
tiba tiba Ruby merasakan sebuah tangan besar yang memeluk tubuhnya dari belakang.
seketika tubuhnya merasa kaku. otaknya masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi.
sedang kan Aleska karena dia gemes melihat tingkah Ruby yang sangat lucu jadi dia memeluk tubuh gadis itu.
"sepertinya tidak apa apa jika hanya seperti ini." ucap Aleska tepat di belakang telinga Ruby dengan suara pelan, sebenarnya kalimat itu dikatakannya kepada dirinya sendiri dan sekaligus untuk menenangkan gadis itu.
mendengar Aleska bicara seperti itu tubuh ruby yang awalnya terasa kaku karena terkejut kini berangsur angsur merilekskan tubuhnya.
*****
entah karena rasa nyaman atau karena dia telah sangat mengantuk, tidak perlu waktu lama bagi Ruby untuk langsung tertidur nyenyak dalam pelukan Aleska.
Aleska pun yang awalnya sangat sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas sekarang juga mulai merasa ngantuk, mungkin ini karena efek dari tubuh lembut Ruby yang berada dalam pelukannya.
tubuh gadis itu terasa sangat pas dalam pelukannya. ditambah aroma alami tubuh Ruby yang membuatnya semakin rileks seketika mereka berdua tertidur dengan rasa nyaman dan hangat.
pagi biasanya, saat masih dini hari, Aleska akan bangun terlebih dahulu dari Ruby, seperti kebiasaannya dia akan pergi dari ruangan itu untuk menghindari bertemu dengan Ruby saat gadis itu baru saja bangun.
Aleska akan langsung ke lapangan dan memulai latihan terlebih dahulu sambil menunggu Ruby bangun.
dan dengan sendirinya menghampirinya ke lapangan untuk memulai latihan mereka.
biasanya saat Ruby sampai di lapangan maka Aleska sudah hampir di penuhi keringat akibat dia telah berolah raga cukup lama hingga Ruby datang.
tapi berbeda dengan pagi ini. Aleska membuka matanya dan menyadari ini masih terlalu pagi, karena dia telah terbiasa bangun terlebih dahulu dari Ruby.
tapi Aleska bukanya bangun dan melepaskan tangan nya dari tubuh gadis itu, tapi dia malah kembali memejamkan matanya dan mengeratkan kembali pelukannya pada tubuh gadis itu.
Ruby yang merasakan tubuhnya sedikit bergeser karena ulah Aleska, jadi Ruby juga ikut mengerakkan badannya menyesuaikan tubuhnya dengan gerakan Aleska untuk mencari posisi yang lebih nyaman.
melihat respon seperti itu dari Ruby, Aleska tersenyum cerah ke arahnya yang masih menikmati mimpi di alam bawah sadarnya.
kini posisi mereka saling berhadapan dengan dada bidang Aleska yang menjadi bantal bagi kepala gadis itu, dan tangan Aleska yang melingkar di pinggang rampingnya. sepertinya gadis kecil itu benar benar nyaman dalam posisi tidurnya saat ini.
Aleska yang awalnya ingin kembali menikmati tidurnya kini matanya malah terbuka lebar memperhatikan setiap detail wajah Ruby.
bulu matanya yang lentik, hidung mungilnya yang mancung dan bibir merahnya yang ranum, serta rambut panjang ruby yang berserakan tercium sangat wangi di hidung mancung Aleska.
Aleska memejamkan matanya menikmati setiap kulitnya yang bersentuhan dengan Ruby dan menikmati aroma gadis itu, tapi Aleska tetap saja tidak bisa melakukan hal hal yang lebih dari ini. bahkan seperti ini saja sudah sangat tidak pantas, tapi dia berjanji pada dirinya sendiri jika dia hanya akan melakukan sebatas ini dan tidak lebih.
saat matahari sudah mulai menyinari bunga bunga di taman dan perlahan cahayanya mengenai wajah Ruby karena jendela kaca kamarnya tidak tertutup oleh tirai saat Aleska menutup jendela itu tadi malam.
dia hanya membiarkan nya begitu saja, hingga cahaya matahari langsung menyilaukan mata Ruby, hingga dia terbangun dan pelan pelan membuka matanya.
Ruby merasa sesuatu menghimpit perutnya tapi tidak terlalu berat dia merasakan dengan tangannya di balik selimut, tapi dia merasakan itu seperti tangan seseorang, sekarang Ruby kembali ingat tadi malam Aleska memeluknya. jadi dia mengangkat wajahnya dan melihat sedikit ke atas ternyata benar itu adalah Aleska, dan sekarang kenapa wajahnya sangat dekat dengan wajah kakaknya itu, Ruby mulai memperhatikan di sekitarnya.
"hah, kenapa kepalaku berada disini.
kenapa aku menjadikan dada kak aska sebagai bantal, "
ruby dengan hati hati mengangkat kepalanya agar Aleska tidak terbangun, karena jika dia sampai bangun, entah apa yang di pikirkan nya jika aku menempel padanya seperti ini. pikir Ruby dalam hatinya.
sebenarnya dari awal Aleska sudah bangun, tapi karena merasakan adanya gerakan dari Ruby dia kembali menutup matanya dan pura pura tidur untuk melihat seperti apa reaksi Ruby.
tapi tidak seperti yang di takutkan nya, ternyata gadis itu bagun dengan tenang sepertinya dia tidak ingin membangun kan aku. pikir Aleska, yang merasakan Ruby bangun dengan perlahan.
Aleska sedikit membuka sudut matanya memperhatikan ekspresi Ruby.
tapi sepertinya tidak ada ekspresi yang di khawatirkan Aleska pada wajah Ruby.
ah syukur lah jika dia baik baik saja, dan tidak berfikir jika aku berniat jahat kepadanya.
Aleska membiarkan Ruby keluar dari kamarnya seperti biasa, gadis itu akan pergi ke kamarnya sendiri untuk mandi dan membersihkan dirinya.
setelah mendengar suara pintu yang di tutup oleh Ruby, Aleska membuka matanya.
dia juga segera bagun dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
setelah selesai Aleska langsung pergi ke area tempat biasa dia dan Ruby melakukan latihannya setiap pagi sebelum gadis itu berangkat ke sekolah.
Aleska langsung memulai pemanasan tidak lama setelah itu Ruby juga datang.
wajahnya terlihat heran menatap ke arah Aleska.
bagai mana dia sudah berada di sini dengan tubuhnya yang sudah di penuhi keringat, sementara pagi ini aku yang bagun terlebih dahulu.
ah sudah lah, aku harus cepat cepat, jika tidak aku akan datang terlambat ke sekolah.
Ruby juga segera melakukan pemanasan, setelah merasa cukup dia langsung berjalan ke arah Aleska dan memulai latihan mereka berdua.
tidak lama kemudian Aleska juga menghentikan latihan mereka.
"ada apa kak?"
pagi ini kita latihan segini saja, mulai sekarang kita akan melakukan latihan pada malam hari karena aku akan mengajarkan teknik ilmu beladiri yang baru kepada mu.
Aleska mengingat bahwa Ruby harus lebih kuat, karena mungkin saja kedepannya bahaya yang lebih besar akan menanti mereka.
"hmm baik lah, kalau begitu aku akan siap siap untuk berangkat ke sekolah" Ruby langsing membalikan badannya untuk pergi dari sana.
tiba tiba langkahnya di hentikan oleh suara Aleska.
"ruby tunggu dulu"
mendengar ini Ruby segera membalikan badannya menghadap ke arah Aleska.
Aleska melangkah pelan mendekat ke arah Ruby.
"tunggu aku," ucap Aleska singkat.
"hmm??" setelah sampai di hadapan Ruby dia memegang tangan gadis itu dan berjalan masuk ke dalam mension.
Ruby yang kaget karena Aleska tiba tiba menggenggam tangannya hanya diam dan mengikuti langkah pria tampan itu dari belakang.
pagi itu Aleska mengantar Ruby pergi ke sekolah seperti biasa.
dan akan langsung berangkat ke kantornya setelah itu.
saat sampai di kantornya terlihat Mike sudah berdiri di depan pintu ruangannya yang sedang menunggu nya.