Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
103 hasil tes DNA



tuuuuut....tuuuuuttt...


suara handphone Aleska menelfon seseorang.


"selamat malam tuan" suara ngebas hugo terdengar di balik handphone nya.


setelah beberapa saat Hugo menunggu masih tidak terdengar suara siapapun di balik telfonnya.


"hallo tuan, apakah anda ada di sana?" tanya nya lagi dengan sedikit rasa khawatir.


"ah ya" Aleska bangun dari lamunannya.


"aku akan menghubungimu lagi nanti" Aleska langsung mematikan sambungan teleponnya.


"ada apa ini?" hugo melihat layar handphone nya yang di matikan sepihak.


"tidak mungkin terjadi sesuatu pada mereka kan?" gumam hugo pada dirinya sendiri, lalu memasukkan handphone nya ke dalam saku karena melihat sekilas bayangan seseorang di ruang kerja Aleska yang berada di lantai dua.


Hugo dengan sigap melompat ke atas pohon dengan senyap, untuk memastikan siapa orang itu.


*


di dalam kamar Ruby, ah bukan, tepatnya di dalam kamar Aleska, ruby merasa gelisah dan tidak nyaman.


pikirannya terus teringat kan Aleska kakak laki lakinya.


"kenapa dia pergi begitu lama, katanya dia hanya pergi tiga hari, ini sudah hari ketiga" gumam Ruby pada dirinya sendiri.


karena merindukan atau apapun itu, tampa sadar ruby berjalan ke dalam ruang kerja Aleska.


tapi di sana dia hanya menemukan ruang kosong, Ruby merasa suasana hatinya begitu hampa.


dia berjalan ke arah jendela dan membuka tirai yang menutupi jendela itu secara perlahan.


Ruby melipat tangan di dadanya sambil memandang bulan purnama di luar jendela.


sinar bulan menyinari wajah indahnya di malam yang sunyi, walaupun dia terlihat sedikit gelisah dan wajahnya pucat, tapi keindahannya tidak dapat di sembunyikan.


Hugo yang berdiri di salah satu dahan pohon di samping jendela ruang kerja Aleska, dia hanya diam dalam sunyi di bawah sinar rembulan memperhatikan semua gerak gerik Ruby.


sampai gadis itu terlihat kelelahan dan kembali kedalam kamarnya, Hugo hanya diam dam mengamatinya dari jauh.


sebenarnya selama ini dia tidak pernah terlalu memikirkan tentang bagaimana hubungan Aleska dan Ruby, tapi entah apa yang dipikirkannya, tampa sadar Hugo memandang Ruby bukan sebagai adik Aleska melainkan orang yang akan dia panggil sebagai nyonya muda di masa depan.


padahal Hugo tahu jika Ruby adalah adik Aleska.


"entah lah" pikirnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.


*Di pinggir kota berlin Aleska terus berusaha berfikir keras.


"benar, jika dia benar benar menahan Mike, dia tidak akan meminta surat hasil tes DNA itu, karena surat itu sudah tidak berguna jika dia sudah melihat wajah mike" gumam Aleska berbicara sendiri,


"jadi dimana dia sekarang,?" lanjutnya yang masih berfikir keras, memikirkan apa kemungkinan yang terjadi.


* keesokan pagi.


Aleska mengambil jaket hitam dan memakainya.


dia perjalan ke luar dan menaiki sepeda motor Ducati hitam legam miliknya.


dari kejauhan Aleska memperhatikan rumah ibu Anny untuk mendapatkan suatu petunjuk tentang keberadaan Mike.


"nyonya terimakasih atas kebaikan anda, sebenarnya saya masih menikmati berada di sini tapi saya harus pergi sekarang" ucap Tommy berpamitan sambil menyandang sebuah tas ransel di punggungnya.


"ya, aku juga tidak menyangka kamu akan pergi secepat ini." ucap nya.


"lain kali saya akan kembali mengunjungi anda" ungkap Tommy sedikit serius, terlihat dari ekspresi nya.


"tapi apakah kamu yakin akan pergi sekarang, Freya masih belum kembali" ucap nyonya anny sambil melihat ke arah pintu.


sebenarnya Tommy tahu ada seseorang yang memantau rumah nyonya Anny dari ke jauhan, Tommy menduga dia adalah orang yang melakukan tes DNA terhadap Freya.


karena itu Tommy sengaja keluar dari rumah nyonya Anny secara terang terangan, karena dia ingin menegaskan jika misi mereka telah selesai dengan telah tertangkapnya salah satu anggota dari lawannya.


"apa ini?" pikir Aleska melihat Tommy yang berjalan keluar dari rumah itu.


"itu terlalu terang terangan" pikirnya.


*sementara Tommy tidak tahu sama sekali siapa orang yang di hadapinya.


dia kira permainan seperti itu mempan terhadap orang yang telah bermain kucing kucingan selama hidupnya.


dia tidak sadar jika dia sudah bertindak dengan sangat ceroboh kali ini, karena dia berada di sisi terang sementara musuhnya berdiri di kegelapan.


dia menyerang tampa tahu siapa lawannya,


dan merasa cukup dengan hanya mengandalkan polisi dan penguasa daerah setempat.


"bos, kita telah mendapatkan kopian dokumen hasil tes DNA itu di arsip rumah sakit" lapor anak buah Tommy.


"aku ke sana sekarang" ucapnya langsung menginjak kuat pedal gas mobilnya.


*Di hotel penginapan sederhana yang tidak mencolok.


Tommy keluar dari mobilnya


"anda sudah datang" sambut seseorang sambil mengikuti langkah tergesa gesa Tommy menuju ruang pribadi di sebelah kamar yang mereka huni.


"tunjukkan padaku" ucapnya langsung tampa basa basi.


"ini bos," sambil menyerahkan amplop warna coklat berlogo rumah sakit daerah itu.


"apa ini?" ucap Tommy mengerut kan dahinya melihat isi dari surat itu.


"seperti yang Anda lihat bos, itu bukan hasil tes DNA antara tuan besar dan nona Freya, melainkan orang lain." ucapnya membenarkan apa yang di lihat oleh Tommy.


Tommy langsung mengambil handphone dari saku mantelnya.


dia teringat akan sampel darah Freya yang di kirimnya ke rumah sakit pusat di bawah naungannya dokter keluarga Carl.


"selamat pagi tuan" sapa Tommy berusaha mengontrol suaranya agar dia tidak terdengar gugup.


"iya selamat pagi, apa terjadi sesuatu?" tanya Carl yang sedang sibuk di kantornya mengatur beberapa dokumen di atas mejanya.


"tuan, apakah hasil tes DNA itu sudah keluar?" tanya nya yang tidak lagi dapat menahan kegelisahannya.


"ya, itu selesai pagi ini, mungkin dokumen itu masih berada di perjalanan sejak di kirim dari rumah sakit pagi ini, ada apa"


"itu, kami juga sudah mendapatkan dokumen hasil tes DNA nona Freya yang di lakukan oleh orang asing itu tuan" ucap tommy terhenti


"jadi bagaimana hasilnya?" tanya tuan Carl penasaran karena suara Tommy yang tak terdengar untuk menyelesaikan kalimatnya.


"hmm itu bukan tes DNA antara nona freya dengan anda pak, tapi dengan orang lain" ucapnya.


"orang lain?, siapa itu?" tanya lagi.


"itu kami tidak dapat mengidentifikasi identitas nya tuan"


@cacacondadevita


hy readers 😌


jika kalian setuju author update lebih dari satu episode setiap hari komen di bawah ya.


selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah biar author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow juga, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰