
*di markas Aleska
dia mengarahkan seluruh orangnya untuk melacak semua penerbangan dengan helikopter, dan memblokir semua daratan yang kemungkinan tempat helikopter itu mendarat.
tapi setelah 24 jam dia masih tidak menemukan informasi apapun yang berarti.
"bagaimana gerak gerik nyonya Amanda"
"semuanya normal tuan, tapi beberapa bulan yang lalu, ada seseorang bernama Orlando datang ke Rumania mencari informasi tentang kami, dan ternyata dia adalah orangnya nyonya Amanda" jelas Hugo.
"tapi ini di luar kemampuan Amanda, kalaupun dia terlibat, pastinya ada campur tangan pihak luar" analisa Aleska.
"tuan, jika begini saya semakin curiga dengan keterlibatan putra mahkota, tapi untuk menyelidikinya langsung kita tidak bisa mengirim sembarangan orang ke sana" ucap Hugo sedikit tertekan memikirkan jalan keluar.
"aku sendiri yang akan ke sana" ucapnya dengan mata yang penuh tekad.
"tuan itu terlalu bahaya"
"tidak, aku ke sana bukan untuk melawannya, melainkan untuk membuat kesepakatan" ucap Aleska ambisius.
"apa maksud Anda" tanya Hugo lagi.
"aku yakin, dia melakukan ini semua karena merasa posisi nya terancam, dan dia ingin menekan ku melalui Ruby, dan kita semua tahu, hal yang dia inginkan adalah hal yang tidak aku inginkan sama sekali, jelas dia ingin membuat pertukaran itu dengan ku." jelas Aleska.
"maksud anda tahta?" ucap Hugo sedikit ragu sambil menaikkan satu alisnya.
"tepat sekali," ucapnya singkat penuh misteri.
"aku akan menemani anda tuan"
"tidak itu akan semakin mencolok, bagaimanapun semua orang sudah mencurigai indentitas mu, di tambah lagi dia, orang itu akan merasa cukup terintimidasi jika aku datang bersamamu, dan mungkin saja dia berfikir jika aku datang untuk memberontak, karena datang bersama anak jendral panglima nya langsung" ucap Aleska di akhir kalimat nya yang sedikit bercanda.
"ya, anda benar tuan," balas Hugo sambil tersenyum.
*Di rumah keluarga Carllyss.
Carllo pulang bersama mamanya ke rumah.
"mama kenapa? dari tadi terlihat murung" tanya Carllo.
mendengar ucapan mamanya Carllo teringat akan papanya yang selalu saja menempatkan orang orangnya di hutan Pinus keluarga Davidson untuk mencari petunjuk tentang keberadaan adik perempuannya yang hilang beberapa tahun yang lalu, karena di sanalah dia menemukan petunjuk terakhir, yaitu menemukan dokter yang membawa adiknya pergi.
mungkinkah ini ada hubungannya dengan Ruby, jika Ruby bukan adik kandung Aleska, mungkin kah???...
"Carllo??" panggil Camelia memecah lamunan putra nya.
"kenapa kamu hanya bengong saja, cepat cari Ruby, hibur dia, dia pasti sangat sedih." lanjut Camelia tampa tahu apa apa.
yang dia pikirkan hanya bagaimana perasaan gadis itu mengetahui jika dia bukan anak kandung dari orang tuanya, betapa menyedihkannya itu.
"benar apa yang mama katakan, aku pergi dulu" ucap Carllo sambil berlari lagi keluar"
"Carllo kalau kamu bertemu Ruby, Sampaikan salam mama, atau bawa saja dia main ke sini, Untuk menghiburnya" teriak amanda pada putranya yang sudah hilang di balik pintu.
"tidak ma, aku bukan mau Menemui Ruby, tapi mau ke kantor papa" Jawab Carllo dari kejauhan.
"Apa?" tanya Camelia yang tidak jelas mendengar perkataan anaknya itu.
sementara Carllo sudah berada di dalam mobilnya dan memacunya untuk datang ke kantor papanya.
dengan langkah tergesa-gesa Carllo menuju ruangan papanya.
karena sudah tidak sabar dia masuk tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
*hallo readers😌, selamat malam.
dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.
jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.
juga membuat Author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.
terimakasih🥰
salam hangat dari Author 🤗