Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
087 menimba air sumur



mendengar ini sepertinya Freya bertambah kesal kepada pemuda yang ada di hadapannya ini. tapi di juga sangat berharap jika pemuda itu tidak hanya mengatakan omong kosong dan dapat membantu mereka keluar dari kesulitan.


tommy mulai menyingsingkan lengan baju kemeja putihnya dan berjalan ke arah kolong mobil itu, tampa basa tommy langsung masuk kedalam kolong truk itu dan mulai bekerja.


freya dan ibunya nyonya Anny saling bertatapan melihat tindakan dari pemuda yang baru mereka kenal itu.


sepertinya dia adalah pemuda yang baik, kata nyonya Anny di dalam hatinya.


dia adalah pemuda yang aneh kata Freya dalam hatinya.


tapi mereka berdua hanya diam menunggu hasil dari pekerjaan Tommy, karena bagaimanapun juga mereka berdua tidak memiliki pilihan lain untuk menolak bantuan dari pemuda itu.


sepertinya dia tulus membatu kita pikir nyonya Anny. sambil melihat ke arah Tommy ya g sibuk dengan peralatan nya dan membenarkan mesin truk mereka yang entah rusak di bagian mana. kemeja putih bersih yang di kenakan nya terlihat sudah acak acakan kerena terkena oli dan minyak, belum lagi kotoran di jalanan saat di merebahkan dirinya di atas tanah begitu saja.


*****@


"apakah kamu benar benar bisa memperbaiki mobil ini?" (tanya Freya)


"tentu saja, sekarang kamu masuk lah dan coba nyalakan mesinnya!" (ucap Tommy dengan santai)


"selesaikan saja pekerjaan mu terlebih dahulu, bagaimana mungkin ini telah selesai dalam waktu yang sangat cepat" (omel Freya)


"oleh karena itu, kami bisa menceknya sekarang." (ucap Tommy)


"hmm baik lah" (Freya segera berjalan dan masuk kedalam mobil itu dan mulai menyalakan mesinnya,)


starter yang pertama tidak berhasil, mesinnya kembali mati sebelum bisa menyala kan dengan stabil.


starter yang kedua masih sama.


akhirnya Freya berteriak ke arah luar mobil, jika mobilnya masih belum bisa menyala.


"hey, ini masih belum bisa menyala" (teriak Freya)


mendengar itu Tommy segera keluar dari bawah kolong mobil dan berjalan masuk kedalam mobil.


"geser, biar aku yang mencobanya" (ucap Tommy)


Freya akhir nya mengalah dan bergeser dari duduknya memberikan tempat bagi Tommy untuk melakukan aksinya.


benar saja baru satu kali mencoba menyalakan mesin mobil, itu berhasil di nyalakan oleh Tommy.


"wah kamu benar benar bisa melakukanya" (kata Freya girang setelah mesin mobil itu berhasil dinyalakan oleh Tommy)


mereka berdua segera turun dari mobil itu dan bicara dengan nyonya Anny yang dari tadi telah menunggu mereka di luar.


"ibu, mobilnya berhasil di perbaiki"


"benar, kalian berdua sudah bekerja keras, sekarang ayo kita pulang dan kalian berdua bisa istirahat di rumah" (ucap nyonya Anny kepada mereka berdua?)@


"nyonya apakah saya juga boleh ikut bersama kalian berdua?" (tanya Tommy)


"tentu saja, kamu bisa menyusul kami dari belakang menggunakan mobilmu sendiri" (nyonya Anny)


"hmm baik lah" (Tommy)


mereka berdua ibu dan anak segera memasuki truk mereka dan hugo mengikuti truk mereka dari belakang seperti yang di katakan oleh nyonya Anny.


ternyata tidak lama dari sana mereka menemukan sebuah desa kecil yang masih asri, saat mereka tiba di desa itu hari sudah mulai gelap.


dalam hati hugo, kapan dia bisa mencari sebuah rumah yang cukup nyaman di daerah terpencil dan di tepi hutan seperti ini. pikir Tommy saat berjalan menuju mereka berdua.


"Tommy ini adalah rumah baru kami, mungkin masih sangat berantakan, ayo kita masuk" (ucap nyonya Anny)


"baik" (balas Tommy)


mereka bertiga berjalan masuk secara beriringan ke dalam rumah itu.


nampak perabotan dalam rumah itu, semuanya sudah di tutupi oleh kain putih, sepertinya rumah ini sudah di tinggalkan cukup lama oleh pemiliknya.@


nyonya ini meletakkan tas di kedua tanganya dan membuka salah satu kain putih yang menutupi kursi sofa panjang di ruangan tengah, itu adalah satu satunya kursi di rumah ini selain kursi yang terbuat dari kayu untuk meja makan.


"uhuk uhuk. . . banyak sekali debu di rumah ini"


"sepertinya perlu sedikit membereskan rumah ini sebelum dapat beristirahat" (kata nyonya Anny)


Freya dan Tommy hanya mengangguk angguk mendengar perkataan nyonya Anny dan mereka berdua berpencar untuk mengecek kondisi semua ruangan di rumah itu.


"ibu, sepertinya disini tidak ada air" (ucap Freya sambil terus memutar kran air di dapur)


"biar aku" (kata Tommy kepada Freya)


Tommy langsung melangkah menuju ke arah Freya yang sibuk memutar kran air itu.


setelah mengeceknya beberapa saat Tommy berkata kepada Freya.


"sepertinya mesin penarik airnya telah rusak, karena telah lama tidak di pakai, aku akan mencoba mengecek nya apakah masih bisa di perbaiki."ucap Tommy kepada freya.


sementara gadis berambut panjang yang lurus itu hanya mengangguk anggukan kepalanya ke arah Tommy.@


Tommy pergi kluar untuk melihat kondisi mesin penarik air itu, tapi siapa sangka ternya mesinnya sudah sangat hancur dan tidak layak pakai lagi, jadi mau tidak mau untuk malam ini dia harus menimba air di dalam sumur untuk kebutuhan mereka.


apa lagi Freya dia sudah penuh berlumuran oli, dia pasti merasa sangat tidak nyaman dan ingin segera membersihkan diri (kata Tommy di dalam hatinya yang merasa kasihan memikirkan penampilan gadis itu yang terlihat sedikit acak acakan.)


tepat saat dia sedang melamun datang suara nyonya anny dari belakang menanyakan tentang bagaimana kondisi mesin air, apakah masih bisa di perbaiki atau tidak.


Tommy mau tidak mau hrus menjelaskan kondisi yang sebenarnya kepada nyonya Anny dengan rasa sedikit bersalah karena tidak mampu memperbaiki mesin itu.


@


"maaf kan aku nyonya, sepertinya mesin air itu sudah tidak bisa di perbaiki lagi, jadi untuk malam ini aku akan menimba air dalam sumur untuk keperluan kita." (saran tommy)


"tapi nanti kami kecapekan " (nyonya anny)


"kalau hanya untuk menimba air itu hanya masalah kecil untuk ku nyonya"


"baiklah jika kamu berkata seperti itu, aku akan memasak masakan sederhana untuk mengganjal perut kita terlebih dahulu. setelah itu kita makan"


"baik lah nyonya, sambil menunggu anda menyiapkan makanan maka aku akan menimba air untuk keperluan anda memasak dan untuk keperluan lainya" (ucap Tommy)


"baiklah, terimakasih Tommy" (nyonya Anny)


setelah itu Tommy kembali berjalan ke arah sumur untuk mulai menimba air dalam sumur


setelah beberapa saat, tommy yang masih sibuk menimba air sumur hingga beberapa ember besar hampir penuh, untuk keperluan mereka yang akan banyak memerlukan air bersih. tiba tiba seseorang datang dan memanggil namanya dari belakangnya.