
Hugo hanya bisa menganga mendengar informasi yang susah payah dia cari selama ini di dapatkan oleh Mike dengan sangat mudah,
tentang tujuan tuan Carllyss, yang selalu menempatkan orang orang nya untuk mengawasi hutan Pinus.
itupun Mike ketahui secara tidak sengaja dan juga dari orang yang tidak mereka duga.
tapi lain hal yang di rasakan oleh Aleska saat mendengar informasi ini, dia malah tiba tiba merasa gelisah, semua informasi bercampur aduk di dalam pikiran saat ini.
dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. pikirnya berusaha mencari penyebab kegelisahannya.
*****
"apa hubungan hilangnya Putri keluarga carllyss dengan ayah,?" gumam Aleska yang bisa di dengar oleh Mike dan Hugo walaupun agak kurang jelas.
itu pun jika benar benar mencurigai ayah di balik hilangkan putri mereka kenapa mereka malah menyelidiki hutan Pinus bukanya menyelidiki ayah secara langsung? sambungnya lagi.
pikiran aleska terus saja berputar putar memikirkan kemungkinan yang menghubungkan semua masalah ini.
(sekarang mau tidak mau Aleska juga harus membiasakan diri memanggil tuan David dengan panggilan ayah.)
"tuan apakah kita perlu menyelidiki masalah ini lebih lanjut" tanya Hugo setelah melihat kebingungan Aleska.
"tentu saja, kita harus mengetahui tentang masalah ini dan aku tidak ingin kita melewati informasi sekecil apapun" ucap Aleska tegas.
"baik tuan" jawab Hugo patuh.
"kenapa harus repot repot, kita tinggal melihat saja, apakah mereka benar benar telah menemukan putrinya? saat itu kita juga kan mengetahui apa yang terjadi" suara Mike yang kembali terdengar menanggapi percakapan mereka berdua dengan santai.
kepada dia bisa begitu santai saat mengahadapi masalah yang bahkan bisa membuat Aleska terlihat begitu frustasi.
"tidak, kita tidak bisa duduk dan hanya menunggu saja" aleska terdengar sedikit gusar.
"tuan apa sebenarnya yang terjadi"
hugo memutuskan untuk bertanya karena melihat tuanya Aleska yang biasanya selalu terlihat tenang tampa memperlihatkan emosi apapun di wajahnya selain tatapan dingin kini begitu tidak tenang dan bersikap aneh, terlihat jelas di wajahnya.
"tidak, kamu lanjutkan saja pekerjaan mu" elak Aleska.
"hmm baik tuan" jawa Hugo mengerti.
Hugo kembali duduk di atas sofa di samping Mike. dan kini giliran Mike berdiri untuk mengatakan laporannya kepada Aleska.
"tuan bagai mana tindakan kita selanjutnya tentang masalah orang orang yang mulai menuntut perusahaan Davidson Corperation? agar mereka bisa mendapat akses untuk bekerjasama dengan perusahaan kita.
satu lagi, media juga terus mendesak agar Davidson Corperation segera menginformasi dengan jelas terkait masalah ini?" lapor Mike langsung kepada inti permasalahannya.
"untuk saat ini kita lihat terlebih dahulu bagaimana tindakan yang akan di ambil oleh ayah, apakah dia akan mengambil keputusan yang adil dengan mengakui jika aku adalah putranya sekaligus CEO dari Unity Resource Group.
atau dia akan mengambil keputusan sebaliknya dengan tidak mengatakan apapun, maka secara tidak langsung melindungi nama baik putra kesayangannya" jelas Aleska kepada Mike yang merupakan tangan kanannya dalam menyelesaikan masalah kantor dan bisnis.
"tuan, bagaimana anda bisa memprediksi masalah ini dengan begitu jelas?"
tanya Mike dengan nada penuh kekaguman, karena dia sendiri juga telah mendengar hal yang sama dari mulut Abas secara langsung, yang terkenal dengan kecerdasannya dalam menyusun strategi bisnis untuk tuan David selama ini.
"bagaimana tidak, itu merupakan hal yang sudah sangat jelas." jawab Aleska tampa kesan.
"bagus jika mereka sudah memikirkan masalah ini dengan jelas, waktu mereka sekarang hanya tinggal satu hari lagi, jika mereka memutuskan untuk tetap diam maka semua pihak akan mulai tidak sabar menghadapi Davidson Corperation, maka saat itu semua orang akan mulai mendesaknya. jadi kita hanya perlu memanfaat kan situasi." ucap Aleska dengan tenang.
"jadi tuan, anda mengatakan jika apapun keputusan yang akan mereka lakukan semuanya akan memberikan keuntungan kepada kita?" tanya Mike memastikan.
"benar," jawab Aleska singkat.
"tuan, jika seperti itu, anda juga bisa memanfaatkan situasi ini untuk terlihat berhubungan dekat dengan mereka" usul Mike.
"apa maksud mu?" tanya Aleska sedikit penasaran.
"benar tuan, karena nona Ruby waktu itu datang bersama keluarga Carllyss ke pesta perayaan devano.
jadi sekarang semua orang mengira bahwa anda juga memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga itu, jadi semakin lama pihak Davidson Corperation mengkonfirmasi masalah ini ke media maka akan semakin banyak orang yang akan berfikir jika anda dan nona ruby memang memilki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga carllyss.
salah satunya juga karena anda dan nona Ruby merupakan anak dari istri kedua di keluarga Davidson dan tumbuh dibawah tekanan ibu tiri." jelas Mike.
"jadi maksud mu kita bisa memanfaatkan kesalapahaman media yang mengatakan jika aku dekat dengan keluarga Carllyss dan mengeluarkan bantahan sedikit pun mengenai itu?" ulang Aleska lagi.
"benar tuan, dan secara tidak langsung juga mempermudah pekerjaan Hugo menyelidiki keluarga itu seperti yang tuan ingin kan.
tuan hanya perlu bersedia menjalin hubungan kerjasama bersama dengan mereka, dengan menempatkan beberapa pengawal kita di perusahaan mereka dengan itu, semuanya akan sedikit lebih mudah " ucapnya lagi.
"Mike sepertinya kamu tidak kalah hebat dari tuan abas ahli strategi tuan davidson" puji Aleska kepada Mike.
"terimakasih tuan" Mike dengan wajah memerah karena di puji Aleska, karena Aleska sangat jarang memuji kinerja seseorang.
malam sudah semakin larut, Hugo dan Mike juga telah meninggalkan ruangan Aleska sekitar satu jam yang lalu, tapi Aleska masih tetap duduk di atas kursi di balik meja kerjanya.
"ah, aku juga harus segera tidur" Aleska melihat jam di pergelangan tangannya dan berkata.
"mungkin ruby juga sudah tidur" aleska segera berdiri dan keluar dari ruang kerjanya lalu berjalan ke arah kamarnya dengan langkah pelan.
Aleska dengan hati hati membuka pintu kamarnya agar tidak membangun kan Ruby.
dan seperti biasanya gadis itu sama sekali tidak terusik dari tidurnya karena kehadiran Aleska.
Aleska yang merasa tidak nyaman karena badannya terasa lengket, dan dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum tidur.
karena Ruby telah tidur, jadi Aleska dengan santai melepaskan bajunya dan bertelanjang dada berjalan menuju kamar mandi.
gemercik suara air dari dalam kamar mandi terdengar cukup jelas hingga gadis yang terbaring lelap di atas tempat tidur yang nyaman terbangun dari tidurnya.
Ruby mengusap usap matanya, untuk mendapatkan kembali kesadarannya,
Ruby perlahan duduk dari tempat tidurnya dan memperhatikan suasana di sekitarnya, dia melihat baju yang di pakai Aleska tadi siang berserakan di lantai, Ruby melihat ke arah kamar mandi, dan berbicara sendiri.
"apakah dia mandi tengah malam begini?
sambil bagun dari tempat tidur memungut baju Aleska yang berserakan di lantai.
saat Ruby menunduk dia tiba tiba melihat kaki seseorang yang tepat berada di depannya. Ruby mengangkat kepalanya melihat ke atas ke arah wajah orang yang memiliki kaki itu.