
keesokan harinya.
"tuan? apa yang akan kita lakukan selanjutnya, mereka menempatkan orang orang mereka di rumah sakit dengan ketat,
mereka juga memeriksa dengan teliti setiap orang yang keluar masuk dari daerah ini, dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian di daerah ini." ucap Mike menjelaskan situasi saat ini.
"berarti mereka benar benar telah menguasai daerah ini sepenuhnya sekarang" sambil mengingat jadwal kelulusan Ruby yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.
"sepertinya masalah ini tidak sesederhana yang kita pikirkan, sekarang kita terjebak di kota kecil ini, di tambah lagi untuk masuk ke rumah sakit itu besok akan sangat sulit." ucap Mike frustasi karena jadwal hasil tes DNA itu akan keluar besok.
seharusnya setelah menerima hasil tes DNA itu, mereka bisa pergi dengan lancar seperti yang telah mereka berdua janjikan kepada Ruby.
"kita ambil tes DNA itu terlebih dahulu besok, setelah itu baru kita pikirkan bagaimana cara keluar dari kota ini" ucap Aleska.
"apakah tuan memiliki rencana?" tanya mike penasaran dengan rencana yang di pikirkan oleh aleska untuk menjalankan misi mereka besok pagi.
karena dia tahu, Aleska bukannya takut menghadapi orang-orang itu, hanya saja dia tidak bisa melawan orang itu secara langsung, karena dia tidak ingin dirinya di kenali, yang artinya jika dia ketahuan maka identitas Ruby akan terekspos.
apapun hasilnya Aleska akan memastikan bahwa tidak ada satupun yang bisa mengambil ruby dari nya.
*
"kamu dari mana saja? baru pulang jam segini?" tanya nyonya Anny kepada Tommy, karena dia baru pulang sekarang setelah pergi sejak tadi pagi.
"itu nyonya, saya tadi pagi jalan jalan di sekitar sini karena bosan, dan kebetulan saya melihat ada warga desa yang sedang memanen buah apel di kebun mereka.
jadi karena merasa tertarik untuk ikut mencoba, jadi saya menawarkan untuk membatu mereka, tapi karena keasikan saya d
jadi lupa waktu, lihat, sekarang saya baru pulang setelah semua apel selesai di pack.
ini aku juga membawakan beberapa buah yang aku petik sendiri untuk kalian" sambil menyodorkan satu buah kantong kresek berisi apel segar baru di petik.
Tommy terpaksa berbohong kepada nyonya Anny, karena dia tidak punya pilihan lain.
sebenarnya saat di perjalanan pulang, Tommy terus memikirkan alasan apa yang akan dia katakan nanti saat sampai di rumah.
sampai dia melewati jalan saat warga setempat baru saja siap memanen buah apel di kebun mereka, seketika Tommy memiliki satu ide yang cukup masuk akal.
"oh jadi kamu ke sana?, memang bagi anak yang tumbuh besar di kota seperti kalian, memanen buah apel tentu saja akan akan terlihat sangat menarik. dan memang biasanya warga desa di sini biasanya menyelesaikan panen dan pengepakan sampai malam seperti ini." jelas nyonya Anny sama sekali tidak curiga kepada Tommy.
"benar nyonya, aku tidak melihat freya, apakah dia tidak berada di rumah?" sambil melihat ke segala sisi di rumah itu.
"freya ada di kamarnya" sambil melihat ke arah pintu kamar Freya yang tertutup rapat.
"apakah dia baik baik saja?" tanya Carl cukup khawatir dengan terus menatap pintu itu.
"ya dia baik baik saja, dia tidur setelah ibu membersihkan lukanya, kamu tahu jika anak perempuan tidak boleh meninggalkan bekas luka pada tubuhnya" jelas ibu Anny sambil tersenyum.
Tommy pun ikut tersenyum sabil berjalan ke arah sofa untuk duduk.
"eh ibu lupa beresin ini sebelumnya" sambil mengambil wadah dan plaster bekas membersihkan luka Freya sebelumnya di atas meja.
langsung bangkit dan mengambil wadah dan plastik di tangan ibu Anny.
"biar saya, nyonya istirahat saja"
"hmm baiklah, aku pergi tidur, kamu jangan lupa kunci pintu"
"iya nyonya"
setelah punggung ibu Anny menghilang dari Balik pintu, Tommy langsung memasukkan kantong plastik yang berisikan plaster bekas luka Freya kedalam sakunya.
"tuan, saya telah mengirimkan sampel darah nona freya ke kota, anda bisa melakukan tes DNA di sana, dengan keahlian dan alat yang lebih memadai seharusnya tes itu dapat selesai 1×24 jam."
"ya, aku juga memikirkan hal yang sama, jika tes itu keluar lebih dulu dari mereka, kita bisa langsung membawa Freya ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu, dan walaupun nantinya mereka mendapatkan hasil tes itu, mereka juga tidak bisa melakukan apapun, karena Freya telah bersama kita"
"baik tuan,"
"kamu harus tetap hati hati dan tetap melakukan penjagaan seperti sekarang sampai tes itu keluar, setelah itu, jika positif kamu langsung bawa putriku pulang"
"baik tuan"
*Di rumah sakit.
"tuan, bukan kah dengan penyamaran yang begitu mencolok begini, kita tambah mudah ketahuan?" sambil melihat tampilannya yang memakai masker, kaca mata hitam di tambah dengan topi, sama persis dengan tampilan Aleska yang berada di hadapannya saat ini.
"saat ini misi kita hanya satu, yaitu mengambil hasil tes dengan tidak membiarkan mereka melihat wajah ku, bukan untuk menghindari pertarungan, karena itu mustahil." sambil terus berjalan masuk ke rumah sakit yang di jaga dengan ketat.
tentunya penampilan mereka akan langsung menarik perhatian dari penjaga yang di tempat kan di rumah sakit itu.
tapi Aleska yang berpakaian sama persis dengan Mike, berjalan masuk kedalam dengan berjalan berlawanan arah.
sontak para orang suruhan Tommy langsung mengejar mereka berdua, dan terjadilah perkelahian tak terhindarkan oleh salah satu dari mereka di tangga darurat rumah sakit.
tendangan dan lompatan lompatan lincah mike, lama kelamaan terlihat lemah, melawan beberapa orang sekaligus.
sementara Aleska bertarung dengan Tommy, sebenarnya dia bukan lawan yang sulit untuk Alaska hadapi, hanya saja dia tidak bisa berlama lama membuang waktu meladeni Tommy, dia harus bergerak lebih cepat dan pergi dari sana membawa tes DNA itu sebelum identitas nya di ketahui.
dengan gesit Aleska melompat dari jendela dan berhasil keluar dari rumah sakit itu dengan membawa satu amplop coklat di balik jaketnya.
sampainya dia di grdung terbengkalai di sebelah rumah sakit itu, Aleska langsung merobek dan membakar selembar kertas putih yang bertuliskan rumah sakit itu langsung dengan amplopnya.
aleska mengambil ponsel nya dan mencoba terus menghubungi ponsel mike tapi sama sekali tidak di angkat oleh bocah itu.
"sialan," Aleska kembali berlari ke rumah sakit itu dengan cemas.
baru sampai di lobi rumah sakit itu handphone di sakunya berdering.
dia segera mengambilnya dan melihat nama yang di tunggu-tunggu nya dari tadi.
"apa kamu baik baik saja?" tanya langsung
"halo tuan, sepertinya aku bukan orang yang kamu harapkan" suara di balik telepon bukan milik mike.
"dimana teman ku?"
"hahaha berikan hasil tes DNA itu, lalu kamu boleh bawa dia pergi"
klik...
langsung mematikan sambungan.
@cacacondadevita
terimakasih ya readers semua sudah membuat kalian menunggu cukup lama, mulai hari ini aku usahakan akan update setiap hari.
maka dari itu,dukung dan support aku ya dengan cara like dan komen, boleh juga memberikan hadiah dan vote, aku bakalan sangat berterimakasih.
salam dari aku😘
happy reading 🥰