Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
116 tipu muslihat



di sisi lain, Sofia benar benar tidak menyia-nyiakan kesempatan sama sekali.


dia berjalan berlenggak lenggok di lobi perusahaan Carllyss Group dengan pakaian yang mencolok.


orang orang yang melihat kedatangan nya memasang wajah bertanya tanya, siapa gerangan gadis cantik itu.


sampai dia hilang di balik pintu lift menuju ruangan Carllo.


sampainya di meja resepsionis tentu saj dia memperkenalkan namanya dengan anggun.


dan menyampaikan niatnya ingin bertemu dengan Carllo.


saat Sofia tengah asik berbincang dengan sekretaris Carllo, tiba tiba tuan Carl dan istrinya Camelia keluar dari ruangan CEO.


"siapa kamu" tanya tuan Carl yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.


"ah, selamat siang tuan, nyonya" membalikan badannya dan menghadap ke arah dimana tuan Carl dan istrinya berdiri.


"adalah Sofia, saya minta maaf sebelumnya, karena baru memiliki kesempatan memperkenalkan diri sekarang" ucapnya dengan anggun.


mendengar apa yang di katakan gadis itu, tuan Carl melirik wajah istrinya minta penjelasan.


"ah itu, dia adalah kakak nya Ruby" ucap nyonya Camelia kepada suaminya.


"kenapa kamu datang kemari?" tanya nyonya Camelia dengan nada lembut khas yang dimiliki nya.


"itu Tante, saya datang ingin meminta maaf kepada anda dan Carllo atas sikap adik saya kepada kalian waktu itu" ucapnya dengan wajah penuh rasa bersalah.


mendengar ucapan gadis itu, tuan Carl menatap lekat wajah istrinya.


"dia memang sudah seperti itu, saya sudah sering menghentikan mereka, tapi apa boleh buat, mereka tidak pernah mau mendengarkan saya." ucapnya dengan wajah tertunduk.


mendengarnya Camelia tidak tahu harus mengatakan apa, dia tahu jika Ruby adalah gadis baik, dan dia pasti memiliki penjelasan atas tindakannya.


tapi saat di hadapan gadis ini dia tidak dapat mengatakan apapun untuk membela Ruby.


"itu bukan salah kamu, aku yakin mereka berdua punya penjelasan dan alasannya" ucap Camelia sedikit tidak suka.


"saya merasa sangat malu dengan tindakan mereka nyonya, jadi saya sengaja kesini juga untuk menemui Carllo, dia pasti juga sangat terkejut." ucap Sofia tanpa malu ingin bertemu dengan Carllo.


"yah, dia ada di ruangannya" ucap Camelia akhirnya pasrah.


"terimakasih nyonya" ucapnya bahagia sambil pergi meninggalkan mereka berdua dan menuju ke ruangan Carllo.


"tok tok tok" ketiknya di pintu ruangan Carllo.


"masuk" ucap pemuda itu tampa melihat ke arah pintu.


"apakah kamu masih belum selesai" ucapnya sok akrab.


mendengar suara asing akhirnya Carllo menenggak lan kepalanya, melihat ke arah pintu tempat Sofia muncul.


"kenapa kamu ada di sini?" ucapnya dengan wajah tidak suka


"itu, aku datang untuk bicara dengan kak Carllo" ucapnya sedikit malu malu, tampa tahu malu.


"silahkan pulang, aku tidak punya waktu" ucapnya kembali sibuk dengan dokumen di tangannya.


benar saja pemuda itu akhirnya melihatkan ekspresi tertarik di wajah acuhnya itu.


"apa yang kamu katakan?" tanya nya lagi yang kini sudah berdiri dari duduknya.


"aku sangat lapar, ayo makan malam dulu sebelum itu" ucapnya dengan mengiba di depan Carllo.


sebenarnya dia merasa jijik dengan tingkah gadis di hadapannya ini, sangat jelas semua ekspresi di wajahnya terlalu di buat buat.


"terserah kamu" ucapnya sambil berjalan keluar dari ruangan nya itu.


dengan senang hati Sofia mengikuti langkah Carllo dari belakang.


sampainya di restoran jepang mereka memesan beberapa macam sushi.


baru pelayan sampai ke meja mereka untuk menaruh makanan yang mereka pesan Carllo langsung bertanya tidak sabar.


"jadi apa yang ingin kamu katakan?" tanya menatap lekat ke wajah gadis itu yang di penuhi oleh makeup.


"hei aku sangat lapar, bisa kau makan dulu" ucapnya dengan tersenyum cerah.


mendengarnya Carllo kembali terdiam, menyaksikan gadis itu menyuap makanannya.


"kakak tidak makan?" tanya gadis itu menatap ke arah Carllo, sambil menghentikan suapannya.


"tidak" ucap pemuda itu singkat sambil melirik ke arah lain, tidak tertarik dengan apapun yang Sofia katakan, kecuali tentang Ruby.


"hmm" ucap Sofia memperhatikan tindakan Carllo.


s


setelah gadis itu menyuap sushi terakhir di piringnya, Carllo langsing membuka suaranya bertanya kepada gadis itu.


"jadi katakan apa yang kamu tahu, jika kamu memanggil ku hanya untuk main main, aku kan pulang sekarang" ucap Carllo bahkan sebelum Sofia sempat menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.


melihat Carllo sudah mulai bosan menunggunya akhirnya Sofia mulai membuka mulutnya.


dia meletakkan sumpit yang ada di tangannya dan melihat ke arah Carllo dengan tatapan serius.


"sebenarnya aku sudah mengetahui hubungan terlarang mereka sejak lama, tapi mereka berdua samasekali tidak bisa di pisahkan. ucap Sofia dengan wajah prihatin.


mendengarnya Carllo menaikkan satu alisnya mencari kebenaran di balik kata kata gadis itu.


*hallo readers😌, selamat malam.


dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.


jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.


juga membuat author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰


salam hangat dari author 🤗