
saat tuan David dan devano pulang dari urusan bisnis nya di luar negri Aleska sudah memerintahkan pengawalnya untuk melindungi Ruby secara diam diam.
tapi satu hari yang lalu setelah kedatangan Devano, muncul lagi beberapa orang baru suruhannya untuk menyelidiki mension mereka.
sepertinya saat datang pertama kali Devano penasaran akan suatu hal di mension terpencil itu dan menginginkan informasi lebih banyak.
karena itu dia mengirim direktif Swasta untuk mengumpulkan segala informasi dari mension terpencil ini.
dan setelah mengetahui ini Aleska langsung memerintahkan pengawalnya untuk menghabisi setiap orang yang mencoba mendekat ke mension mereka.
dan hari ini salah satu pengawal Aleska mengikuti salah satu orang suruhan Devano dan mendengar dia melaporkan situasi yang sangat sulit mereka hadapi di mension sisi timur dan mengatakan jika mereka tidak sanggup melanjutkan penyelidikannya lagi kepada devano.
mungkin Devano akan datang sendiri ke mension sisi timur untuk melihat situasinya langsung, pikir pimpinan pengawal Aleska yang berjaga di sekitar mension untuk melindungi Ruby.
dan pengawal tersebut segera mengambil handphone nya dari dalam saku nya dan langsung menghubungi Aleska.
zzzzztttttttt... zzzzztttttt.....
Aleska merasakan handphon dari balik sakunya bergetar dan segera menerima telfon itu.
"ada apa?"
"tuan, salah satu orang yang berkeliaran di sekitar mension sedang melaporkan situasinya kepada Devano, mungkin setelah mendengar mereka gagal devano akan datang sendiri ke mension untum melihat situasinya secara langsung." lapor orang suruhan Aleska.
Aleska melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, masih menunjukan jam 3 sore.
"ah sial, apakah saat ini Ruby sedang berada di rumah?" tanya aleska teringat biasanya jam segini ruby sudah pulang sekolah dan sedang menghabiskan waktunya di mension.
"benar tuan"
"jangan lakukan apapun, biarkan saja dia, aku akan segera pulang"
setelah menerima laporan dari pengawalnya Aleska langsung segera pulang ke rumah secepat mungkin, agar dia lebih dulu sampai dari Devano, yang saat ini mungkin juga akan segera menuju mension tempat mereka tinggal.
saat sampai, Aleska dengan sengaja memarkirkan mobilnya tepat di halaman depan, dan menutup kembali pagar seperti semula, untuk memberikan kesan kalau dia memang kebetulan telah berada di rumah untuk waktu yang cukup lama.
setelah itu Aleska masuk kedalam rumah dan melihat Ruby yang sedang sibuk di dapur.
"apa yang kamu lakukan?"
ruby yang mendengar suara kakaknya langsung menoleh ke belakang.
"kakak, ah mengagetkan ku saja.
aku sedang membuat steak untuk makan malam nanti dan merayakan hari pertama kakak bekerja"
"hmmm"
"kakak duduk lah terlebih dahulu, ini sudah hampir selesai, karena kakak sudah pulang kenapa kita tidak langsung makan saja?"
"hmm kedengarannya cukup bagus, aku juga sudah mulai lapar"
"kalau begitu, baik lah kakak tunggu sebenar"
"hmm"
Aleska menjawab Ruby hanya dengan sedikit anggukan, karena dia masih merasa sedikit kaku karena kejadian pagi tadi, tapi sepertinya Ruby telah melupakannya.
benar saja Aleska hanya menunggu sekitar tiga menit dan Ruby sudah mulai menghidangkan dua piring steak dan beberapa makanan pelengkap lainya.
"apakah kakak suka?, ini pertama kali nya aku memasak steak!"
"iya, ini cukup enak."
"tapi kenapa kakak hari ini pulang cepat, apakah pekerjaannya cukup mudah dan cepat selesai?"
Ruby bertanya kepada Aleska sambil menuangkan air mineral kedalam gelas yang ada di hadapan Aleska.
saat Ruby bertanya dia siapa, Devano malah minta maaf dan mengatakan jika dia tersesat, tentu saja ini membuat alyeska menaikan sebelah alisnya, tapi dia tidak mengatakan apapun.
"oooh jadi kamu tersesat, apa kamu akan kembali pulang? mau saya antar?"
Ruby bertanya kepada Devano dengan wajah serius membuat dia tambah terlihat sangat imut.
Aleska hanya menatap ke arah Ruby yang menawarkan akan mengantar Devano pulang dengan mata kagum, kenapa adikku memiliki pesona yang sangat besar, dan sekaligus bodoh?. membuat setiap orang yang melihatnya ingin memilikinya.
Aleska melirik mata Devano yang seperti ingin mengambil Ruby untuk dirinya sendiri.
tapi mendengar Ruby bertanya dengan polos kepadanya dan menawarkan akan mengantarnya pulang, Devano reflek melihat ke arah Aleska.
dan devano tiba tiba merasa takut jika aleska mengatakan kepada Ruby kalau rumah yang di maksud Ruby akan mengantarnya adalah ke mension utama.
dia tidak ingin melihat wajah cantik yang polos dan sangat ramah ini akan berubah menjadi takut dan menjauhinya, jika Ruby mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya.
Aleska menyadari ada kekhawatiran di mata Devano dan dia terlihat sedikit memohon kepada Aleska agar tidak memberitahu Ruby tentang identitas dirinya yang sebenarnya.
melihat ini Aleska yang biasanya memang selalu dingin seperti gunung es juga hanya diam menyaksikan situasi di depannya saat ini dan sama sekali tidak ingin membantu Devano.
sebenarnya Aleska dengan sengaja ingin menggunakan kesempatan ini untuk melihat bagaimana Devano bertindak dan menyelesaikan masalah dan ketakutannya sendiri .
"tidak perlu, aku akan pergi sendiri,"
Devano menolak niat baik rubyy yang ingin mengantarnya pulang.
"hmm kalau begitu aku akan mengantarmu sampai di gerbang depan saja bagaimana?"
Ruby bertanya sambil berjalan ke arah dimana Devano berdiri untuk mengantarkan nya sampai ke gerbang depan mension mereka dan berniat akan menunjukan arah yang benar kepada Devano nanti.
Ruby dengan sederhana dan polos berfikir jika Devano mungkin saja tersesat di hutan Pinus dan akhirnya sampai ke mension mereka.
karena Ruby tidak mengetahui jika hutan Pinus tidak sesederhana itu.
melihat Ruby yang berjalan pergi meninggalkannya begitu saja, Alesja merasakan jika seseorang akan merebut sesuatu dari nya.
"Ruby, tunggu dulu, biar kakak yang mengantarnya keluar"
sebelum Ruby melangkah keluar pintu Aleska sudah menyusul dan menghentikannya dengan gerakan yang gesit.
"hmm baik lah, aku akan tunggu kakak di dalam"
"bagus"
devano yang melihat Ruby di hentikan oleh Aleska untuk mengantarnya keluar merasa sedikit kecewa.
Aleska berjalan keluar terlebih dahulu melewati tempat dimana devano masih berdiri melihat ke arah Ruby yang tidak jadi akan mengantarnya ke depan.
*****
"kenapa kamu masih di sana? apakah kamu tidak ingin pergi?"
"ah yaaa"
devano di kaget kan oleh suara Aleska yang cukup kuat.
dan dia segera berjalan ke luar mengikuti langkah Aleska dari belakang.
saat sampai di depan gerbang Aleska berhenti dan membalikan badannya ke belakang menghadap ke arah Devano
"kenapa kamu kemari"
"bukan urusan mu, aku bebas memasuki seluruh sisi mension, termasuk ke sini."
"jadi begitu, sepertinya kamu cukup santai dan memiliki banyak waktu untuk jalan jalan hingga tersesat ke sisi mension terpencil ini."