
pengusaha yang terlihat tenang dan berwibawa itu pergi meninggalkan pengusaha muda yang sombong dan sangat percaya diri itu sendiri sambil menepuk punggungnya pelan.
sebelum acara benar benar di mulai, datang beberapa mobil mewah dan berhenti tepat di depan bentangan karpet merah dan telah di tunggu oleh beberapa media yang sebelumnya telah di izinkan untuk meliput pesta malam ini secara keseluruhan termasuk untuk bebas meliput setiap tamu yang hadir.
*****
bagi para media ini adalah kesempatan yang sangat langka, mereka benar benar tidak menyia-nyiakan kesempatan. bahkan mereka dengan antusias menunggu setiap tamu undangan turun dari mobil mewah mereka, agar tidak ada satupun tamu penting yang terlewatkan dan menginformasi setiap identitas dari mereka semua, walau tidak jarang beberapa pengusaha besar merahasiakan identitas mereka dari media. tapi tetap saja tidak bisa menghindari kamera.
"hei lihat masih ada yang datang, kelihatanya mereka hampir telat." ucap salah satu dari wartawan itu.
salah satu dari tim media melihat kedatangan beberapa mobil mewah dan mulai menunggu siapa gerangan yang akan keluar dari balik pintu itu.
tidak lama kemudian terlihat tuan carllyss dan istrinya melangkahkan kaki turun dari mobil itu.
semua media mulai heboh, cekretan suara kamera dan kilatan flass menambah suasana gaduh di sana.
"hei ternyata adalah keluarga tuan carllyss yang merupakan saingan bisnis yang cukup berat dari perusahaan tuan Davidson selama beberapa tahun ini.
tidak di sangka mereka akan hadir pada pesta perayaan pengalihan kepemilikan putra tuan Davidson" beberapa orang mulai berbisik melihat kedatangan keluarga tuan Carllyss.
setelah mereka berdua masuk perhatian para media jatuh pada mobil mewah lainya yang berada di belakang mobil pasangan carllyss yang barusan meluncur pergi.
"masih ada satu mobil lagi"
para media juga sangat menantikan siapa tamu selanjutnya, jantung mereka juga ikut berdetak kencang, karena pada malam ini tidak henti hentinya mereka terkejut karena begitu banyak pengusaha besar dari seluruh dunia yang hadir pada malam ini.
putra tuan Davidson memang sesuatu.
pintu mobil perlahan terbuka dan terlihat Carllo putra pertama dari tuan carllyss turun dari mobil, dia terlihat tampan seperti biasanya dengan menggunakan tuxsedo bewarna biru gelap seperti membangkitkan aura yang selama ini di sembunyikannya dengan selalu mengenakan pakaian formal ke kantor,
sekarang di benar benar terlihat lebih segar.
tidak lama kemudian di susul oleh satu orang lagi pemuda tampan yang wajah mereka terlihat tidak jauh berbeda, bedanya hanya sedikit lebih tinggi dan mengenakan kaca mata bingkai emas menambah kesan elegan pada penampilanya.
sepertinya yang turun kali ini adalah Rice putra kedua dari tuan Carllyss, ternyata dia tidak kalah tampan dari kakaknya dengan potongan rambut yang sedikit panjang menutupi dahinya tapi itu menambah kesan imut padanya.
*****
semua reporter tentu sangat senang dan mengambil kesempatan dengan baik, tidak melewatkan hal sekecil apapun untuk meliput dan memotret keluarga yang sudah di ketahui oleh umum bersaing secara terbuka dengan keluarga Davidson yang mengadakan pesta malam ini.
tapi mereka berdua tetap berdiri di depan pintu mobil belang seperti masih menunggu seseorang yang akan keluar dari mobil tersebut.
benar saja, terlihat sepasang kaki seorang gadis yang memakai sepatu hak tinggi bewarna merah menyala, memperlihatkan jika orang yang memakainya adalah seorang gadis yang sangat percaya diri di tambah perpaduan kaki orang yang memakainya sangat putih bersih.
tapi jika di perhatikan dengan seksama gaun yang sederhana itu memiliki beberapa berlian yang berjajar rapi di bagian dada tapi itu tidak membuat orang salah fokus kepada gaun nya, tapi justru berlian itu membuat orang sangat memperhatikan wajah orang yang memakainya.
Ruby turun dari mobil dengan senyum indah pada wajahnya, walaupun dia malam ini memakai gaun bewarna merah tapi tidak ada kesan seksi pada dirinya, malah terlihat seperti gadis kecil yang lincah dan sangat ceria.
"hei lihat, siapa gadis itu? dia terlihat seperti malaikat kecil saja, apakah mungkin dia adalah putri bungsu tuan Carllyss " kata salah satu reporter wanita sambil tetap tidak mengalihkan matanya dari Ruby.
"mungkin saja, karena kelihatannya mereka bertiga cukup mirip." di jawab oleh reporter laki laki yang berada di sebelahnya.
"hei apa yang kalian bicarakan, itu tidak mungkin sama sekali, karena putri tuan carllyss telah lama hilang dan kabarnya sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukanya, walaupun setelah beberapa tahun mereka masih belum menghentikan pencarian dan upaya untuk menemukan putri mereka satu satunya " kata reporter lain yang mendengar obrolan mereka berdua.
setelah Ruby berdiri dengan benar dia gandeng oleh dua orang pria yang sangat tampan malam ini membuat para reporter mengembalikan kesadaran mereka dan beberapa dari mereka mulai berteriak karena kagum menyaksikan dua orang laki laki tampan dari keluarga pengusaha yang sangat terkenal menggandeng seorang gadis yang sangat cantik di tengah tengah mereka malam ini.
awalnya Ruby merasa bingung saat keluar dari mobil, kenapa suasana yang tadinya sangat ribut tiba tiba menjadi hening saat dia turun dari mobil. Carllo dan rice seperti mengerti kekhawatiran di wajah Ruby segera menenangkannya dengan menempatkannya di posisi tengah dan mereka berdua mengandeng rubyy dengan hati hati.
saat mereka berdua mulai mengandeng Ruby, bukanya bisa menenangkan Ruby, malah membuat dia semakin terkejut karena para media tiba tiba bertepuk tangan dan beberapa di antara mereka berteriak histeris. bahkan Rice dan Carllo pun juga ikut terkejut melihat reaksi para media sangat sangat berlebihan.
"kak Carllo ada apa dengan mereka? apakah penampilan Ruby malam ini sangat jelek?"
ruyby merasa khawatir dan kembali melihat kebawah memperhatikan gaun yang di pakainya malam ini.
"Ruby, tenang saja, kamu sangat cantik" Carllo mencoba menenangkan Ruby, tapi sebenarnya tentang dia mengatakan ruyby cantik bukan hanya untuk menenangkannya yang Carllo katakan adalah apa yang sebenarnya yang dilihatnya.
"benar, kamu sangat cantik, mungkin mereka berteriak karena berfikir kamu adalah peri kecil yang tersesat datang kesini"
mendengar pujian Rice yang tulus wajah Ruby tambah bersemu merah karena malu.
Carllo juga ikut mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Rice. awalnya saat tadi, awal pertemuan mereka Rice membawa Ruby kepadanya, Carllo juga terpesona oleh kecantikan Ruby yang sangat alami.
*beberapa jam yang lalu.
"kakak aku akan membawa Ruby ke pesta malam ini" kata Rice tiba tiba.
"Rice, jadi orang yang akan kamu bawa malam ini adalah Ruby?"
sebenarnya Carllo cukup terkejut mengetahui siapa orang yang akan di bawa oleh Rice malam ini.
"benar, kakak mengatakan siapa saja" Rice menjawab kakaknya dengan santai.
"benar, seperti yang kamu katakan, kamu boleh membawa siapa pun, tapi kali ini apakah kamu telah mendapat izin dari kakaknya Ruby Aleska?"