
"Devano?" panggil Amanda lagi, melihat putranya hanya diam termenung.
"ma lebih baik kita selidiki dulu dengan jelas, jika berita nya menyebar itu juga akan merugikan keluarga kita," ucap Devano menenangkan mamanya.
"Devano, kita harus cepat bertindak, kamu tidak tahukan? kedua asisten Aleska itu merupakan putra dari petinggi kerajaan Rumania yang kabur, kamu tahukan akibat dari masalah ini, lebih baik kita mengambil kesempatan ini untuk mengeluarkan Aleska dan adiknya itu dari keluarga kita. sebelum orang dari kerajaan itu mencari masalah dengan kita" jelas Amanda kepada putranya Devano.
"ma apa maksud mama?" tanyanya lagi memastikan.
"Devano, kamu jangan terlalu lengah, mama memanfaatkan situasi ini bukan hanya untuk memberikan mereka pelajaran, tapi juga menyelamatkan keluarganya kita dari masalah" ungkap nyonya Amanda lagi mengambil simpati Devano.
"kalau kamu tidak percaya kamu bisa memeriksanya sendiri." ucap amanda lagi sambil memperhatikan ekspresi Devano yang hanya terdiam memikirkan sesuatu.
"jadi kamu harus membantu mama, kamu mengerti kan?" sambung Amanda lagi yang melihat Devano hanya terdiam.
"baik ma aku akan memeriksanya, sekarang aku akan pergi ke kantor dulu" ucap Devano.
"kamu tidak sarapan dulu?" tanya Amanda lagi.
"tidak ma, aku sarapan di kantor aja" jawab Devano dengan senyuman alakadarnya.
"baik lah, hati hati du jalan" lepas Amanda.
Devano langsung masuk dan mengendarai mobilnya menuju kantor.
di tengah perjalanan, ucapan mamanya terus saja terngiang-ngiang di kepala Devano.
kerena tidak sabaran dia langsung menelfon Jean.
"hallo tuan" ucapnya di ujung telepon.
"selidiki tentang dua orang asisten Aleska,." ucap Devano langsung pada intinya.
"nanti laporkan hasilnya padaku saat aku sampai di kantor" sambung nya lagi.
sementara Jean masih mencerna apa yang di dikatakannya.
devano sudah langsung mematikan telepon sepihak.
"sial, apakah dia sudah gila" umpat jean sambil melihat handphone nya.
tapi tetap saja dia pergi dengan langkah bergegas melaksanakan perintah Devano.
*
Orlando yang mengetahui tentang asal usul Hugo dan Mike dari kerajaan Rumania tidak lagi menahan mulutnya, dia sengaja menyebarkan berita itu, untuk menambah runyam masalah Aleska, tentu saja semua itu telah dia rencanakan terlebih dahulu bersama Amanda.
kini orang orang yang tengah di herankan oleh hilangnya berita tentang skandal Aleska dan Ruby.
mau sekeras apapun mereka mencari artikel dan tautan tentang berita itu masih tidak ada hasil.
bahkan postingan-postingan di akun sosial media pribadi mereka ikutan hilang dan di hapus otomatis oleh sistem.
saat semua orang di heran kan dengan fenomena tidak biasa itu, kini muncul trending topik baru. diman Hugo dan Mike menjadi objek utama kali ini.
dengan munculnya artikel artikel baru tentang mereka berdua.
"bangsawan kabur..... [lihat selengkapnya]
"penipuan Aleska Davidson terhadap kedua asistennya yang merupakan bangsawan dari kerajaan Rumania.....[lihat selengkapnya]
"fakta menarik kedua asisten Aleska Davison.....[lihat selengkapnya]
dan berbagai macam jenis judul artikel lainnya yang sudah tersebar.
dengan itu, jean juga merasa sedikit heran, karena baru pagi ini Devano memintanya untuk mencari tahu tentang asisten Aleska tersebut, tapi kini sudah tersebar artikel artikel yang mengejutkan tentang mereka berdua.
"apa ini" pikirnya.
"apakah hanya suatu kebetulan atau apa?, jika berita tentang skandal nya tiba tiba hilang itu masih bisa di pahami, karena bagaimanapun juga, Aleska memiliki jaringan yang kuat.
beberapa menit kemudian Devano sampai di kantor, dan berjalan dari lift menuju keuangannya.
Jean yang melihat kedatangan Devano langsung berinisiatif mengikutinya dari menuju ruangan bosnya itu.
sampai di dalam Devano langsung duduk di kursi kebesarannya terkesan sedikit tidak sabaran.
"jadi bagaimana?" tanya Devano langsung kepada Jean begitu dua duduk di kursinya.
"tuan, sepertinya identitas mereka berdua cukup bermasalah" ucap Jean kini dengan tenang.
ya tentu saja dia senang, karena misinya selesai dengan mudah akibat artikel yang bermunculan pagi ini.
"jelas dengan rinci" perintah Devano sambil memerhatikan gerak gerik jean asistennya itu.
"begini tuan, pertama mereka berdua bukan warga negara asli Jerman, mereka berasal dari kerajaan Rumania.
dan yang kedua, mereka memiliki identitas yang tidak biasa, kemungkinan mereka berdua anak dari pejabat tinggi kerajaan itu atau mungkin bangsawan dan sejenisnya" lapor Jean.
mungkin anda juga sudah melihat artikel artikel yang bermunculan pagi ini tentang mereka berdua" tambah Jean lagi.
mendengar penjelasan jean yang sama persis seperti yang di katakan oleh ibunya, Devano langsung mengambil handphonenya yng berada di atas meja.
"hallo, bagaimana tentang pekerjaan mu?" tanya devano kepada seseorang yang berada di ujung telepon nya.
"semuanya beres bos" ucap orang itu dengan nada bangga.
"bagus kamu melakukannya dengan sangat baik" ucap Devano dengan nada datar.
mendengar pujian dari bosnya, orang di ujung telepon itupun tersenyum bangga.
begitupun dengan wajah jean ikut heran mendengar Devano memuji cara kerja seseorang.
"tapi, kamu harus membatalkan lagi semua pekerjaan mu, buat semuanya kembali pada posisi awal" perintah Devano membuat membuat Jean yang berada di sana menyaksikan bosnya itu menelfon hampir memuntahkan isi perutnya.
apalagi orang yang ada di ujung telfon itu, Jean tidak bisa lagi membayangkan bagaimana ekspresinya saat ini.
"ta ta tapi tuan, itu ...." ucap orang tersebut tergagap tidak tahu bagaimana untuk merespon perintah Devano.
"itu tidak akan sulit, mengingat kamu sangat ahli dalam bidang itu, hingga aku melihat pagi ini tidak ada secuil pun berita yang bocor" ucap Devano dengan tegas.
"maafkan aku tuan, maafkan aku" ucap orang itu seperti ketakutan.
"kenapa dia bersikap berlebihan" batin Jean menyaksikan percakapan mereka berdua.
"sebenarnya hal apa yang di perintahkan oleh tuan kepada lelaki itu?" pikir Jean yang tak henti hentinya menebak apa yang dilakukan oleh devano tuannya itu.
Devano yang juga merasakan keanehan pada laki laki di ujung telepon itu, melihat ke arah jean yang berdiri di depan meja kerjanya.
"sebenarnya ini semua bukan kerjaan saya tuan, ada pihak lain yang juga ikut campur saat mengerjakan itu semalam, dia memiliki keahlian melebihi saya tuan, saya menyadari itu semalam, saat semua data yang tuan perintahkan untuk saya blokir semuanya telah tidak dapat lagi di temukan dan di dideteksi, sepertinya pihak lain telah lebih dulu bertindak dan membereskan semuanya." jelas orang itu dengan nada penuh rasa bersalah.
entah kemana suaranya yang tadi terdengar penuh rasa bangga.
awalnya Jean sempat heran, tentang apa yang di bicarakan oleh Devano dengan orang asing itu tampa sepengetahuannya, tapi dia hanya diam dengan patuh mendengarkan percakapan mereka.
*hallo readers😌, selamat malam.
dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.
jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.
juga membuat author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.
terimakasih🥰
salam hangat dari author 🤗