
"apa ada pelayan yang membuatkan sarapan telur dadar gulung saat sarapan pagi untuk majikannya?" tanya Aleska balik.
"aku rasa tidak" ucap gadis itu lagi dengan bibir sedikit manyun.
"benar benar imut" batin Aleska.
sementara Ruby bergelut dengan pikirannya lagi dan lagi.
"hmm jadi yang semalam cuma mimpi apa kenyataannya?" batin Ruby.
"selamat pagi tuan, selamat pagi nona" Sapa Hugo dan Mike kepada Ruby dan Aleska.
di ikuti dengan beberapa orang pelayan di belakang mereka berdua yang juga menunduk memberi hormat.
Aleska dan Ruby menoleh kearah mereka berdua.
melihat pelayan di belakang Hugo dan Mike ruby tiba tiba reflek melihat wajah kakaknya.
"ini semua yang anda pesan tuan" ucap Hugo sambil melirik beberapa kantong belanjaan dengan logo logo mendunia yang berada di tangan para pelayan itu.
"bagus," ucapnya singkat.
lalu beralih mantap Ruby "kamu bisa mencoba mereka semua pelan pelan, jika tidak ada yang kamu suka, kita bisa pergi dan beli lagi" ucapnya kepada gadis yang sudah berstatus kekasihnya itu.
"hmm? apa ini?" tanya Ruby bingung.
"nona, ini semua adalah beberapa stelan pakaian, gaun, baju tidur dan kelengkapan anda yang lain yang disiapkan oleh tuan" ucap Hugo menerangkan sambil melirik halus kepada Aleska.
"ya?, itu tidak perlu, pakaianku masih banyak" ucap Ruby.
"tidak tidak, walaupun banyak anda perlu beberapa pakaian baru untuk melihat dan jalan di universitas baru anda kan?" ucap Hugo lagi.
"aku tidak mendaftar di universitas manapun, aku juga tidak mau kuliah, aku mau di rumah saja" ucap Ruby lesu dengan mata tertunduk.
"siapa bilang anda tidak mendaftar" sambung Mike, sambil menyerahkan beberapa dokumen yang dari tadi dia pegang ke tangan Ruby.
Ruby dengan sedikit bingung dan jantung berdebar membuka amplop itu. " dia terus menerka-nerka apa yang ada di dalam amplop itu seraya terus membuka nya.
benar saja, di dalam amplop itu tertera SELAMAT atas nama Ruby Davidson lulus di Parsons New School of Design.
melihatnya saja ruby sudah begitu gembira,
Karena sekolah mode ini adalah sekolah terbaik di New York dan pada beberapa kesempatan telah diperingkatkan sebagai perguruan tinggi mode terbaik di seluruh New York City. Sekolah itu menduduki peringkat nomor 133 sekolah terbaik di dunia berdasarkan berita AS.
"benarkah aku di terima di sekolah ini?" ucap Ruby tidak percaya dengan wajah mekar gembira.
"tentu saja, kamu juga bisa memilih sekolah mana yang kamu inginkan atau di negara mana kamu ingin sekolah" ucap Mike sambil memberi kode kepada ruby untuk membalik halaman selanjutnya.
benar saja, dengan mata yang berkaca kaca Ruby terus terusan membalik halaman demi halaman, mulai dari sekolah sekolah mode, Institut Of Technologi, Universitas, yang berada di berbagai negara, seperti New York, London, Italia, Amerika, dan Jerman.
"apakah ini tidak bercanda?" ucap gadis itu sambil melihat lurus ke arah Mike dan Aleska.
"tentu saja, jadi mulai sekarang persiapkan diri mu dan pilih jadwal kapan kamu akan ke sana, aku akan mengantarmu" ucap Aleska.
"kakak, terimakasih" ucap Ruby sambil berjalan mendekat dan memeluk Aleska bahagia.
tapi tiba-tiba wajahnya kembali berubah sendu.
"ada apa?" tanya Aleska pengertian.
"tapi, aku tidak berani keluar, aku malu" ucapnya lagi.
"apakah kamu malu bersama ku?" tanya Aleska sambil menatap wajah Ruby yang masih berada dalam pelukannya.
"kakak, bukan itu maksud ku, tapi..." ucapannya terhenti dan melirik ke arah Hugo, Mike dan pelayan lain yang berdiri di belakang mereka.
"tapi apa?" tanya Aleska mendesak.
"tapi mereka akan membicarakan kita di belakang" ucap Ruby lagi, masih kwhatir dengan gosip yang beredar.
"klw itu kamu tidak perlu pusing, nanti siang semuanya akan mereda, dan mereka tidak akan lagi mencampuri urusan kita" ucap Aleska menjelaskan kepada Ruby.
"tapi bagaimana kakak melakukannya?" tanya gadis itu polos.
"mangkanya kamu lihat sendiri aja nanti, jadi cepat habiskan makanan mu, setelah itu pergi ganti baju" ucap Aleska kepada Ruby.
"kenapa harus ganti baju," ucapnya santai sambil kembali menyuap makanannya dengan tenang
"karena kamu akan ikut kakak ke kantor" ucap Aleska lagi Tiba tiba, yang membuat gadis itu terbatuk-batuk.
uhuk uhuk.. Ruby berusaha menutup kerena tersedak makanannya sendiri mendengar ucapan Aleska.
"apa kamu baik baik saja?" ucap Aleska sambil memberikan segelas air.
Ruby meneguk air yang di berikan oleh Aleska.
setelah beberapa Saat.
"aku baik baik saja" ucapnya.
"kenapa aku ikut ke kakak?" tanya Ruby ingin tahu.
"kamu ikut saja, cepat habiskan makanan mu setelah itu ganti baju!" ucap Aleska sambil mengangkat tangannya melihat jam yang melingkar indah di pergelangan tangannya.
"ya, aku sudah selesai" ucap Ruby
"kalau begitu tunggu apalagi?" ucapnya sambil melirik ke arah Hugo dengan sudut matanya.
dengan mengerti Hugo langsung maju dan menyerahkan kantong belanjaan yang ada di tangannya.
"nona anda bisa memakai ini, jika tidak cocok dengan selera mu kamu, kami masih punya banyak gaun yang lain" ucap Hugo.
"hmm baik lah, terimakasih kak Hugo" ucap gadis itu setelah mengambil kantong belanja itu dari tangan Hugo.
lalu dia sedikit melihat ke arah Aleska saat menerima kantong itu dari Hugo.
melihat itu Aleska hanya sedikit menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Ruby melangkah naik ke lantai dua untuk mengganti bajunya.
*hallo readers😌, selamat siang.
dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.
jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.
juga membuat Author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.
terimakasih🥰
salam hangat dari Author 🤗