
tuan Davidson berdiri dan pergi dari sana di iringi dengan langkah Abas dari belakang.
dan langkah Devano juga di iringi dengan Jean yang mengikutinya dari belakang.
dan semua orang yang memenuhi ruangan itu satu persatu juga keluar, hingga kini ruangan itu kosong hanya meninggalkan Aleska yang masih duduk di kursinya dengan Mike dan Hugo masih berdiri menunggu nya dengan setia.
*****
sementara Aleska yang masih tetap diam di tempat duduknya, pikirannya masih di penuhi dengan bayang bayang wajah Devano yang penuh emosi saat membela dirinya dan Ruby saat di tuduh memiliki hubungan yang tidak pantas.
Aleska dengan jelas bisa melihat jika Devano samasekali tidak bersandiwara dengan apa yang di ucapkan nya.
"tuan, ayo kita pergi dari sini" kata Hugo kepada Aleska yang masih duduk melamun di kursinya
"hmm baik lah, ayo kita pergi" ucap Aleska sambil berdiri dari duduknya
mereka bertiga keluar beriringan dari ruangan itu menuju ruangan Aleska.
"tuan, jika kita telah mengakui anda secara terbuka pada media sebagai CEO dari Unity Resource Group (URG) maka mereka semua akan mencari cara agar bisa menjalin kerjasama serta mencari tahu kantor dan tempat latihan anggota kita" (ucap Hugo khawatir)
"ini akan lebih bagus, dunia akan lebih mengenal kita, dan Unity Resource Group akan berkembang dengan lebih cepat." jawab Mike dengan antusias memikirkan keuntungan yang akan mereka dapat.
"tapi ini juga sama dengan memperlihatkan kelemahan kita pada dunia, dengan dunia mengetahui identitas tuan dan pusat latihan kita, sama saja kita memberikan peluang yang besar kepada musuh kita untuk balik menyerang" jawab Hugo yang menghawatirkan keselamatan mereka.
"hey kalian berdua hentikan," Aleska angkat bicara menghentikan mereka berdua yang selalu saja suka berdebat, antara Mike yang selalu memikirkan peluang bisnis yang besar dan Hugo yang selalu mengutamakan keselamatan mereka.
mendengar Aleska, Mike dan Hugo langsung terdiam. walau Aleska lebih muda dari mereka berdua tapi mereka sangat menghormati aleska.
pertama karena dia memang memiliki kemapuan untuk membuat orang lain bersikap hormat kepadanya.
yang kedua darah kerajaan yang mengalir di tubuhnya adalah suatu hal mutlak yang membuat orang menundukkan kepala di hadapannya.
walaupun itu adalah putra seorang mentri dan putra seorang jendral yang terkenal dengan kekuatannya yang besar dan keahliannya untuk menjaga keamanan kerajaan rumania tetap stabil. mungkin sifat inilah yang turun kepada hugo, sehingga dia tidak pernah main main dalam melaksanakan tugas nya, dan selalu menyelesaikannya dengan cepat tepat dan aman.
"Mike, Hugo, kalian tidak perlu khawatir dan memperdebatkan hal yang tidak perlu, aku sudah memikirkan semuanya, jadi kalian hanya tinggal menjalankan semuanya sesuai instruksi dari ku!"
"maksud tuan,?" tanya Mike dan Hugo secara bersamaan.
lagi lagi mereka selalu di kalahkan oleh pola pikir Aleska yang selalu saja satu langkah di depan mereka berdua.
walau bagaimanapun mike dan hugo memikirkannya, maka Aleska akan dengan mudah menyelesaikan masalah apapun itu dengan mudah.
Aleska mulai menjelaskan kepada Mike dan Hugo
"Mike bisa dengan tenang melakukan bisnis dan mendapatkan keuntungan yang besar seperti yang dia inginkan, sedang kan kamu Hugo (sambil mengalihkan tatapannya kepada hugo) juga bisa menjaga keamanan kita semua dengan mudah, dengan cara kita membuat dua kantor, dan dua tempat latihan." jelas Aleska secara sederhana.
"maksud tuan adalah, kita membuat dua gedung perusahaan dan dua gedung tempat latihan, yang satu untuk di tunjukan kepada dunia, sementara yang lainya tetap kita rahasiakan seperti biasa?" tanya Mike menerka maksud dari Aleska.
"tepat sekali, jadi kalian berdua hanya perlu melakukan peranan kalian masing masing dengan sungguh sungguh" menatap keduanya secara bergantian.
"baik tuan, ide anda sangat cemerlang, bahkan kami berdua sudah memikirkan ini untuk waktu yang lama, tapi anda menyelesaikan nya hanya dengan pemikiran yang sederhana tapi sangat bermanfaat dan bisa di gunakan untuk menyelesaikan masalah kita" puji Mike dan Hugo kepada Aleska.
ternyata mereka berdua telah berdebat mengenai masalah ini sejak beberapa hari yang lalu.
"kalau begitu, aku akan pulang terlebih dahulu, Mike kamu bisa langsung mencari gedung mewah yang pantas menjadi kantor pusat bagi Unity Resource Group di daerah sekitar gedung Davidson Corperation agar mempermudah pekerjaan kita. setelah itu kita bisa langsung mengumumkan keberadaan kantor kita.
"kedengarannya itu akan lebih bagus tuan, dengan kantor dan tempat latihan berada dalam gedung yang sama" ucap Mike
"bagus jika kalian juga berfikir seperti itu, sekarang hanya tinggal usaha kalian untuk bisa mendapatkan gedung paling bagus di daerah ini." ucap Aleska dengan santai
"tuan, apakah anda juga akan memalsukan anggota yang akan latihan di gedung baru dan menjadikan mereka sebagi pajangan sekaligus tameng untuk melindungi rahasia kita?"
"hmm aku tidak sepenuhnya akan menjadikan mereka pajangan, tapi aku juga akan melatih mereka. jadi kita masih bisa menjaga kerahasiaan anggota inti secara penuh"
"tuan rencana anda benar benar sempurna"
"baik lah, selamat tinggal, aku akan pulang terlebih dahulu" Aleska dengan santai mengambil jasnya yang di letak Kanya di sandaran kursi dan pergi dari sana.
di jalan pulang di dalam mobilnya aleska mencari kontak Ruby di handphone nya dan memanggil nomor itu.
"hallo kak?"
"ya, apakah kamu sudah makan malam?" tanya Aleska.
"belum, karena ini masih sore" jawab Ruby.
"bagus, jika begitu malam ini kita akan makam malam di luar, kamu siap siap dulu aku jalan pulang untuk menjemput mu"
"baik lah, tapi apakah terjadi suatu hal yang baik?"
"benar, karena itu kita harus merayakannya"
"hmm baik lah"
di jalan pulang, hampir sampai di mension handphone Aleska kembali berdering.
Aleska mengangkat satu alisnya melihat itu adalah panggilan dari Hugo.
"ada apa?" Aleska menjawab telfon dari Hugo
"tuan, ada suatu hal penting yang perlu aku laporkan kepada mu, anda dimana sekarang" tanya Hugo.
"aku di jalan menuju mension" jawab Aleska apa adanya.
"baik aku akan menyusul anda ke sana" ucap Hugo.
"tidak perlu, dimana kamu sekarang, aku akan ke sana" ucap Aleska, karena dia tidak ingin saat sampai di mension malah mengabaikan Ruby dan sibuk dengan urusan bisnisnya sendiri, jadi lebih baik mereka bertemu di luar, pikirnya.
"baik lah, sekarang aku dan Mike berada di markas kita" jelas Hugo, maksudnya dengan markas adalah rumah yang di tempati Hugo saat pertama kali bertemu Aleska.
*hy reader tercinta,🥰
jika kalian sudah membaca sampai bab ini, aku harap kalian meninggalkan komentar, like, dan vote ya, biar author memiliki harapan untuk terus menulis karyanya.
terimakasih.
salam hangat dari Author🤗