Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
026 Tidak Memiliki Derajat Yang Sama



tidak lama setelah itu mobil Amanda memasuki pagar sebuah rumah mewah dengan memiliki taman yang sangat luas.


mobil amanda perlahan melewati tanaman hias dari spesies yang cukup langka, hingga mobilnya berhenti di samping taman air mancur yang di desain seperti lingkaran besar dan satu lingkaran lebih kecil dengan patung singa laut yang mengeluarkan air dari mulutnya ke langit dan jatuh di kolam ikan koi tepat di sebelah kolom lingkaran besar tersebut.


Amanda keluar dari mobil dengan seseorang yang telah berdiri menyambutnya di depan pintu utama.


"selamat datang kembali nona Amanda," sapa pelayan Amanda yang masih tetap memanggilnya dengan sebutan nona walaupun sekarang Amanda sudah menikah dan memiliki anak tapi saat pulang ke rumah orang tuanya dia tetap di perlakukan seperti putri kesayangan mereka.


"apakah mama ada di rumah" tanya Amanda tidak sabar


"ada nona, silahkan masuk, beliau sudah menunggu nona di dalam." jelas pelayan separuh baya itu.


"baik" amanda segera berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti oleh pelayan pribadi ibunya.


"mama?"


amanda memanggil ibunya yang duduk di atas kursi yang terlihat sangat nyaman sambil meminum teh di gelas yang di pegang nya.


ibu amanda adalah perempuan tangguh yang menjalan kan perusahaan keluarga mereka seorang sendiri semenjak suaminya meninggal.


dan juga sangat memanjakan putrinya, ibunya memiliki aura seorang pemimpin yang sangat kuat walaupun di usia nya sekarang yang sudah mencapai 60 an, tapi ibu Amanda masih sangat bugar dan sehat, sekuat apapun, dia tetap lemah lembut dan penuh kasih di hadapan putrinya.


"Hay sayang , apa yang terjadi?, kamu sangat jarang pulang ke rumah untuk melihat ibu mu ini, apakah terjadi sesuatu?" ucap ibu amanda yang sangat cepat menebak maksud dan tujuan putrinya.


"mama, aku ingin minta sesuatu kepada mu" sambil duduk di samping ibunya.


"apa? katakan lah, putri ibu sangat jarang meminta sesuatu." Ibunya ingat terakhir kali Amanda meminta sesuatu sekitar 15 tahun yang lalu, ketika David membawa kembali seorang gadis dalam perjalanan pulang dari perjalanan bisnisnya ke negara bagian rumania.


Amanda meminta ibunya untuk menekan perusahaan suaminya, David, untuk memberikan peringatan kepada suaminya itu, Jika David melakukan sesuatu terhadap pernikahan kedua dengan wanita yang malang itu, seperti mempublish pernikahan mereka kepada umum atau pun memberikan hak yang sama istri keduanya.


maka amanda yang memiliki keluarga yang besar dan berpengaruh di belakangnya akan bersedia mendukungnya dengan sepenuh hati, dan melawan perusahaan david.


sedangkan perempuan yang dibawa oleh David tersebut hanyalah seorang gembel yang di pungut nya di pinggir jalan di suatu tempat, yang tidak memiliki kekuatan atau memiliki sesuatu apapun selain wajahnya yang lumayan cantik untuk menggoda para lelaki.


*****


setelah Amanda berbicara kepada ibunya dia pergi meninggalkan kediaman orang tuanya dan pergi kembali menuju rumahnya.


di atas mobil dalam perjalanan kembali Amanda mengambil ponselnya untuk menelfon putranya Devano.


"hallo ma" jawab putranya di seberang sana.


"sayang kamu dimana sekarang?" tanya Amanda.


"aku lagi di kantor ma, sekarang aku mau siap siap untuk pulang" sambil melirik jam di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukan pukul 5 sore, saat ini musim semi di Jerman.


"baik lah, mama akan tunggu kamu di rumah, ada sesuatu yang ingin mama bicarakan" ucap Amanda dengan masih mempertahankan ketenangan nya.


saat di perjalanan pulang Devano terus berfikir dengan gelisah.


"apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh Aleska, bagaiman dia bisa seperti sekarang, bukankah bocah itu tidak pernah sekolah atau melakukan sesuatu yang lain.


dari data yang di berikan oleh Jean, dia sekitar satu tahun terakhir baru mulai belajar sekolah, walaupun sekolah itu adalah sekolah terbaik di negara mereka, tapi tetap saja tidak akan bisa memberikan kemampuan yang seperti sekarang terhadap aleska.


apalagi dia baru masuk sekitar satu tahun yang lalu, apa sebenarnya rahasia bocah ini?"


isi pikiran Devano yang terus menebak nebak rahasia yang di sembunyikan oleh aleska.


Devano yang sudah sampai di depan gerbang mension utama tiba tiba memutar stir mobilnya ke arah timur dan terus melaju melewati jalan sepi di bawah pohon Pinus yang berbaris rapi di sisi jalan.


hingga Devano sampai ke sebuah gerbang kecil tempat Aleska dan adiknya Ruby tumbuh besar. Devano berfikir sejenak untuk masuk, tapi di wajahnya terlihat ragu ragu, karena dia tidak pernah memiliki minat untuk memasuki area ini, tapi dia sekarang, dia begitu penasaran dan ingin masuk.


akhirnya Devano memutuskan untuk masuk.


kreeeeetttt....bunyi suara pagar saat di tarik oleh Devano agak lebar, sepertinya gerbang ini sangat jarang di buka dengan lebar atau bahkan tidak pernah sekali pun, terlihat jelas bekas yang di tinggalkan, hanya pas untuk di lewati oleh satu orang.


Devano berfikir, ini terlalu aneh untuk tempat tinggal seorang anak dari Davidson walaupun selama ini tempat tinggal mereka di pisah dari mension utama, tapi ini sedikit keterlaluan, batinnya.


devano terus berjalan menelusuri taman yang penuh dengan bunga liar, tapi jelas terlihat di rawat dengan baik.


devano menghentikan langkahnya karena sedikit terpaku menatap taman indah di depannya, pemandangan ini memberikan Devano suatu suasana baru yang belum pernah dirasakannya sebelum ini.


"apakah taman ini mewakili pemiliknya?"


devano terus berbicara pada dirinya sendiri.


dan memikirkan tentang Aleska yang selalu terlihat misterius dan penuh teka teki


Devano melihat bunga liar ini dirawat dengan baik.


itu sama sekali tidak sama dengan bunga mawar yang tumbuh dalam pot yang indah dan mahal, tapi mereka memiliki pesonanya sendiri.


batin devano sambil terus memandangi bunga indah itu.


Devano terus melangkah memasuki bangunan yang terlihat sedikit tua tersebut, Devano melihat pintu terbuka dengan lebar, seakan akan pemiliknya tidak menakuti siapa pun yang akan masuk ke dalam rumah mereka atau bahkan sebaliknya, mereka terlalu ceroboh dan percaya diri dengan tidak mengetahui siapa lawan mereka.


devano terus melangkahkan kakinya melewati pintu dan melihat pemandangan di depan nya, pemandangan ini bahkan lebih mengejutkan.


"ini sama sekali bukan bangunan tua yang terlantar dan tidak terawat, keadaan di luar jauh berbeda dengan ke adaan di dalam rumah, ini bagai langit dan bumi. apa sebenarnya maksud semua ini?."


devano berbicara pelan pada dirinya sendiri melihat pemandangan yang ada di depannya, ini lebih terlihat seperti aku tersesat ke rumah sebuah keluarga yang hidup bahagia bersama satu orang putri mereka.