Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
137 Taruhan Ruby



"aku tanya padamu satu hal, apa kamu percaya pada kakak mu itu, Aleska?" lanjutnya lagi.


"tentu saja" jawab Ruby singkat.


"jadi apakah kamu percaya saat ini dia tengah mencari mu?" tanya lagi.


"tentu saja," jawab Ruby yakin.


"kalau kamu seyakin itu, ayo taruhan, kamu boleh pergi kapan pun, saat saat Aleska sendiri yang menjemputmu ke sini, atau kemanapun kita pergi nanti, bagaimana?" tanya menantang.


"tidak mungkin, itu akan sulit baginya untuk menemukan kita yang berada jauh di tengah lautan seperti ini" jawabnya tidak yakin.


"apa kamu masih tidak mengenal kakak mu sendiri, atau sekarang sudah menjadi kekasih mu itu?" ucapnya mulai misterius.


"mungkin jika dia ingin, dia dapat membeli 100 rumah seperti mension Milik keluarga Davidson, dan memiliki jet pribadi di setiap pelabuhan internasional hampir di seluruh negara, apalagi kapal laut dan helikopter mungkin sudah tidak terhitung lagi jumlahnya, jadi kamu tanya padamu bagian mana yang tidak kamu tahu? semuanya atau salah satupun kamu tidak tahu" ucap Aaron mempengaruhi Ruby, tapi dia sama sekali tidak bohong.


mendengarnya Ruby terdiam, benar jika selam ini kakaknya selalu saja bertindak misterius di belakangnya, bahkan baru baru ini dia baru mengetahui jika kakaknya Aleska memiliki perusahaannya sendiri.


Aaron berjalan ke sudut ruangan dan memencet tombol pada benda persegi empat di atas meja.


"lihat" ucapnya menyadarkan lamunan Ruby.


Ruby lun mengalihkan tatapannya pada layar proyektor yang di pancarkan ke dinding kabin kapal, entah sajak kapan benda itu berada di sana, atau memang dari awal sudah seperti itu, hanya saja Ruby tidak menyadarinya yang terlalu sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"dengan kekuatan seperti ini mustahil dia tidak menemukan kota bahkan mungkin dalam waktu 3 hari." ucapnya sambil melihat layar proyektor itu yang menampilkan Video Aleska saat berada di armada tempat Ruby di bawa oleh Aaron pertama kali.


setelah helikopter mereka meninggalkan armada itu, beberapa kapal besar kecil dan boot sudah berbaris di sana mengejar arah helipat mereka terbang.


"mungkin sekarang setelah mengetahui jika membawa mu jalur udara, sebagian langit telah di penuhi dengan pesawat dan helikopter nya mencari mu"


"apa kamu percaya" ucapnya lagi kini mengalihkan tatapannya pada Ruby.


sambil tersenyum dia mendekat pada gadis itu.


"bagaimana? mau taruhan?" ucapnya lagi sambil berpangku tangan.


"jika dia tidak menemukan ku?" ucap Ruby sedikit khawatir yang terlihat jelas di matanya.


"jika dia tidak menemukan mu, berarti dia tidak bersungguh-sungguh, lihat dengan semua ini mungkin bisa saja hari ini dia menemukan kita, bagaimana menurutmu" ucapnya lagi membuat gadis itu bingung.


dia takut jika Aleska tidak menemukan nya atau pemuda di hadapannya ini mengatakan omong kosong belaka, tapi entah apa yang dipikirkannya.


"kali ini aku percaya pada kak Aleska" ucapnya percaya diri.


"bagus" ucap Aaron mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


setelah membiarkan tangan Aaron beberapa lama menggantung di udara akhirnya Ruby menjabat tangannya jua.


"bagus, kalau begitu ayo kita makan" ucapnya sambil membalikkan badan berniat keluar dari ruangan Ruby.


setelah satu langkah dari pintu dia berhenti dan melihat ke belakang, merasa gadis itu tidak mengikuti nya "kenapa kamu masih duduk di situ?" tanyanya.


"ya, makanan ku kan sudah di sini" ucapnya sambil menaikkan dagunya menunjuk ke arah piring roti bakar di atas meja pinggir tempat tidurnya.