Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
058 kamar yang suram



"apakah dia begitu senang pindah dari tempat ini?" hati Aleska mencoba menimbang kembali saran untuk pindah rumah dari Hugo melihat Ruby yang sangat senang mendengar akan pindah.


tapi untuk saat ini mungkin, dia hanya bisa menunda dan menyelesaikan tugasnya secepat mungkin agar bisa membawa Ruby pergi dari tempat menyedihkan ini.


*****


"Ruby, kita tidak bisa pindah, setidaknya untuk saat ini kita harus tetap bertahan sedikit lagi, hingga aku bisa membawamu pergi" ucap aleska mencoba memberikan pengertian dengan dengan lembut kepada adiknya Ruby.


"hmm baik lah." Ruby mencoba untuk mengerti, kakaknya pasti mempunyai alasannya sendiri kan, pikir gadis itu.


"cepatlah pergi dan siap siap, apakah kamu tidak akan pergi ke sekolah?" Aleska mengingatkan.


"oh iya aku sampai lupa" Ruby segera pergi meninggalkan mereka bertiga.


"kita bicara di ruangan ku" ucap aleska kembali ke mode dinginnya seperti biasa.


hugo dan Mike yang melihat sikap tuanya berubah sangat cepat saat berbicara dengan mereka berdua,


mereka berdua saling pandang, seolah sama sama mengerti dan bicara lewat tatapan mata mereka berdua (ah habis lah kita)


tapi tetap saja mereka berdua mengikuti langkah Aleska dari belakang dengan patuh.


saat sampai Aleska langsung duduk di kursinya dan mereka berdua otomatis berdiri menghadap ke arah meja Aleska.


*


sedangkan Ruby sibuk dengan mencari sebuah buku di atas mejanya yang sudah berserakan karena ulahnya.


"ah sebenarnya di mana aku menaruh buku itu?" Ruby terus mencoba mencari bukunya di semua laci.


"apakah kamu mencari sesuatu" tanya wanda.


"ya tuhan, kau mengagetkan ku" ucap Ruby melihat ke arah Wanda.


suara wanda yang berdiri di ambang pintu kamar Ruby yang tiba tiba saja datang, tentu sangat membuatnya kaget hingga suaranya sampai terdengar ke ruang belajar Aleska yang sekarang sudah menjadi ruang kerjanya.


"aku sudah berdiri di sini dari tadi sudah sekitar 5 menit, kamu saja yang terlalu fokus membuat semua barang mu berantakan hingga tidak menyadari keberadaan ku" jelas Wanda.


"aku bukan sengaja membuat semua barang ku berantakan, tapi aku sedang mencari sesuatu" ucap Ruby masih sibuk mencari bukunya.


"apakah itu buku dengan sampul kulit bewarna coklat di atas lemari sana?"


Wanda dengan cuek menunjuk ke arah sebuah buku yang terletak masih di atas lemari Ruby di samping tempat tidur.


"kenapa kamu tidak mengatakannya dari tadi?" ucap gadis itu kesal.


"karena kamu baru bilang barang yang kamu cari adalah sebuah buku"


"ah kamu benar juga" (ruby)


"ada apa ini?" suara Aleska mengagetkan mereka berdua


Aleska berdiri di depan pintu melihat kamar Ruby yang berantakan terlihat beberapa buku berserakan di lantai, dan dia terlihat sedang kesal.


tiba tiba Aleska melihat Wanda yang juga berdiri di sudut ruangan dengan tenang.


*****


"apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Aleska dengan nada dingin andalannya.


"hey, kak Aleska kamu jangan salah paham dulu, aku tidak berbuat apapun, malah aku yang membantu ruby" Wanda dengan cepat segera menjelaskan kepada Aleska.


mendengar penjelasan dari Wanda, Aleska menoleh melihat ke arah Ruby.


"kakak, yang di katakan kak Wanda benar, aku tadi berteriak hanya karena kaget, karena dia muncul tiba tiba" tambah Ruby membenarkan apa yang di katakan oleh Wanda.


Aleska kembali mengalihkan perhatiannya kepada Wanda.


"kakak, tadinya aku ingin mencari mu dan mengatakan sesuatu, tapi saat melewati kamar Ruby dia terlihat panik seperti sedang mencari sesuatu jadi saya berniat untuk membatunya"


Wanda tidak tahu kenapa, yang jelas sepertinya dia harus menjelaskan segera mungkin kepada Aleska dengan jelas.


saat dia selesai menjelaskan, Wanda baru menyadari jika Aleska di ikuti oleh dua orang pemuda yang memiliki penampilan cukup mencolok.


Wanda berfikir mungkin mereka adalah dua orang kepercayaan Aleska yang menjadi trending topik di kalangan pebisnis saat ini yang selalu saja membicarakan mereka berdua dimana mereka berada.


karena ini Wanda memutuskan untuk pulang melihat sendiri seperti apa orang yang selalu menjadi bahan pembicaraan bahkan sampai ke benua lain.


karena setiap Wanda pulang ke rumah setiap akhir pekan, wanda selalu saja mengikuti Aleska di setiap kegiatannya, tapi dia tidak pernah menemukan apapun. Aleska setiap hari hanya menghabiskan hari harinya dengan latihan dan membaca buku di ruang belajarnya.


karena ini Wanda merasa sangat penasaran dan ingin segera pulang ke rumah untuk menemui Aleska, padahal saat malam pesta Devano dia di paksa datang oleh ibunya, sampai-sampai dia membuat ibunya emosi saat membujuknya untuk pulang ke rumah dan ikut menghadiri pesta perayaan kakaknya itu.


tapi dia tetap saja keras kepala tidak mau pulang. karena baginya Pesta itu sangat membosankan. dia tidak menyangka akan melewatkan momen dimana Aleska yang merupakan idolanya selama ini menunjukan kemampuannya yang sebenarnya pada saat malam pesta itu.


apa lagi saat Wanda mendengar jika Alaska adalah CEO dari perusahaan keamanan dari Unity Resource Group Wanda langsung melompat dari kasurnya dan segera berangkat pulang untuk menemuinya secara langsung.


bagaimana bisa Aleska bisa menyembunyikan hal besar seperti itu kepadanya selama ini.


Wanda kembali mengamati dua orang yang berada di belakang Aleska, yang satu nya memiliki perawakan agak lembut karena memiliki kulit putih dan tubuh yang agak kurus dan rambut bewarna coklat terang potongan pendek, yang terlihat rapi dan bersih ditambah dengan memakai jas, dia terlihat lebih seperti anak bangsawan yang manja dari pada anak buah Aleska yang Wanda kenal sebagi orang yang sangat keras dan dingin.


yang satunya lagi dia terlihat lebih maskulin, karena dia memiliki rambut bewarna perak dan panjang sampai bahu yang dia ikat serampangan tapi malah terlihat menawan untuk seorang laki laki yang sekaligus memancarkan aura maskulin yang kuat. tapi sepertinya dia tipe orang yang cuek dengan sikapnya yang tidak peduli terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya.


tampaknya kak Aleska dikelilingi oleh orang orang yang menakjubkan." batin Wanda.


"oh, aku lupa memperkenalkan mereka kepada kalian. mereka berdua adalah sahabat ku, ini adalah Mike, saat ini dia bekerja di kantor dengan ku, dan ini adalah Hugo, hmmmmm..." (Aleska menggosok hidungnya dan tidak melanjutkan lagi perkataanya)


"aku tau, dia juga adalah orang kepercayaan kakak di Unity Resource Group"( Wanda melanjutkan perkataan Aleska)


"hmm benar" jawabnya


Ruby memperhatikan mereka berdua, dia mengenali Hugo, dan untuk Mike dia baru pertama kali melihatnya, tapi dia yakin bahwa orang orang yang di pilih sendiri oleh kakaknya pasti orang orang baik, dan jika di perhatikan sepertinya mereka juga bisa berhubungan baik, karena itu Ruby juga memutuskan untuk menganggap merek berdua sebagai kakak, seperti dia kepada Aleska.