Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
106 ide gila Aleska dan hasil pekerjaan Mike



*tiga hari kemudian.


Hugo mondar-mandir di bawah jendela kerja Aleska, karena sudah tidak tahan dia memutuskan untuk masuk kedalam rumah itu.


"selamat nona" sapa Hugo dengan ringan.


"hai kak Hugo, selamat malam" ucap gadis itu sedikit senang melihat kehadiran Hugo.


"apakah anda suka belajar di sini?" tanya Hugo lagi, karena beberapa hari ini dia sering memperhatikan jika Ruby lebih suka berada di ruang kerja Aleska.


"ah, itu " ucap gadis itu sedikit bingung bagaimana dia akan menjelaskan.


"tapi itu bagus, jadi saya lebih mudah untuk menemui anda nona" ucapnya sebelum Ruby sempat memberikan alasannya.


"hmm apakah kak Hugo ke sini ingin menemui ku?" tanya nya lagi sambil menatap lekat wajah pemuda yang ada di hadapannya itu.


"benar, apakah nona telah di hubungi oleh tuN Aleska?" tanya nya lagi.


"ada apa kak Hugo? apakah terjadi sesuatu kepada kak Aleska?" tanya gadis itu langsung berdiri spontan dari duduknya.


"bukan, bukan itu maksud ku, hanya saja dia sulit di hubungi, jadi aku bertanya apa bila jika sia sudah menghubungi nona." jelas Hugo segera, karena dia melihat kilatan kwhatir dari wajah gadis itu.


"aahhh jadi begitu, syukurlah" ucapnya lega.


"kak Aleska juga tidak menghubungi ku, aku kwhatir," sambung gadis itu dengan ekspresi cemberut.


"ah aku ada ide, bagaimana jika kamu pergi saja menyusul kk Aleska? bagaimana?" tanya gadis itu lagi dengan antusias.


"saya juga berfikir seperti itu, tapi jelas tuan Aleska tidak akan membiarkan kan saya meninggalkan nona sendiri" ucap Hugo sambil berfikir mencari jalan keluar.


"begini saja, kak Hugo pergi besok pagi saja bagaimana? setelah mengantar ku ke sekolah." sambung gadis itu lagi memberi ide.


"tapi bukan besok siang adalah hari kelulusan anda nona, apakah nona berfikir akan menunggu tuan di sekolah? " tanya Hugo lagi menebak maksud dari perkataan Ruby.


"benar, jika aku menunggu di sekolah tentu kak Aleska tidak akan khawatir lagi kan? juga di sana tidak akan terjadi apapun pada ku" ucapnya lagi.


"benar, jika begitu sekarang nona pergilah istrirahat dan tidur, agar bisa bangun lebih awal besok pagi" ucap Hugo sedikit tidak sabar.


karena jelas dia juga sudah sangat khawatir tentang Aleska dan Mike yang sangat susah di hubungi dari pagi tadi, jadi mendengar ide dari Ruby yang lebih masuk akal juga jadi tidak sabar untuk menunggu hari esok.


*di desa pinggir kota.


"tuan, apakah anda yakin akan menghadapi mereka secara langsung besok?" tanya Mike kepada tuannya Aleska.


"jika tuan berkata seperti itu, aku akan mematahkan semua kepala mereka semua malam ini juga" ucap Mike sambil merilekskan jari jari tangannya sebelum berkutat di atas keyboard laptopnya.


"bagus, lakukan tugas mu dengan baik" ucapnya.


* di gedung rumah sakit terdekat dari desa itu.


"bos, jika begini kita juga kesusahan untuk berkomunikasi dengan dunia luar" ucapnya kepada Tommy.


"sabarlah, ini hanya sampai besok saat mereka mengambil hasil tes DNA itu, kamu tahu kan seberapa marahnya tuan kali ini jika kita masih saja tidak berhasil?" kata Tommy penuh penekanan kepada bawahannya.


mendengar itu bawahan Tommy yang awalnya bersikeras ingin protes Malah tertunduk lemas.


"ya bos, apa yang Anda katakan benar." ucapnya sambil membalikkan badan untuk kembali duduk di kursi nya.


keesokan harinya, seperti yang telah di sepakati oleh Hugo dan Ruby jika saat pagi dia akan mengantarkan Ruby ke sekolah, setelah itu Hugo akan pergi menyusul Aleska dan Mike.


setelah menempuh perjalanan yang jika di tempuh dengan kecepatan normal akan memakan waktu 3 jam berkendara,


sementara bagi Hugo tidak tidak membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk sampai di desa itu.


seperti instruksi terakhir dari Aleska, jika dia akan melakukan tes DNA sekali lagi di rumah sakit yang sama, maka Hugo langsung saja menuju ke rumah sakit itu.


tapi saat sampai di sana dia di kejutkan dengan pemandangan riuh, dimana para warga berdatangan ke rumah sakit itu, karena seorang relawan yang mengumumkan untuk memberikan pelayanan berobat gratis sekaligus mendapatkan jaminan kesehatan seumur hidup.


jadi siapa yang bisa menolak kesempatan seperti itu.


Hugo memutar otaknya dengan cepat dan berbaur di tengah warga desa itu yang sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai petani buah apel, anggur dan pegawai pengolahan wine lokal.


Hugo juga ikut mengambil formulir dan berdesak desakan di tengah warga itu sambil terus memutar matanya mencari keberadaan Aleska.


@cacacondadevita


hallo readers😌, selamat malam.


maaf ya jika author masih update satu episode perharinya, jika kalian setuju author update 2 episode atau lebih setiap harinya jangan lupa komen di bawah ya🤗.


dan juga selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah biar author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰


salam hangat dari author 🤗