Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
020 Murid Baru



"ibu tenang saja, bukan kah dia berkata kepada ibu kalau dia bersedia untuk tidak sekolah, jadi dia tidak akan tau tentang masalah ini,


aku hanya sedikit memperpanjang masa libur ku dan saat aku sudah puas menyiksa gadis sialan itu, maka aku akan kembali pergi ke sekolah di amerika. ucap sofia kembali menenangkan hati ibunya.


lamunan Sofia berakhir ya readers.


*kembali ke laptop.


Sofia kembali tersenyum licik melihat ke arah Ruby yang baru datang ke sekolah, kemudian dia terlihat membisikan sesuatu kepada dua orang teman perempuannya yang selalu mengikutinya kemanapun.


beberapa saat kemudian mereka tersenyum licik melihat ke arah Ruby. mereka menunggu saat jam istirahat untuk melaksanakan rencana mereka.


setelah semua siswa telah pergi ke kantin untuk makan siang Sofia dan teman temanya menunggu Ruby untuk memasuki toilet sekolah terlebih dahulu, setelah melihat Ruby datang dia dan dua orang temanya bersembunyi di sudut ruangan.


"bagus dia sudah masuk, ayo kita ikuti dia"


perintah Sofia kepada kedua orang temanya.


saat Ruby tengah asik mencuci tangan nya, Sofia dan teman temannya datang menghampiri ruby.


brakkkk...suara pintu yang di dorong oleh teman teman Sofia dengan kuat.


Ruby langsung berbalik melihat siapa yang datang, dia ketakutan dan selangkah demi selangkah ruby mulai mundur ke belakang melihat mereka yang semakin mendekatinya.


"nona Sofia, apa yang kamu ingin kan" tanya ruby yang sudah ketakutan.


Sofia mendekat selangkah demi selangkah ke arah Ruby berdiri.


"tidak ada siapa pun disini, jika aku membunuh mu maka tidak akan ada orang yang tau sampai kamu membusuk di sini" dengan seringai jahat.


"nona Sofia aku akan melakukan apa pun asal kau jangan menyakiti ku" pinta ruby dengan panik.


"oh benarkah, kalau begitu jangan datang lagi ke sekolah ini, jangan sekolah seperti kakak mu yang bodoh itu." perintah Sofia, karena dia sangat membenci Ruby.


"nona Sofia aku tidak bisa, aku harus sekolah," dengan wajah pucat, memberanikan diri untuk menjawab perkataan dari sofia.


"apa kau sedang mempermainkan aku hah??."


Sofia sangat marah mendengar Ruby menolak permintaanya, dan memukul wajah Ruby.


teman temanya yang lain langsung mengambil posisi memegangi Ruby dengan menjambak rambut panjangnya untuk menghadap ke arah sofia dengan patuh.


setelah mereka merasa cukup puas menyiksa Ruby untuk hari ini, Sofia dan teman temanya pergi dengan wajah tersenyum puas menuju dengan sangat bahagia.


setiap hari selalu saja ada yang di rencanakan Sofia untuk menganggu Ruby, hingga setelah sekitar setahun penuh Ruby melewati hari seperti itu.


hingga akhirnya Aleska tiba tiba datang ke sekolah mereka, sebagai murid baru.


saat Aleska berjalan melewati semua orang, semua siswa yang berdiri di luar kelas mereka terpana melihat kehadiran Aleska yang sangat tampan. beberapa dari mereka bahkan berteriak histeris seperi melihat artis idola mereka.


Aleska mengenakan pakaian sekolahnya dan berjalan ke arah salah satu siswa.


"apakah kamu tau sebelah mana kantor guru?"


"di sebelah sana, tepat di depan gedung merah itu " menutup mulut dengan satu tangan, dan tangan yang satunya menunjuk ke arah gedung yang dia maksud. dengan wajah memerah.


aleska langsung meninggal kan nya tetapi siswa itu hampir tidak sadar dia di datangi oleh laki laki yang sangat tampan.


siswa lain yang melihat kejadian barusan langsung datang dan bertanya kepadanya.


"apakah dia murid baru yang pindah ke sekolah kita"


"gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum merona"


sesaat rumor tentang kedatangan murid baru yang sangat tampan sudah tersebar di sekolah, dan beberapa murid terlihat menunggu Aleska keluar dari ruangan guru.


saat Aleska keluar, terlihat dia mengabaikan semua orang yang berbisik bisik tentangnya.


dia berjalan di antara mereka dengan memancarkan aura yang saat dingin kepada orang di sekitarnya dan mengganggap semua orang seperti tidak ada .


"sepertinya dia murid pindahan yang suka mencari masalah dengan murid lain dan cukup berbahaya, terlihat dari perilakunya yang mengintimidasi orang lain." kata salah satu murid yang sedang menghisap permen tangkai miliknya sambil memperhatikan gerak gerik Aleska yang sedang berjalan melewati mereka.


Ruby yang mendengar desas desus seorang siswa pindahan yang sangat tampan juga melihat ke arah tatapan semua orang, dia sangat terkejut melihat siswa pindahan tersebut, karena siswa itu adalah kakaknya.


dia tidak bisa percaya apa yang dia lihat dan hanya terpaku melihat kakaknya dari jarak 30 meter yang berjalan ke arahnya dan dia malah tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun, hingga aleska berlalu pergi berjalan melewati mereka semua dan memasuki kelas tingkat akhir.


"kakak, ?bagaimana dia bisa masuk ke sekolah di sini." Ruby berbicara pada dirinya sendiri karena dia terkejut melihat Aleska.


tidak lama kemudian setelah Aleska masuk ke sekolah Ruby, tiba tiba Sofia kembali ke sekolah lamanya di luar negeri.


karena itu dayang dayang Sofia juga berhenti menganggu Ruby.


*****


seiring berjalanya waktu tidak ada lagi murid lain yang mem-bully Ruby, tapi karena Ruby tumbuh dengan sangat cantik, malah banyak pemuda yang mencoba mendekatinya, dan mencoba mendapatkan perhatian Ruby.


awalnya Aleska tidak ingin ikut campur soal ini, dan membiarkannya begitu saja karena dia melihat mereka tidak memiliki niat buruk terhadap Ruby, mereka hanya mencoba mendapatkan perhatian ruby dan mendekatinya.


tapi lama kelamaan Aleska menjadi risih melihat Ruby selalu saja di kelilingi oleh siswa laki laki, yang setiap hari selalu saja berusaha untuk mendekatinya.


mulai dari memberikan Ruby coklat setiap hari, walaupun Ruby tidak pernah menerimanya dan menolaknya dengan halus, tapi tetap saja mereka tidak pernah bosan.


dan yang lain nya mencoba memberikan bunga setiap pagi, sampai ada yang bersedia berlutut setiap bertemu dan melihat Ruby di sekolah.


Aleska mulai kesal melihat tingkah mereka, jadi saat pulang sekolah Aleska sengaja mengintai murid laki laki yang menganggu Ruby di sekolah tadi siang.


saat Aleska melihatnya keluar dari sekolah untuk pulang bersama beberapa orang temanya, Aleska sengaja mencari masalah dengan pemuda tersebut dan memancing mereka ke tempat yang sepi, sampai di sana dia baru menghajar semuanya hingga mereka minta ampun.


"ampun , ampuni aku, aku akan mengikuti apa mau mu, katakan saja." sambil memegang wajahnya yang terluka akibat pukulan dari Aleska.


"bagus, mulai sekarang kamu jangan coba coba menganggu Ruby lagi" peringatan Aleska yang merasa sudah sangat kesal.


"sekarang beberapa pemuda ini baru mengerti kenapa dia dan teman temanya di hajar habis habisan oleh aleska." sambil saling melirik satu sama lain.


"baik lah, kami semua berjanji" ucap mereka cukup serentak.


Aleska kemudian pergi meninggalkan mereka dan pulang ke rumah dengan tenang.