
karena gerakannya yang kasar saat menarik tangannya barusan, membuat Ruby bergerak tidak karuan sambil memanggilnya
"kakak? biarkan aku tidur di sini" Ruby berbicara kepada Aleska karena merasakan kehadiran kakaknya, dengan cepat Ruby kembali tertidur karena dia berbicara antara sadar dan tidak.
Aleska sangat terkejut karena tindakan dari Ruby barusan.
"ah, untung dia langsung tertidur kembali" ucapnya lega.
"aku tidak bisa membiarkannya tidur di sini lagi" ucap Aleska berbicara sendiri.
ternya Ruby sudah bangun dan mendengar kakaknya berbicara.
"kakak, Kenapa kamu tidak akan membiarkan ku tidur di sini lagi. apakah aku mengganggu mu?" sambil mengangkat wajahnya menghadap ke atas melihat wajah kakaknya.
Aleska sangat terkejut karena tindakan Ruby yang sangat tiba tiba terbangun dan mendekatkan wajahnya kepada Aleska, hingga hampir tidak ada lagi jarak di antara mereka berdua, bahkan Aleska merasakan hembusan nafas Ruby yang menerpa wajahnya.
biasanya Ruby tidak pernah bangun saat Aleska akan tidur bahkan jika memencet hidungnya karena gemes.
Aleska terdiam merasakan jantungnya hampir saja melompat keluar karena terkejut, tapi dia masih berbaring kaku di tempatnya.
seluruh tubuhnya sekarang tidak bisa di ajak kompromi dan melawan kehendaknya dan tidak mau bergerak menghindari Ruby.
Ruby yang menunggu jawaban dari kakaknya pun tidak menjauhkan wajah nya sama sekali, dia bahkan dengan nyaman tetap memeluk pinggang Aleska dan sedikit menekannya untuk menahan berat badannya yang sedikit di angkat ke atas tubuh Aleska.
Aleska benar benar merasa otak nya tidak bisa di fungsikan oleh diri nya sendiri, mereka bekerja sesuka hatinya tanpa perintah si pemilik kepala.
bahkan sekarang tangannya pun ikut bergerak sendiri dan memeluk pinggang ramping gadis itu.
Ruby yang merasakan kehangatan tangan kakaknya di balik gaun tidur tipis yang di kenakan nya, tangan yang mendekap tubuh mungil nya, membuat tubuh mereka berdua menyatu seluruhnya.
Ruby merebahkan kepalanya di atas dada bidang Aleska, dia Merasakan kenyamanan yang tidak pernah sekalipun dirasakannya, dan juga tidak pernah ada seorang pun yang memeluknya selama ini.
baginya ini pertama kali nya dia di peluk dan itu adalah kakaknya Aleska, tentu saja dia merasa sangat bahagia dan tidak memikirkan apapun, dia hanya mengikuti hatinya.
Aleska bahkan lebih aneh lagi, dia merasakan hatinya sangat tentram saat Ruby merebahkan kepadanya di dadanya, dia merasa di lindungi oleh Ruby, tidak pernah sekalipun dia merasakan di lindungi seseorang, saat ini dia merakan tidak takut kepada apa pun selama Ruby bersamanya.
dengan perasaan hangat masing masing perlahan mata Aleska dan Ruby tertutup dan mulai tertidur untuk pertama kalinya mereka tertidur dengan sangat lelap dan wajah damai sambil berpelukan.
*
di perusahaan utama keluarga Davidson seseorang mengetuk pintu besar ruangan CEO.
"masuk,"
terdengar suara dari dalam untuk memerintahkan segera masuk.
"selamat pagi tuan, apakah kamu memanggil ku?" tanya Abas.
"ya aku sengaja memanggil mu ke sini pagi pagi sekali karena ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. silahkan duduk"
David memerintahkan orang kepercayaannya Abas untuk duduk.
Abas menjawab hormat kepada David orang yang sudah dia layani selama puluhan tahun yang lalu, hingga sekarang usianya sudah mencapai 32 tahun.
tapi Abas memancarkan wibawa yang sama dengan aura dan wibawa yang David keluarkan, dia juga sangat bijaksana.
selama ini David selalu minta pendapat kepadanya untuk membantunya memutuskan suatu masalah yang sangat penting karena dia tau Abas akan melakukanya dengan baik dan penuh pertimbangan.
karena Abas yang bijak juga dapat di percaya dan setia kepadanya. David juga sangat menghargai Abas, karena saat pertama bertemu dengan Abas dia hampir terbunuh, dan Abas lah yang menyelamatkannya, jadi semenjak itu dia membawa Abas dari Rumania ke negaranya untuk bekerja dengannya.
Abas duduk di atas kursi tamu mewah yang memancarkan aura orang pemilik ruangan ini.
"ada apa tuan, apa yang ingin anda bicara kan dengan saya" tanya Abas sopan
"begini Abas, aku dengar saat aku dan Devano pergi kunjungan bisnis ke luar negri, pasar saham Eropa mengalami beberapa masalah, dan mempengaruhi beberapa perusahaan besar dan salah satunya termasuk perusahaan kita." ucap David membuka pembicaraan.
"benar tuan" Abas pun membenarkan apa yang di katakan oleh David.
"dan tidak ada yang melaporkanya padaku" sambil melihat lekat ke wajah Abas.
"maafkan kelalaian ku tuan" ucap Abas tampa sedikitpun ada keinginan untuk membela dirinya.
"bukan itu masalahnya, apakah kamu tau siapa orang yang berhasil mengendalikan lonjakan yang sangat besar ini?" David kembali bertanya sambil mengeluarkan rokoknya.
"tuan apa maksud anda?" Abas heran mendengar perkataan atasannya yang sudah di layani nya selama bertahun tahun ini.
bagai mana tidak, karena yang berhasil mengendalikan lonjakan harga saham di pasar Eropa adalah perusahaan mereka sendiri, dan semua orang mengetahui ini, hingga ke benua Asia karena surat kabar dan majalah dunia menjadikan profil gedung perusahaan mereka sebagai halaman utama.
"Abas kamu mengerti maksud ku" David selalu saja malas bertele-tele setiap berbicara dengan Abas, karena dia tau satu satu nya orang yang bisa memahaminya dengan baik semenjak istri nya Aleya meninggal dunia adalah Abas yang bekerja dengannya saat ini. dan kebetulan sekali mereka berdua juga berasal dari negara yang sama.
"tuan, apakah anda ingin memastikan kepada saya apakah tuan muda Aleska adalah orang yang benar benar berhasil mengendalikan lonjakan saham di pasar Eropa kali ini?" tanya Abas mencoba memastikan.
"benar"
dan seperti dugaannya Abas sangat bisa memahami dirinya , bahkan dia tidak perlu menjelaskan apa pun, Abas akan langsung mengerti ke mana arah pembicaraan mereka, seperti saat ini.
karena ini juga, jika dia lelah dengan basa basi dan liciknya dunia bisnis dia akan meminta Abas untuk menemaninya seperti memancing bersama, bahkan pergi berlayar bersama, mereka benar benar sahabat yang sangat dekat.
"seperti yang tuan duga, saya juga sangat terkejut bahwa tuan muda Aleska bisa menangani hal ini dengan baik saat tuan tidak ada di tempat, bahkan sebelum saya bertindak dia sudah meredakan lonjakan tersebut."
ini jugalah alasan kenapa saya tidak memberikan kabar kepada anda, karena saya merasa itu tidak perlu, karena semuanya sudah di tangani dengan bersih oleh tuan muda Aleska ucap Abas kepada David.
"jadi benar dia adalah orang nya, bahkan selama ini saya selalu saja dengan sengaja mengabaikan nya, bahkan seperti tidak mengakui keberadaanya." ungkap David.
"apakah dia belajar di suatu tempat?" tanya David lagi dengan ekspresi rumit.
"tidak tuan, selama ini tuan muda Aleska seperti biasa akan belajar di sekolah nya saat ini dan sama halnya dengan pelajar pada umumnya yang akan pulang ke mension jika jam belajar sudah berakhir." terang Abas.
"benar kah, sepertinya saya tidak begitu mengenali anak itu" ucap David
"benar tuan, saya juga sangat terkejut, tapi setelah memastikan nya kembali, itu adalah benar benar dia tuan."