
jawaban seperti apa yang di inginkan putranya, sehingga dia ingin mendengarkan langsung dari mulutnya.
sekarang semua orang berbalik melihat ke arah tuan Davidson, dia tidak bisa lagi mengelak sedikit pun.
sekarang berbagai pertanyaan pertanyaan lain mulai mereka ajukan.
"tuan Davidson apakah selama ini anda mengabaikan putra anda sendiri ? dan hanya mengakui putra pertama anda Devano kepada media?"
*****
"tuan Davidson? bagaimana tanggapan anda tentang tuan muda Aleska yang merupakan putra kedua anda, yang namanya tidak pernah terdaftar di sekolah manapun kecuali satu tahun terakhir ini?"
sekarang mendengar berbagai pertanyaan dari media, kepala tuan Davidson bertambah pusing.
dia yang awalnya hanya akan menjawab satu pertanyaan saja sudah membuatnya bingung, sekarang bagaimana caranya, dia menjelaskan kepada media.
para media yang awalnya melupakan keberadaan tuan Devano, kini malah berbalik menyerangnya dengan berbagai pertanyaan kejam.
terkesan seperti Aleska sengaja membuat ayahnya tersudut dan terpaksa berkilah menjelaskan semuanya kepada media, untuk mempertahankan citra baiknya di masyarakat.
"Aleska merupakan putra saya, mengenai siapapun ibunya tidak akan dapat merubah kenyataan sedikitpun bahwa dia adalah putra ku. dan aku berhak menjaga privasi anak anak dan seluruh keluarga ku.
dan untuk menanggapi Aleska yang tidak pernah terdaftar di sekolah manapun, kalian sendiri tentu tahu jika dia adalah pendiri dari Unity Resource Group yang telah berdiri beberapa tahun yang lalu, coba kalian pikirkan berapa umur Aleska putra ku saat itu?
sekarang tuan davidson balik bertanya kepada para media.
"mungkin sekitar 9 atau sepuluh tahun" jawab salah satu dari mereka.
"menurut kalian saat itu apakah dia memiliki waktu untuk belajar di sekolah biasa?
seketika suasana berubah berbalik arah, kini giliran tuan Davidson yang bertanya dan melirik sinis ke arah para media.
"dia sama sekali tidak memerlukan itu, karena dia adalah anak yang sepesial." sambung tuan Davidson lagi.
dia sama sekali tidak kehilangan akal untuk menjawab pertanyaan dari pada media yang terus mendesaknya.
tuan Davidson bisa memberikan jawaban yang membuat semua belah pihak merasa puas dan tidak menimbulkan pertanyaan lain.
serta bisa membuat mereka mengerti dan menerima nya dengan puas.
"benar, benar apa yang di katakan oleh tuan Davidson, bagaimana kita tidak mengingat ini sedikitpun selama ini, jika tuan Aleska merupakan pendiri dari Unity Resource Group yang telah berdiri hampir sepuluh tahun yang lalu.
berarti dia tidak membutuhkan pendidikan formal seperti anak anak lainya, persis seperti yang di jelaskan oleh tuan Davidson. mereka semua mulai bertepuk tangan puas karena jawaban dari tuan Davidson.
hanya Aleska dan Devano yang serentak melihat ke arah ayah mereka saat mengatakan itu.
bagi Aleska dia tidak menyangka jika ayahnya akan menjelaskan kepada media seperti itu, dan untuk Devano dia juga sangat terkejut mendengar pujian ayahnya terhadap Aleska. Devano tahu persis dari setiap kata kata yang keluar dari mulut ayahnya adalah kata kata seorang ayah yang merasa sangat bangga kepada putra.
"sampai disini saya harap dapat memberikan jawaban yang memuaskan untuk kalian semua, dan nantinya akan menerbitkan berita berita yang bisa kalian mempertanggungjawabkan dari setiap hal yang kalian tulis, saya akan menutup kembali acara ini secara resmi....
"tunggu.. " suara seseorang menghentikan ucapan Jean yang akan menutup konferensi pers ini.
semua orang melihat ke arah suara.
"silahkan" (jawab Jean memberikan kesempatan)
"saya dengar jika tuan muda aleska memiliki hubungan yang tidak pantas dengan adik perempuannya, apakah itu benar? "
@
seketika jantung aleska terasa berhenti karena pertanyaan itu, siapa sebenarnya orang ini? pasti dia sengaja di suruh oleh seseorang untuk merusak nama baiknya."
saat aleska membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan orang asing itu, dia langsung berhenti karena tuan muda devano yang selama ini hanya diam kini membuka suaranya untuk menjelaskan kepada pria asing tersebut.
"bagaimana kamu bisa menyebarkan isu yang tidak benar? apakah kamu memiliki bukti sehingga begitu berani berbicara seperti itu di depan ahli hukum perusahaan Davidson Corperation, dengan tuduhan mu ini kamu bisa kami jerat dalam pasal pasal mencemarkan nama baik."
seketika pria asing tersebut terdiam di tekan seperti itu oleh devano.
dia sama sekali tidak menyangka jika devano akan membela mereka sedemikian kuat.
seketika suasana yang tadi nya di penuhi dengan suara bisik bisik di sana sini, sekarang mendengar jawaban tegas dari devano semua orang kembali terdiam.
dalam hati devano dia juga merasakan sesak di dadanya mendengar pria asing tersebut mengatakan jika aleska dan ruby memiliki hubungan khusus.
mendengar ini entah apa yang di pikirkan oleh devano, dia sama sekali merasa tidak rela jika aleska benar benar akan mengakui jika dia memilki perasaan kepada gadis itu.
memikirkan jika Aleska adalah pemuda yang sangat nekat dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan hal yang dia inginkan.
karena Devano yang telah melihat secara langsung bagaimana sikap Aleska terhadap Ruby dia merasa benar benar belum siap jika pemuda di samping nya itu akan membuka suara dan mengakui perasaanya kepada Ruby.
jadi dia hanya bisa langsung menjawab sebelum Aleska sempat mengatakan apapun.
saat Devano menjawab terlebih dahulu memotong perkataan Aleska, tuan Davidson dan semua orang melihat kearahnya dengan tatapan heran.
bagaimana tidak, dia dari awal hanya diam dan tidak berkomentar apapun kini langsung dengan penuh emosi, dan suara yang terdengar sedikit tidak sabar membatah apa yang di tuduhkan tentang hubungan Aleska dan Ruby.
dia terlihat benar benar marah dan tidak bisa terima dengan apa yang di dengarnya.
begitupun dengan Aleska, dia menoleh menatap wajah Devano dengan heran.
"apa yang sedang di lakukan nya?" pikir Aleska saat memperhatikan wajah Devano.
Jean yang melihat reaksi Devano yang aneh pun ikut mengerutkan keningnya. bagaimana dia bisa membela Aleska mati matian seperti ini.
tapi Jean tidak bisa memikirkan nya terlalu lama, karena dia harus segera menutup acara ini secepat mungkin sebelum situasi bertambah kacau, dan timbul pertanyaan pertanyaan baru yang tidak masuk akal.
"terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir di sini, saya sebagai moderator menutup acara ini dengan resmi dan mempersilahkan tuan Davidson dan semua keluarga besar Davison Corperation untuk meninggalkan tempat." ucap Jean singkat untuk menutup acara hari ini.
tuan Davidson berdiri dan pergi dari sana di iringi dengan langkah Abas dari belakang.
dan langkah Devano juga di iringi dengan Jean yang mengikutinya dari belakang.
dan semua orang yang memenuhi ruangan itu satu persatu juga keluar, hingga kini ruangan itu kosong hanya meninggalkan Aleska yang masih duduk di kursinya dengan Mike dan Hugo masih berdiri menunggu nya dengan setia.
# hy reader tercinta, jika kalian udah baca sampai bab ini, aku harap kalian meninggalkan komentar, like, dan vote ya, biar author memiliki harapan untuk terus menulis karyanya. terimakasih