Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
044 melihat sisi lain Aleska



tapi sebenarnya di sini Aleska lah yang paling banyak melakukan pekerjaan berbahaya yang bisa saja melukainya setiap saat.


ataupun perannya di perusahaan yang sangat penting, selain memang dia adalah pendiri sekaligus adalah pemimpin di perusahaan. aleska bisa dengan mudah menjinakkan setiap investor dan pemegang saham hingga berada di dalam genggamannya, ini adalah lah hal yang tidak bisa di lakukan oleh semua orang.


*****


*Aleska sibuk mencoba menenangkan dirinya sendiri dengan menyelusuri jalan kecil di belakang mension nya untuk menghilangkan rasa kesal yang dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya, tidak mungkin karena Ruby mengusirnya kan?


bukan kah selama ini dia memang sengaja menjauhi Ruby, tapi saat rubyy mengusirnya harusnya dia merasa senang, tapi ini kenapa Aleska malah merasa kesal.


Aleska terus berjalan melewati lapangan hijau tempat biasa dia olahraga dan lari pagi, hingga tampa sadar Aleska telah melewati pagar halaman belakang.


hingga aleska sampai ke jalan kecil dan berjalan di bawah lampu lampu jalan yang berbaris rapi, seolah oleh dia ikut menemani Aleska malam ini.


walaupun jalan kecil ini sangat jarang di lewati oleh seseorang tapi lampu jalan dan fasilitas lainya masih sangat terawat semenjak Aleska membawa pelayan yang di berikan oleh nyonya Amanda, sepertinya mereka melakukan pekerjaannya dengan baik.


Aleska terus berjalan sambil menendang apapun di yang dia temui di jalan.


*Mike dengan sedikit mengendap-endap terus menelusuri jalan yang di katakan oleh Hugo kepadanya, untuk bisa menemukan aleska. tapi tidak lama Mike semakin memperlambat langkahnya dan bergerak dengan sangat hati hati, agar tidak ada orang yang menyadari keberadaanya.


Mike dan Hugo sangat ahli dalam menyamarkan keberadaan mereka, entah itu di tengah keramaian atau pun di tempat sepi di bawah sinar bulan yang sedikit redup seperti sekarang.


entah itu karena mereka berdua telah memiliki keahlian ini sejak awal atau karena mereka telah terbiasa bekerja pada Aleska secara sembunyi sembunyi dalam melakukan setiap pekerjaan mereka, hingga sampai saat ini belum ada siapapun yang menyadari keberadaan mereka di sekitar Aleska.


Mike tiba tiba menghentikan langkahnya ketika dia melihat punggung Aleska, tapi tidak ada siapapun di sana selain dirinya.


Mike menyipitkan mata nya mencoba mengamati di sekitar Aleska dengan lebih teliti, tapi tetap saja dia tidak melihat adanya tanda tanda kehadiran seseorang.


apakah Hugo benar benar telah membohongi ku? batin Mike


"tapi tunggu, apakah itu benar benar tuan kami?"


Mike baru menyadari tingkah Aleska yang seperti anak kecil yang habis di marahi ibunya. karena dia terlalu fokus mencari keberadaan seseorang yang di temui oleh Aleska di sana.


dia melihat Aleska menendang nendang batu kecil di jalan hingga juga sedikit melompat untuk menendang tanaman pagar yang berbaris rapi di pinggir jalan.


"apa salah mereka?"


Mike merasa kasihan kepada tanaman itu.


Mike merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat nya, selama bertahun tahun Mike telah mengikuti Aleska.


Aleska adalah orang yang paling dingin yang pernah Mike temui, Aleska hanya akan bicara seperlunya saja dan selalu terlihat tenang, tidak pernah terlihat riak apapun di wajahnya.


tapi Mike tahu jika Aleska peduli kepadanya dan juga kepada Hugo dan satu hal lagi, apapun yang di lakukan oleh Aleska akan selalu saja membuat Mike kagum setiap saat.


karena Mike menyukai perasaan nya ini, Mike setiap saat menantikan hal mengagumkan lainnya yang akan di capai oleh aleska di masa depan, karena ini Mike sampai sekarang setia berada di sisi aleska.


tapi sekarang dia seperti melihat orang lain pada diri Aleska, Mike mencoba mendekati Aleska untuk memastikan apakah itu benar adalah dia.


*****


"tuan.....?"


kenapa dia tidak merespon, apakah itu benar benar bukan dia. Mike maju ke depan beberapa langkah mencoba lebih dekat kepada aleska.


"haaaaaa..... "


teriak Mike terkejut karena Aleska tiba tiba membalikan badannya membuat Mike terjatuh kebelakang karena terkejut.


"ya tuhan, aku sangat terkejut"


"kenapa kamu kemari?"


Aleska melihat ke bawah di mana Mike masih dalam posisi saat dia terjatuh di tanah.


"tuan, ternya itu benar benar anda"


"apa maksud mu?"


sepertinya Mike salah bicara, hingga membuat wajah Aleska tampak lebih kesal.


Aleska mendekati Mike yang masih terduduk di tanah. mungkin dia kesal karena Mike melihat sisi lain dirinya.


"apakah aku terlihat seperti orang lain?" tanya nya dengan wajah menyeramkan, tapi apa yang di dengar oleh Mike adalah, (apakah kamu ingin mati?) tentu saja itu membuat dia ketakutan.


"tidak tuan, sama sekali tidak, dimana pun anda berada setiap saat anda tetap terlihat sangat berwibawa"


mendengar ini, bukanya Aleska menjadi senang, dia malah memasang wajah seperti ingin membunuh seseorang.


(ya tuhan apakah aku salah bicara lagi)


pikir Mike mencoba mengingat ingat kembali apa yang barusan dia katakan.


tidak jauh dari sana Hugo memperhatikan mereka berdua di bawah redupnya cahaya bulan.


(sudah aku katakan jika lebih baik menunggunya bersamaku). sambil tersenyum jahil.


*


keesokan hari nya saat masih pagi Devano sudah berada di kantornya dan sibuk dengan beberapa berkas yang ada di tangannya untuk memastikan kembali semua persiapan untuk pesta perayaan pengalihan perusahaan Adolf Hitler Corp (AHC) dari nenek devano menjadi miliknya nanti malam sudah beres.


dari pagi berita tentang pengalihan kepemilikan perusahaan Adolf Hitler Corp (AHC) sudah memenuhi setiap halaman pertama dari berbagai majalah dan berita di sosial media.


sementara itu Ruby seperti biasa akan berangkat ke sekolah di antar oleh Aleska.


"ayo cepat naik" perintah Aleska.


Aleska meneriaki Ruby yang berdiri di depan pintu sibuk memeriksa ransel yang sedang dia sandang.


"kakak tunggu sebentar ada sesuatu yang ketinggalan" jawab gadis itu sambil berlari kembali kedalam rumah dan naik ke lantai dua dan masuk kedalam kamarnya.


"ah di mana aku meletakkannya?" ruby melihat ke sekitar kamar nya mencari benda yang dia cari.


"ah ini dia, kenapa aku sampai lupa tadi malam aku meletakkan nya di atas meja rias." ucapnya berbicara kepada dirinya sendiri dan segera memasukan benda itu ke dalam tas ransel yang di bawanya.


lalu dia kembali berlari ke bawah dimana Aleska sudah menunggunya.


"hey jangan lari lari" perintah Aleska lagi.


entah sejak kapan Aleska mulai memperlihatkan perhatian kecilnya kepada Ruby.


"aku takut kakak menunggu lama" jawab Ruby apa adanya.


"lain kali jangan berlari lari lagi"


"hmmmm.... sambil mengangguk anggukan kepalanya"


melihat itu, Aleska segera menginjak pedal gas mobilnya dan melaju pergi meninggalkan mension keluarga davidson.


selama di perjalanan Ruby hanya diam dan duduk dengan tenang sambil melihat pemandangan ke luar jendela mobil dan Aleska juga hanya fokus melihat ke depan mengemudikan mobilnya.


"kakak?" panggil ruby memecahkan keheningan di dalam mobil.


"hmm?...." respon Aleska tanpa melihat ke arah Ruby.


"hmm ..... " Ruby terlihat sedikit ragu bertanya kepada kakaknya.


"ada apa?" tanya nya lagi karena melihat keraguan di wajah gadis itu.