
"tidak bukan begitu, aku hanya tidak menyangka jika kamu yang memasak hidangan sebanyak ini" devano berusaha terlihat tenang.
"biasanya aku akan selalu memasak untuk makan kami berdua," jelasnya lagi.
"jadi kapan kamu memasak makan ini?" tanya Devano ingin tahu.
"oh itu aku masak tadi, tapi karena kak Aleska masih belum pulang, sambil menunggunya maka aku akan pergi jalan jalan dan memetik bunga " jelas Ruby.
*****
Ruby menjelaskan semuanya dengan jujur kepada Devano, benar benar gadis polos, sepertinya lain kali aku harus mengajarinya untuk hati hati dan waspada terhadap orang luar (pikir Aleska).
mendengar ini, Devano merasa sedikit lega, setidaknya gadis di depannya ini sangat jujur, membantu membuat hati nya terasa sedikit tentram.
Devano kembali mengangkat sendok yang ada di tangannya dan menyuap makanan di hadapannya seperti sebuah barang yang sangat berharga.
kali ini karena suasana hatinya terasa lebih tentram dari pada saat pertama makan tadi. makanan di mulutnya ternyata terasa sangat enak, bagaimana tadi dia tidak merasakan rasa masakan ini yang begitu nikmat.
hanya beberapa menit piring Devano bersih tampa sisa. semua makanan di habiskan olehnya.
"terima kasih telah memberiku makanan yang sangat enak" ucapnya lagi.
"benarkah? bagus lah jika kamu juga suka, ini adalah makanan kesukaan kak Aleska."
mendengar ini, entah kenapa makanan yang tadi terasa begitu enak dan sangat berharga, kini mulai terasa tidak nyaman berada di dalam perutnya.
mendengar perkataan Ruby dan melihat ekspresi Devano yang berubah menjadi masam Aleska menyunggingkan sebuah senyuman puas di bibir indahnya.
"terimakasih telah memasak makanan kesukaan ku" aleska berkata sambil mengusap kepala gadis yang duduk tepat di sebelahnya.
lagi lagi Devano merasa sesuatu tersangkut di tenggorokannya melihat mereka berdua.
Aleska mulai menyuap makanan di dalam piringnya dengan lahap. sebenarnya Aleska dari tadi juga sudah sangat lapar, tapi karena pemuda ini duduk satu meja makan dengannya Aleska merasa tidak memiliki selera untuk makan sama sekali.
melihat kakaknya menyuap makanan yang di buatnya dengan lahap, Ruby lagi lagi membuat senyum yang begitu memikat di wajahnya.
*
sementara di ruang kerja tuan carllyss yang masih sibuk memikirkan bagai mana cara menggunakan Ruby utuk bisa mengendalikan kakaknya aleska tampa menyakiti gadis itu.
tiba tiba seseorang datang mengetik pintu ruang kerjanya.
"masuk" ucap tuan carllyss.
"selamat malam tuan," Steve yang merupakan asisten dari tuan Carllyss datang menyapanya dengan wajah cerah.
"selamat malam, apakah terjadi suatu yang hal yang baik?"
"benar tuan, baru saja Tommy memberikan kabar jika dia telah menemukan jejak dari istri Felix, sepertinya dia hidup bersama seorang putrinya di desa yang cukup terpencil" saat menjelaskan ini kepada carllyss senyuman di bibir Steve tidak pernah hilang sedikit pun.
begitupun dengan tuan Carllyss yang terlihat sangat senang hingga matanya berkaca kaca saat mendengar berita baik dari Steve, karena mereka semua mengetahui jika dokter Felix dan istrinya sama sekali tidak memiliki satu orang pun anak, karena mereka berdua mandul. setidak nya sekarang mereka masih memiliki sedikit harapan untuk menemukan putri mereka.
"Steve? kalau begitu kita harus segera membawa mereka ke sini agar bisa menyelidiki masalah ini lebih lanjut."
"benar apa yang kamu katakan, jadi kita harus bagai mana?" ucap tuan Carllyss dengan nada yang sudah tidak sabar untuk menginformasi jika gadis yang hidup bersama istri dokter Felix adalah putri nya.
"kita harus menyelidiki identitas gadis itu terlebih dahulu, setelah menginformasi dia adalah tuan putri maka kita bisa datang dan pelan pelan membujuk dan menjelaskan kepadanya, apa yang telah terjadi sebenarnya, saya yakin saat itu dia juga akan penasaran tentang siapa dirinya yang sebenarnya dan tentang kedua orang tua kandungnya." jelas Steve.
"Steve kamu benar sekali, maka katakan seperti itu kepada Tommy, jangan sampai dia kehilangan mereka lagi dan segera selidiki masalah ini secepat mungkin."
"baik tuan" ucap Steve.
wajah tuan Carllyss terlihat sangat senang bercampur rasa cemas, bagaimana jika gadis itu bukan putrinya.
"kalau begitu tuan, saya permisi dulu" pamit Steve.
"baik ucap," tuan Carllyss
*
sementara di ruang kerja Aleska, Hugo datang untuk melaporkan suatu masalah kepadanya terkait tentang urusan di luar menajemen kantor.
sementara Mike juga datang melaporkan situasi dan urusan di kantor.
"tuan, baru saja Carllyss tiba tiba menarik semua orangnya dari hutan Pinus" lapor Hugo terlebih dahulu, sementara Mike hanya duduk dengan tenang di sofa sambil mengangkat kaki menunggu gilirannya.
mendengar ini Aleska terdiam dan memikirkan kemungkinan terjadinya sesuatu, sehingga membuat Carllyss memutuskan untuk menarik orang orang nya yang telah lama selalu mengawasi hutan Pinus.
"pasti terjadi sesuatu hingga mereka menarik orang orangnya dari sini" ucap Aleska.
"mungkin karena mereka telah menemukan kembali putrinya" jawab Mike dengan cuek dari balik punggung Hugo.
mendengar ini Aleska dan Hugo merasa heran apa yang sedang di bicarakan oleh mike.
"Mike apa yang kamu bicarakan?" tanyo Hugo dengan wajah heran, begitu pun dengan Aleska yang juga menantikan jawaban dan maksud dari perkataan Mike barusan saat dia menanggapi pembicaraan dia dan Hugo secara tiba tiba.
"tentu saja tentang orang orang suruhan tuan Carllyss yang selalu mengawasi hutan Pinus yang kalian berdua bicarakan itu" jawab Mike tetap dengan ekspresi santai.
"bukan itu, apa maksud mu tentang mereka telah menemukan kembali putri nya? Mike bicaralah dengan jelas" nada bicara Hugo mulai terdengar kesal.
karena penasaran tentang apa yang di bicarakan oleh Mike, karena biasanya anak itu tidak pernah bicara kalau dia tidak mengetahui sesuatu.
"hmm itu, waktu insiden keributan di kantor karena kabar tentang identitas tuan yang tersebar. saat itu aku datang ke kantor menggantikan tuan untuk mengurus beberapa masalah.
dan saat saya melewati ruangan tuan Davidson saya mendengar pembicaraannya dengan tuan Abas jika alasan tuan Carllyss menempatkan beberapa orang nya di hutan Pinus selama bertahun tahun, itu karena dia mencurigai jika tuan Davidson berhubungan dengan hilangnya putrinya sekitar 16 tahun yang lalu." Mike menjelaskan situasi nya saat itu kepada Aleska dan Hugo.
Hugo hanya bisa menganga mendengar informasi yang susah payah dia cari selama ini di dapatkan oleh Mike dengan sangat mudah,
tentang tujuan tuan Carllyss, yang selalu menempatkan orang orang nya untuk mengawasi hutan Pinus.
itupun Mike ketahui secara tidak sengaja dan juga dari orang yang tidak mereka duga.
tapi lain hal yang di rasakan oleh Aleska saat mendengar informasi ini, dia malah tiba tiba merasa gelisah, semua informasi bercampur aduk di dalam pikiran saat ini.
dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. pikirnya berusaha mencari penyebab kegelisahannya.