
"Maksud tuan, orang orang Carllyss selama ini terus mengawasi gerak gerik kita bukan untuk memata-matai urusan bisnis tapi malah untuk menyelidiki lasus kehilangan putri mereka beberapa tahun yang lalu?" Tanya Abas yang mendengar masalah ini langsung dari mulut David juga sangat terkejut, karena selama ini mereka berdua sangat dekat tapi tuanya ini tidak pernah membahas ini sekalipun.
*****
"Pantas saja selama ini mereka sangat gigih untuk selalu menempatkan mata-matanya di sekitar tuan." gumam Abas.
*
Di lapangan mension sisi timur, pagi ini Ruby masih sibuk dengan latihan rutin seperti biasanya, bahkan matahari masih malu malu untuk menunjukkan dirinya. Sementara Ruby sudah di penuhi keringat yang bercucuran di dahi dan wajahnya saat meladeni Aleska untuk bertarung melatih kemampuan ilmu beladiri nya.
Selama beberapa bulan ini semenjak Ruby berlatih bersama Aleska, kemampuan dan kekuatan fisiknya sudah sangat berkembang pesat.
Sepertinya setiap gerakan dan kecepatan Ruby sudah bisa mengimbangi gerakan Aleska.
Apalagi pagi ini, sepertinya Aleska sedang memikirkan sesuatu yang menganggu pikirannya dan tidak fokus saat latihan hingga pukulan Ruby lolos beberapa kali mengenai tubuh atletisnya itu.
Tiba-tiba Aleska menghentikan gerakannya dan mengangkat satu tangan ke udara sebagai tanda berhenti untuk istirahat terlebih dahulu.
Tidak tahu kenapa Aleska merasa tidak bisa fokus pagi ini saat latihan bersama Ruby, pikirannya selalu saja di ganggu dengan bayang bayang saat pesta sebelumnya dimana Ruby datang dengan keluarga Carllyss.
Dan sepertinya hubungan mereka dan Ruby sudah sangat dekat karena mereka semua terlihat berinteraksi dengan akrab dan nyaman satu sama lain.
Senyum Ruby juga begitu bahagia saat bersama mereka dan dengan nyaman dia mengandeng tangan nyonya Carllyss saat di pesta.
Itu adalah sesuatu yang tidak bisa di berikanya kepada Ruby.
Aleska jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam sangat tidak nyaman melihat semua itu, karena dia sangat takut jika Ruby direbut oleh mereka dan meninggalkannya sendiri.
"Kakak!" Suara Ruby yang selalu saja bisa menggetarkan hati Aleska, yang tiba tiba memanggil nya yang menghentikan lamunan Aleska.
Dia menoleh melihat ke arah datangnya suara itu, suara yang selalu saja mengisi pikirannya selama ini.
Karena Ruby berdiri membelakangi cahaya matahari yang baru saja menampakan diri sepenuhnya menyinari bumi, membentuk siluet yang sangat indah, hingga membuat mata Aleska sedikit silau.
Aleska melihat ke arah Ruby yang wajahnya di penuhi keringat karena latihan mereka berdua, membuat dia bahkan terlihat lebih cantik.
Aleska langsung memalingkan wajahnya berusaha mengalihkan pandanganya dari Ruby.
Mungkin Aleska sudah menyadari jika Ruby telah merebut cinta pertamanya, hanya saja dia tidak pernah berani untuk mengakui itu, dia selalu saja berlindung di balik kata persaudaraan.
Aleska ingin menata kembali hatinya, dan seiring berjalanya waktu Aleska yang kehilangan kendali atas hati nya sendiri dapat menemukan kembali jalan semestinya.
karena bagaimanapun juga Ruby adalah saudara perempuannya satu satunya. seharusnya perasaan yang salah dari awal ini cepat atau lambat memang harus hilang tampa bekas. Batin Aleska.
Setidaknya itulah pikiran Aleska saat ini untuk menenangkan hatinya.
"Kakak?" Melihat Aleska yang terus melamun dan tidak fokus, Ruby kembali berniat untuk menyerang kakaknya karena kesal dari tadi pagi dia selalu saja di abaikan oleh kakaknya itu.
Walaupun Aleska adalah orang yang dingin dan tidak banyak bicara tapi selama proses latihan mereka berdua setiap pagi, bukan hanya kemampuan Ruby saja yang meningkat pesat tapi hubungan Aleska dan Ruby juga sudah lumayan membaik .
Walaupun Aleska masih tidak banyak bicara seperti biasanya tapi sekarang dia sudah sering terlihat tersenyum saat proses latihan mereka berdua.
Tapi Ruby yang sudah merasa kesal dengan kakaknya mulai bergerak maju dengan cepat untuk kembali nyerang Aleska.
"Hay... cukup cukup, kita istirahat dulu, sepertinya kamu ingin membunuh ku" ucap Aleska kaget, Karena melihat Ruby menyerang ke arah nya dengan agresif.
"Kakak, ada apa sebenarnya dengan mu?, apakah kakak memikirkan sesuatu?" tanya Ruby.
"Sudah lah, kamu istirahat dulu, kita lanjutkan lagi latihan besok pagi" Aleska baru menyelesaikan ucapannya tiba tiba Hugo dan Mike memanggilnya.
Sebenarnya mereka berdua telah berdiri di sana sejak awal mereka berdua latihan, karena tidak ingin menganggu proses latihan tuanya, Hugo dan Mike hanya menunggu di tempat mereka berdiri dengan tenang.
#######
Mereka berdua juga sangat menikmati pertunjukan pertarungan, walaupun hanya latihan biasa antara Aleska dan Ruby, karena sangat jarang mereka memiliki kesempatan untuk menonton secara langsung proses latihan mereka berdua.
karena biasanya Hugo hanya bisa mengendap-endap untuk sekedar melihat mereka berdua latihan karena keberadaanya masih di rahasiakan oleh Aleska, tapi sekarang menyaksikan secara langsung dan tidak lagi sembunyi sembunyi sangat membuat perasaan Hugo jadi lebih baik.
walaupun Hugo telah menyaksikan Aleska melatih beberapa orang di Unity Resource Group selama beberapa tahun, yang kini banyak dari mereka yang level bertarungnya telah sampai satu tingkat di bawah Hugo.
tapi tetap saja jika orang yang di latih oleh Aleska adalah Ruby, maka mereka sangat menantikan masa masa ini, dimana mereka telah bisa bertemu secara langsung dengan putri kecil mereka yang telah mereka jaga beberapa tahun ini secara sembunyi sembunyi.
"selamat pagi tuan dan selamat pagi nona Ruby sapa Hugo dengan wajah berseri seri karena bahagia.
mendengar suara Hugo, Aleska menoleh ke arah mereka berdua dengan wajah heran.
"kenapa kalian berdua sudah berada di sini sepagi ini?" tanya Aleska menatap mereka berdua dengan dingin, mungkin sedikit kesal, karena mereka berdua menikmati menontonnya yang selalu terkena pukulan dari Ruby.
"tuan, kami datang ke sini tentu saja untuk menemui anda" jawab Hugo, masih dengan senyuman di wajahnya.
"sejak kapan kalian datang menemui ku sepagi ini" tanya Aleska lagi.
"mulai pagi ini tuan" jawab Hugo langsung dengan santai dengan senyum yang masih tidak hilang dari wajahnya.
"lalu, Mike ada apa kau juga datang sepagi ini?" mengalihkan tatapannya kepada Mike.
"tentu saja juga untuk menemui anda tuan." jawan Mike tidak banyak bicara, dia berbeda dengan Hugo yang terlihat selalu ceria, tapi saat serius dia adalah orang yang sangat menakutkan nomor dua setelah Aleska.
"jadi mulai saat ini kalian berdua telah sepakat untuk menemui ku secara langsung seperti ini?" tanya Aleska mulai terlihat kesal.
"benar tuan, kami rasa kita sudah tidak perlu bersembunyi lagi, tapi itu jika tuan tidak keberatan."
"yang kamu katakan benar tapi lain kali datang setelah aku selesai melatih Ruby" peringatan dari Aleska.
"tuan, apakah anda berniat ingin pindah dari rumah ini ?" hugo tiba tiba bekata seperti itu karena mereka sudah tidak perlu bersembunyi lagi jadi Hugo menyarankan untuk mereka pindah dari tempat menyedihkan ini.
"kakak? benarkah kita akan pindah dari tempat ini?" suara ruby yang sangat antusias mendengar mereka membicarakan pindah rumah menarik perhatian Aleska, Hugo dan Mike, mereka bertiga secara kompak melihat ke arah Ruby.
"apakah dia begitu senang pindah dari tempat ini?" hati Aleska mencoba menimbang kembali saran untuk pindah rumah dari Hugo melihat Ruby yang sangat senang mendengar akan pindah.
tapi untuk saat ini mungkin, dia hanya bisa menunda dan menyelesaikan tugasnya secepat mungkin agar bisa membawa Ruby pergi dari tempat menyedihkan ini.