
Devano merasa tercekik mendengar ini dan segera pergi dari sana.
setelah Devano pergi, aleska kembali masuk kedalam.
"kakak apa yang kalian bicarakan? sepertinya kalian berdua sangat serius"
"dia menanyakan arah jalan"
"jadi begitu"
Aleska juga sengaja tidak memberitahu Ruby tentang identitas Devano sebenarnya, karena ini juga memberikan keuntungan kepada nya dan Ruby.
Aleska sendiri tidak ingin Ruby ketakutan dan banyak pikiran karena kehadiran devano. dan jika Ruby tidak mengetahuinya maka Ruby akan lebih aman.
***
sementara Devano dengan gelisah kembali ke mension utama, dia ingin bertanya sesuatu kepada ibunya, karena memang selama ini dia tidak pernah bertanya apa pun tentang Aleska dan adik perempuannya, dan ibu nya juga tidak pernah mengatakan apa pun tentang mereka berdua.
sampai saat ini dia telah banyak menemukan ke aneh an tentang Aleska, mulai dari dia tidak pernah terdaftar di sekolah manapun, dan tiba tiba satu tahun terakhir dia masuk ke sekolah dimana adik perempuannya sofia sekolah.
dimana sofia juga dengan mendadak ingin pindah ke sekolah tersebut.
dan yang lebih aneh, bagaimana Aleska memiliki kemampuan untuk mengendalikan pasar saham, dan ini masalahnya bukan dalam lingkup kecil tapi adalah pasar saham Eropa. siapa sebenarnya yang berada di belakang Aleska untuk mendukungnya.
dan hubungan nya dengan adik perempuannya....
"agghhhh... apa apaan ini, kenapa aku menjadi semakin kesal melihat mereka berdua tampak sangat dekat."
devano memukul stir mobilnya saat mobil ya sudah berhenti di depan mension utama.
"apa mama sekarang berada di rumah?"
tanya Devano kepada salah satu pelayan perempuan yang menyambut kedatanganya.
"maaf tuan, nyonya barusan pergi keluar"
Aleska mengambil handphone dari balik jasnya dan segera menelfon.
"hallo ma"
Amanda yang sedang sibuk memilih tas yang dia sukai di sebuah mall yang terkenal dengan menjual barang barang bermerek. melihat nama putra memanggil di layar handphone mahalnya.
"iya sayang, ada apa?"
"ma kapan kamu akan pulang?"
"apakah terjadi sesuatu?"
"hmm ini bukan suatu hal yang mendesak, mama bisa melanjutkan kegiatan mama terlebih dahulu"
"baik lah kalau begitu, sekarang mama sedang berbelanja di tempat biasa, apakah kamu sudah makan malam?"
"belum, sekarang aku lagi ada di rumah"
"bagus, kalau begitu bagaimana kalau kita makan malam di luar" ajak amanda sambil menenteng satu tas belanja dengan merek mewah di tanganya.
"baik lah, aku akan menyusul mama terlebih dahulu setelah mama selesai belanja kita pergi makan malam." menyetujui mamanya.
"baik lah, kamu juga sudah lama tidak menemani mama berbelanja,"
Amanda mengakhiri panggilan telfon nya.
dan tersenyum senang memikirkan putranya akan datang menemuinya, tapi pikiran Amanda sedikit terganggu tentang hal apa yang ingin di bicarakan oleh Devano.
di sisi lain devayno memasukkan handphone nya kembali ke dalam saku dan berniat kembali pergi keluar.
"kalian tidak perlu menyiapkan makan malam, aku akan makan malam di luar bersama mama. dan papa juga kemungkin juga akan pulang terlambat lagi." katanya kepada pelayan sebelum meninggalkan rumah.
"baik tuan, pelayan itu menunduk hormat kepada devano sebelum dia pergi"
sementara Ruby dan kakaknya Aleska melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda.
"menurut kakak kenapa dia bisa tersesat?, apakah dia baru pindah ke daerah ini?" tanya gadis itu polos.
"mungkin saja begitu"
"Ruby kedepannya jika kamu bertemu lagi dengannya kamu harus lebih waspada! tidak boleh berbicara sembarangan kepada orang asing." jelas Aleska serius.
"itu karena sebelumnya aku pernah bertemu dengannya" sambil mengingat jika dia pernah bertemu dengan di jalan depan mension.
"walaupun begitu apakah kamu tahu nama dia siapa?"
"tidak" jawab Ruby singkat.
"karena itu berarti di orang asing, mungkin saja dia berbahaya, jadi jangan dekat dekat dengan nya! mengerti kan?"
Aleska mencoba memberikan pengertian kepada adiknya.
"hmm baik lah"
Ruby kembali makan dengan tenang dan tidak lagi banyak tanya kepada kakaknya.
*
semetara di mall Die Hackeschen Hoefe Devano menaiki tangga eskalator untuk menemui ibunya.
saat Devano sampai pada salah satu toko tas tempat biasa orang tua nya berbelanja Devano masuk kedalam tokoh tersebut.
melihat seorang pemuda tampan datang ke toko tas mereka, salah satu pelayan perempuan langsung menghampiri Devano sambil tersenyum.
"selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu?" tawar pelayan toko sambil tersenyum ramah.
"oh kamu sudah datang?"
nyonya Amanda yang sedang asik memilih tas yang di sukai nya mendengar pelayan toko menyambut tamu yang baru datang dan dia langsung menoleh melihat apakah orang yang baru saja datang adalah Devano yang sedang dia tunggu.
"dia adalah putra saya" jelas amanda memperkenalkan Devano kepada pelayan toko yang yang berdiri di samping Devano dengan bangga.
"oh ternyata putra nyonya, pantas saja dia sangat tampan" Devano yang di puji oleh pelayan toko hanya tersenyum tipis ke arahnya.
"apakah mama sudah selesai?"
"iya, tunggu sebentar" amanda kembali kedalam untuk membayar dan menyuruh pelayan tersebut untuk mengantar barangnya ke parkiran.
"ayo kita pergi sekarang"
"baik lah, mama mau makan dimana?"
"bagaimana di tempat biasa kita sering pergi makan dulu" ajak Devano.
"tentu saja, kedengarannya bagus."
Devano dan mamanya amyanda kembali turun mengunakan lift langsung menuju ke parkiran bawah tanah, dan pergi dari mall tersebut menuju restoran yang mereka maksud.
saat sampai Devano turun terlebih dahulu dari mobil untuk membukakan pintu untuk mamanya , benar benar anak yang berbakti.
"terimakasih sayang"
devano tersenyum ke arah ibunya dan mengiringi mamanya nyonya amanda ke dalam restoran yang cukup mewah.
setelah mereka berdua duduk seorang pelayan laki laki datang untuk memberikan daftar menu kepada mereka berdua dengan hormat.
setelah memesan sambil menunggu amanda bertanya kepada devano apa yang ingin dibicarakannya.
*****
"devano apakah terjadi sesuatu?" Amanda bertanya dengan hati hati sambil memperhatikan raut wajah Devano.
"ini bukan masalah besar ma, aku hanya penasaran tentang mension sisi timur" ucap devano hati hati.
karena dia tahu jika ibu nya sangat tidak menyukai jika membahas tentang Mension itu.
"hmm apakah kamu telah datang ke sana?" tanya Amanda menebak.
"benar ma" memperhatikan raut wajah Amanda.
"sebenarnya, dulu saat papa mu membawa wanita lain pulang ke rumah, saat dia kembali dari perjalanan bisnisnya dari Rumania, untuk di jadikan sebagai istri keduanya.
saat itu mama tidak dapat melakukan apapun karena mama sedang hamil wanda adik mu.