yang rapi bewarna coklat terang sangat berbeda dengan penampilan Hugo yang memiliki rambut sepanjang bahu bewarna perak dan di ikat asal asalan, hingga menyisakan beberapa helai rambut yang jatuh ke wajah nya yang tampan dan ekspresinya yang terkesan sedikit cuek tapi itu malah menambah sisi maskulin pada dirinya.


"kenapa kamu keluar sangat lama?" (Hugo)


"hey itu bukan kesalahan ku, aku harus antri dengan sekian banyak penumpang lainya." (Mike)


"baik baik, apakah perjalanan mu lancar?" (Hugo)


"tentu saja berjalan lancar, jadi bagaimana ceritanya, aku dengar kamu telah menentukan orang yang akan menjadi tuan mu di masa depan" (Mike)


"hei sabar lah, kenapa kamu sangat penasaran tentang siapa tuan ku" (Hugo)


"bagai mana tidak, kamu sepertinya sangat bangga memilikinya, sebagai orang yang akan kamu layani" (Mike)


"tentu saja, aku bahagia bisa menemukan tuan yang memiliki kemampuan sepertinya, dan aku memanggilmu datang ke sini tentu saja untuk membantu tuan ku dan menjadi guru bagi tuan ku Aleska nantinya." (Hugo)


Hugo menjawab pertanyaan dari Mike sambil berjalan pergi menuju jalan keluar dari bandar udara yang selalu saja ramai oleh orang yang berlalu lalang, dan Mike mendengarkan Hugo dengan antusias sambil terus mengikutinya langkah Hugo dari belakang.


"apakah kamu gila, tuan yang kamu bangga kan itu bahkan perlu seorang guru seperti ku? apakah di negara ini tidak memiliki guru dan sekolah" (Mike)


"tentu saja negara ini memiliki guru dan sekolah yang sangat berkualitas, tapi masalahnya tuan ku tidak pernah memiliki seorang guru dan juga tidak pernah datang ke sekolah manapun." masih berjalan dengan cuek, seperti itu bukan masalah besar.


Mike yang tadi nya selalu mengikuti langkah Hugo dengan patuh dari belakang sekarang tiba tiba menghentikan langkahnya dia sangat terkejut mendengar penjelasan dari Hugo tentang Aleska.


"Hugo, kamu benar benar gila, kalau tahu begini aku tidak akan datang ke negara ini dan ingin membantu mu, lebih baik aku kembali pulang sekarang juga." ucap mike mulai kesal.


Mike membalikan badannya dia berniat untuk kembali pulang ke kerajaan Rumania, setelah mendengarkan penjelasan dari Hugo yang tidak menjelaskan nya dengan lengkap.


sehingga membuat orang salah paham tentang tuan yang di pilih oleh Hugo dan berfikir jika Hugo telah salah memilih orang yang akan menjadi tuanya.


"hai Mike tunggu dulu, kamu harus bertemu langsung dengan orangnya terlebih dahulu, maka saat itu kamu akan menangis sambil memohon agar terus bisa membantunya dan berada di sisinya." jelas Hugo.


"Hugo, kamu jangan gila, aku datang jauh jauh ke sini bukan untuk mengajari seorang anak yang bahkan tidak pernah sekolah sekalipun sebelumnya." bantah mike tidak terima.


"Mike kamu harus tenang terlebih dahulu, biasanya kamu selalu sangat pintar dalam menilai situasi tapi kenapa sekarang kamu mendadak menjadi bodoh hanya dengan setahun saja tidak bertemu denganku?" mengerutkan dahinya.