Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
124 Sniper Handal



*Di kediaman keluarga Carllyss


nyonya Camelia dengan gesit menyambar tas yang berada di atas meja riasnya, dan dengan cepat menyusul Carllo putra nya.


"mama mau kemana?" tanya Carllo melihat mamanya juga sudah dengan penampilan rapi seperti ingin keluar rumah.


"mama ikut" ucapnya singkat, dan tidak memperdulikan ekspresi wajah Carllo.


"kamu mau pergi ke acara konferensi pers nya Aleska kan?" sambung Camelia lagi.


"iya, tapi mama mau kemana?, situasi di sana tidak aman, terlalu beresiko kalau mama ikut" terang nya dengan sabar kepada mamanya itu.


karena Carllo tahu, jika Aleska bukan orang sembarangan, dia tidak akan membiarkan berita tentang Ruby bocor lagi seperti ini setelah dia berhasil meredam scandal itu sepenuhnya, pasti ada orang yang lebih besar dan lebih berkuasa di balik itu.


ya mungkin dia adalah orang yang tidak bisa Aleska lawan, batin Carllo.


"mama, tonton saja siaran langsung nya di rumah, aku mohon" ucap Carllo memohon kepada ibunya.


"ya baik lah," ucap Nyonya Camelia menyerah, dan tidak ingin terlalu berdebat dengan putranya itu.


Camelia dengan tenang menyaksikan putranya Carllo pergi dari rumah dengan mobilnya.


"aku tidak bisa cuma diam saja di rumah kan, apa lagi setelah Carllo mengatakan situasi di sana tidak aman, bagaimana jika Ruby tersakiti lagi" ucapnya khawatir.


dan seketika ekspresi nya berubah misterius, jelas dia sudah mempunyai rencana nya sendiri.


*Di perjalanan suasana masih tenang seperti sebelumnya, dua mobil itu secara bertahap terlah keluar dari hutan pinus memasuki pusat kota.


tiba tiba saja ban mobilnya meletus..


zziiiiiiiit..... suara ban mobil Aleska yang menyebabkan mobilnya berputar putar di aspal.


dia memegang stir mobilnya kuat dengan satu tangan, dan tangan lainya menahan tubuh Ruby agar tidak terhempas ke depan.


setelah beberapa putaran akhirnya mobil itu berhenti di pinggir jalan, membuat sedikit kemacetan di sana.


dia melihat kesamping memastikan keselamatan Ruby, melihat gadis itu sedikit ketakutan dan shock, mata Aleska dengan tajam memindai sekeliling mencari keberadaan sniper yang membidik mobil mereka.


"tuan? apakah anda baik baik saja?" tanya Hugo dengan nafas ngos-ngosan dan wajah khawatir.


"ya aku baik baik saja" ucapnya.


duufff.....taaaang....... suara tembakan yang membidik ban mobil lainnya.


ahhhkkkk.... suara teriakan Ruby, sambil menutupi telinganya.


seketika Aleska dan Hugo melihat ke belakang dimana mobil yang dinaiki oleh Hugo dan Mike sebelumnya menjadi sasaran bidikan orang itu.


"untung saja aku keluar lebih cepat" ucap Mike berlari ke arah Aleska.


sontak Hugo dan Mike langsung lari berlindung di balik mobil Aleska, sambil mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke arah sniper itu berada.


tapi lain dengan Aleska, dia meraih kotak panjang yang berada di kursi belakang dan mengeluarkan senapan semi-otomatis dan anti-material dengan tipe Barrett M82 (Amerika Serikat). yang dapat membidik musuh yang bersembunyi di balik penutup dan dinding, karena amunisinya yang kuat dapat menembus batu bata dan beton.


Karena dia tahu sneper bukan sesuatu yang bisa di taklukkan dengan hanya menggunakan pistol, karena jarak uang cukup jauh di antara mereka.


tapi orang yang mau Aleska bidik malah tiba tiba lari menjauh.


Hugo yang juga menyadari itu, langsung keluar dari persembunyiannya.


ya, dengan hanya bermodalkan mata tajamnya dan indra kepekaan yang tinggi serta tingkat waspada dan sensitif nya sangat kuat, dia dapat mengetahui dengan jelas posisi lawannya.


"mereka sudah kabur" ucapnya kepada Aleska.


"benar, cari tahu siapa mereka"


"baik tuan, tapi yang jelas mereka hanya ingin menghentikan kita, karena mereka hanya menembak ban mobil dua kali tembakan, tidak lebih dan sepertinya juga tidak berniat melukai siapapun."prediksi Hugo.


"mungkin ini juga sekaligus peringatan untuk kita untuk menghentikan kegiatan konferensi pers ini" timbal Aleska.


"benar tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Hugo.


"kita tetap harus berangkat" ucap Aleska sambil melihat ke arah Ruby.


"apa kamu baik baik saja?" tanyanya.


sementara itu Hugo dengan cekatan langsung menelfon memanggil anak buahnya yang lain untuk membawakan mereka mobil baru, kali ini dia meminta mobil anti peluru.


"apa yang terjadi?" Ruby balik bertanya dengan wajah pucat.


Aleska memajukan tubuhnya dan memeluk Ruby.


"bukan apa apa, kamu tenang saja ok?" bujuk Aleska.


*hallo readers😌, selamat malam.


dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.


jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.


juga membuat Author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰


salam hangat dari Author 🤗