Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
046 persiapan malam pesta 2



"Rice apa kamu masih tidak mengerti apa yang di katakan oleh ayah, ini bukan masalah tentang jumlah, ini adalah tentang kemampuan dan dukungan besar yang ada di belakang mereka. jika kita memiliki 100 pengawal tapi perusahaan lawan memiliki satu orang dari perusahaan keamanan Unity Resource Group maka kekuatan kita masih tidak akan sebanding dengan mereka" (Carllo mencoba memberikan pengertian kepada adiknya Rice)


"kenapa bisa begitu, apakah mereka sehebat itu dalam bertarung bisa membunuh ratusan orang sekaligus?" (Rice bertanya kepada kakaknya dengan ekspresi sedikit bingung)


*****


"Rice, ini bukan soal pertarungan biasa, menurut mu apa yang akan terjadi jika salah satu pengawal kita membunuh orang yang mungkin berniat jahat kepada keluarga kita?" tanya Carllo.


"tentu saja jika itu pembunuhan pasti akan di tuntut oleh hukum" jawab Rice polos.


"tepat sekali, tapi jika orang itu adalah salah satu dari Unity Resource Group maka tidak akan ada hukum yang berlaku untuk mereka" sambung Rice memberikan pemahaman kepada adiknya itu.


"apakah benar seperti itu" tanyanya sedikit heran.


"tentu saja makanya kamu harus datang, papa gak mau tau" timpal papanya.


(ayah rice menjawab pertanyaan polos putra bungsunya sambil meninggalkan mereka berdua yang masih duduk di ruang keluarga.)


"kakak harus membantu ku, tidak ada yang akan berubah jika aku tidak datang" kata Rice yang masih saja belum menyerah.


"Rice, apa susahnya hanya datang ke sebuah pesta, setelah itu kamu bisa langsung pulang di antar oleh supir, dan katanya orang itu menyukai anak muda, makanya papa memaksamu untuk datang"


"jadi apakah dia adalah orang tua yang menyeramkan?" tanyanya lagi tidak mau menyerah.


"aku juga tidak tau, tapi dia adalah pendiri perusahaan itu, dan perusahaan Unity Resource Group telah berdiri dengan kokoh sekitar 5 tahun yang lalu, jadi bisa saja dia adalah orang tua yang ahli beladiri dan juga mengerti tentang bisnis makanya perusahaanya berkembang dengan pesat dan sangat kuat hingga di takuti oleh pengusaha pengusaha besar di seluruh dunia.


walaupun banyak dari mereka yang sudah mencoba melawan dengan bekerjasama dengan para mafia besar tapi tetap saja mereka tidak bisa menyentuh Unity Resource Group."


"tapi kak, tetap saja aku kan gak pernah menghadiri pesta semacam itu, aku pasti merasa canggung berdiri di tengah keramaian, kakak kan tau"


"kalau begitu kamu boleh membawa teman mu, siapa saja"


mendengar ini otak kecil Rice langsung berfikir untuk mengajak Ruby, mungkin jika dia juga ikut akan lebih menyenangkan.


"baik lah, aku akan datang dan mengajak teman teman ku pergi bersama" dengan raut wajah yang lebih baik.


"terserah kamu, yang penting kamu datang"


"baik lah" (Rice segera berdiri dengan wajah ceria dan pergi sambil senyum senyum membayangkan tingkah wajah Ruby yang akan ikut ke pesta dengannya dan meninggalkan Carllo sendiri di ruang keluarga dengan wajah heran.


"ada apa sebenarnya dengan anak itu, bukanya dari tadi dia tidak mau datang dan sangat kesal tapi kenapa sekarang wajahnya berseri seri seperti itu?" ucap Carllo bicara sendiri.


*malam sebelum ini selesai


*****


saat jam pulang sekolah Ruby menerima pesan di ponselnya.


DARI ALESKA: ruby hari ini kamu pulang naik taksi, sepertinya kakak benar benar tidak bisa menjemputmu.


DARI RUBY : kakak tidak perlu khawatir, aku bisa pulang sendiri.


DARI ALESKA: baik lah, tunggu taksi yang kakak suruh datang menjemput mu dengan tenang, jangan kemana mana, mengerti kan?


DARI RUBY: iya Ruby mengerti.


Ruby menyimpan kembali handphone nya ke dalam tas ransel bewarna pastel miliknya dengan gantungan kunci boneka Teddy bear kecil bewarna putih.


"apa salahnya, kak Aleska katanya malam ini juga akan pulang telat, jadi akan lebih bagus kan?" jawab ruby santai.


"jadi kamu tidak akan memberitahu kak Aleska kalau kamu akan pergi dengan Rice" tanya Sintia lagi.


"bukan begitu juga, siapa suruh dia pulang telat" gerutu ruby dengan wajah cemberut.


"hahaha Ruby, kamu sangat lucu, seperti istri yang ditinggal oleh suami nya saja" ucap sintia sambil tertawa.


"ah sudah lah."


tiba tiba ada sebuah taksi berhenti tepat di depan mereka berdua.


"ah aku pergi dulu ya!" pamit Ruby.


"iya hati hati!"


ruby segera masuk kedalam taksi itu dan segera pergi meninggalkan area sekolah.


"hmmm dia naik taksi seperti di jemput oleh supirnya saja" kata Sintia di dalam hati karena melihat Ruby masuk ke dalam taksi yang seolah olah memang datang untuk menjemputnya.


Sintia juga pergi saat melihat dia juga sudah di jemput oleh supirnya. karena memang Sintia juga dari keluarga cukup berada walaupun dia menerima biaya siswa di sekolah ini, itu karena dia adalah siswa rajin dan berprestasi.


*dalam sebuah ruang tunggu yang sangat mewah dengan karpet berbulu seperti bulu serigala kutub, yang putih bersih, dan kursi yang sangat lembut, tapi terlihat sangat megah dan mewah.


terlihat seorang pemuda duduk di sana dengan tenang sambil meminum segelas anggur merah di tangannya.


"permisi tuan, acaranya akan segera di mulai" lapor seseorang datang kepadanya.


"baik lah, aku akan keluar sekarang"


Devano segera berdiri dan merapikan kembali tuxsedo yang di pakainya dan berjalan keluar dari ruangan itu.


sementara di ruang pesta, satu persatu tamu penting dan media sudah mulai berdatangan, memang tujuan malam ini adalah untuk memperlihatkan kekuasaan sang tuan rumah malam ini di tambah dengan kehadiran CEO Unity Resource Group.


membuat nyonya Amanda sangat bangga kepada putra nya begitupun dengan tuan Davidson, karena putranya berhasil mengundang orang itu untuk datang ke pesta mereka malam ini.


"hay sayang? kamu sudah datang" sapa nyonya Amanda kepada putra Devano.


nyonya Amanda yang memakai gaun bewarna hitam memperlihatkan bahu indahnya dengan sal berbulu warna putih mewah yang bertengger di pundaknya yang halus, menyapa putra nya yang bru saja memasuki aula pesta.


"selamat malam ma, pa." salam Devano dengan ramah kepada kedua orang tua nya.


"malam sayang, senyum nyonya Amanda sambil memegang lengan Devano dengan bangga"


"Devano kamu tahu kan, kalau kamu adalah tuan rumah pesta malam ini, jadi kamu harus siap menyapa setiap tamu yang datang malam ini." Davidson mengingatkan kepada putranya Devano.


"tentu saja pa" devano mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh ayahnya dan mulai berjalan kepada para tamu penting untuk sekedar menyambut dan bertegur sapa dengan mereka.


"David, lihat putra ku, dia sangat hebat, berkat dia pesta kita malam ini di hadiri oleh pengusaha dari seluruh dunia, malam ini kesempatan yang sangat besar terbuka untuk Devano, bahkan untuk sampai memasuki pasar Asia bukan lah hal sulit lagi bagi kita sekarang." ucap nyonya amanda bangga.


"benar, mungkin mereka semua bersedia datang juga, karena di pengaruhi oleh kehadiran CEO dari Unity Resource Group" ucap Davidson setelah menilai situasi pesta malam ini.


"David?, tapi tetap saja dia hadir malam ini karena kemampuan putra kita, dan kita juga bisa bekerja sama dengan mereka, maka perusahaan kita tidak akan ada lagi tandingannya. dan para pengusaha yang datang malam ini akan sangat berterima kasih karena telah kita undang" jawab nyonya Amanda tidak mau kalah.