
dengan kecepatan tinggi Mike melajukan mobil yang dikendarainya.
"apa kamu baik baik saja?" tanya Aleska yang duduk tepat di samping Hugo.
"aku baik baik saja tuan" ucap Hugo yakin.
"kita ke rumah sakit terdekat terlebih dahulu" perintah Aleska kepada Mike.
tapi bukannya langsung mematuhi apa yang di katakan oleh Aleska, Mike malah menoleh ke belakang melihat Hugo.
"tidak taun, aku sungguh baik baik saja, aku lebih takut jika membuat putri kita menunggu dengan sedih" tambahnya sambil melirik Aleska.
"yah, kamu benar, Mike kita langsung ke sekolah Ruby," perintahnya lagi.
"Siap tuan, aku akan menaikkan kecepatan, kita akan sampai dalam satu setengah jam" terangnya pada Aleska.
"bagus"
Mike langsung menekan pedal gas nya lagi dengan kuat, dan sedikit bersemangat.
tepat setelah satu setengah jam kemudian.
tiiiiitttttt bunyi suara ban mobil Mike yang mengerem mendadak.
"kita sampai ucapnya" dengan senyuman yang mengambang di wajah tampan nya.
sambil melihat ke belakang, tapi orang yang dia cari telah berjalan masuk kedalam gedung sekolah Ruby.
"kapan dia turun?" tanya Mike kepada Hugo.
"tepat sebelum mobil berhenti sempurna" ucap Hugo cuek.
"wah, sepertinya tuan kita benar-benar takut telat," ucapnya dengan mata yang masih membulat.
Mike mengeluarkan handphonenya dan melihat begitu banyak notifikasi, jadi Mike langsung membuka dan melihat isi notif itu.
lagi lagi Mike membulatkan matanya, dan langsung memanggil nomor Aleska.
dreeettt dreettt..
bunyi handphone Aleska di saku jasnya yang sudah sedikit acak acakan akibat pertarungan nya di rumah sakit itu.
Aleska meraih handphone itu dan melihat nama Mike di sana.
"ada apa?" tanya Aleska sambil berhenti tepat di tengah di pintu masuk yang di belakangi oleh orang orang yang sibuk berteriak ke arah Ruby di lengkapi dengan kilatan cahaya flash kamera yang membidik ke arahnya.
"tuan, tersebar berita negatif Antara anda dan nona Ruby" jelas Mike
tapi Aleska hanya menatap lekat pada sosok gadis yang berada di tengah kerumunan orang orang.
orang orang yang menyadari kehadiran Aleska satu persatu memutar badannya melihat kehadiran laki laki gagah itu di antara mereka.
tapi tidak ada teriakan ataupun tepuk tangan bahagia yang terdengar, semua orang hanya diam membisu.
suasana di sana pun tiba tiba menjadi hening.
Aleska tetap dengan tenang berjalan ke arah panggung dimana Ruby berdiri di sana dengan tidak berdaya.
dan seorang pemuda dari keluarga carllyss yang juga berdiri tepat di sampingnya, tapi pemuda itu sama sekali tidak berguna (pikir Aleska dalam hatinya melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu.)
karena terlalu kesal melihat perempuan yang disayanginya diserang oleh ribuan orang sekaligus, tapi tidak ada seorang pun yang berdiri di sana membela ataupun melindunginya.
bahkan orang orang terdekatnya yang juga berada di sana tidak melakukan apapun untuk melindunginya.
Aleska segera mempercepat langkahnya, yang awalnya dia melangkah dengan tenang sekarang langkah kakinya terlihat sedikit tergesa gesa.
dari jauh dia menatap mata sembab gadisnya, dan Aleska menyadari jika Ruby sangat menunggu kehadirannya, mata indahnya berkaca kaca melihat ke arah ku" batin Aleska sedikit bergetar menatap gadisnya yang sayu.
Aleska semakin mempercepat langkah kakinya, awalnya dia hanya ingin memeluk gadis itu dan membawanya pergi dari sana.
tapi saat tiga langkah sebelum mencapai Ruby dia melihat kilatan sosok seorang pemuda yang sedang berlari dari samping panggung menuju ke arah Ruby.
seketika Aleska kehilangan akal sehatnya.
"kamu ingin memiliki Ruby, tapi malah tidak mampu mengendalikan orang-orang mu sendiri, dan membiarkan mereka menyakiti perempuan itu leluasa, kamu samasekali tidak pantas" batin Aleska.
saat sampai di hadapan gadis itu dia malah meraih pinggang ramping gadis itu dengan erat dan mencium bibir ranum gadis itu dengan waktu cukup lama dan mengabaikan semua tatapan semua orang yang melihat ke arah mereka berdua.
dia menatap nanar ke arah Aleska yang tengah menyatukan bibir mereka berdua.
awalnya Devano langsung datang ke sekolah Ruby setelah melihat berita yang tersebar di media sosial, walaupun dia sedikit merasa aneh dengan hubungan Aleska dan Ruby, tapi dia sengaja datang untuk membela dan berdiri di samping gadis itu.
mungkin ini juga kesempatan yang bagus untuk jujur kepadanya soal identitas ku" pikir Devano
tapi kini dia hanya berdiri diam mematung di sudut ruangan itu.
hingga Aleska melepaskan pelukannya dari ruby dengan pelan kemudian memegang tangan gadis itu untuk membawanya pergi dari sana.
melihat itu Devano juga langsung keluar dari gedung itu melalui pintu yang dia masuki sebelumnya.
dia tidak memperdulikan mamanya dan adik perempuannya sofia yang juga berada di sana, dia hanya pergi dari sana sebelum ada seorang pun yang menyadari keberadaannya.
setelah keluar dari gedung itu Devano mendengar suara riuh di belakangnya, untung saja aku bergerak cepat ucapnya.
kini dia memutar matanya mencari keberadaan kemana Ruby di bawa oleh Aleska.
dari jauh Devano melihat mobil yang terparkir di depan gedung itu, dan barusaja di masuki oleh ruby dan Aleska.
saat hendak mengejar mobil mereka, devano di sadarkan oleh kehadiran reporter yang sangat banyak di sana.
tidak, sekarang bukan waktunya untuk ribut dengan Aleska, tapi sekarang aku harus melindungi Ruby" ucap Devano sambil masuk kedalam mobilnya dan menelfon seseorang.
"hallo tuan Devano, apa anda memerlukan sesuatu?" tanya orang tersebut di balik telfon Devano.
"yah, sekarang kamu tahan semua berita tentang adik perempuan ku bernama Ruby, jangan biarkan siapapun atau media manapun menyiarkan berita tentangnya, kapan perlu kamu mencari herker terbaik dunia untuk memblokir semua data yang telah tersimpan di handphone semua orang yang ada di sekolahnya hari ini" perintah Devano dalam satu tarikan nafas.
"baik tuan, anda tenang saja, serahkan semuanya pada saya, besok pagi anda tidak akan menemukan berita apapun yang tidak ingin anda dengar, " ucap pria itu yakin.
"bagus" ucap Devano puas.
*
di perjalanan pulang Ruby hanya diam, dia melihat ke depan di mana Hugo tengah mengemudi.
"kak Hugo, apakah kamu baik baik saja?" tanya Ruby menghawatirkan keadaan Hugo yang dari samping dahinya terlihat sedikit noda darah, walaupun sudah dia bersihkan noda itu masih bisa terlihat jelas di mata adik kecilnya itu.
Hugo yang mendengar itu pun merasakan perasaanya bercampur aduk, antara senang karena di perhatikan oleh ruby dan prihatin melihat gadis itu, bukanya menghawatirkan dirinya sendiri dia malah menghawatirkan ku" pikir Hugo.
"aku juga terluka" Aleska menyambar pertanyaan mereka berdua.
sebenarnya Ruby juga telah melihat debu dan noda darah di ujung lengan kemeja putih Aleska, yang sedikit di tutupi oleh jas yang dia pakai, tapi dia merasa tidak punya cukup nyali untuk berbicara terlebih dahulu kepada kakaknya itu.
karena itu dia juga melihat ke depan memperhatikan keadaan Hugo, seperti dugaannya mereka berdua benar benar terluka.
"ya siapa suruh kakak pergi berhari hari dan tidak pulang, untung saja kak Hugo mau pergi menjemput kakak" ucapnya dengan nada yang terdengar sedikit marah.
awalnya Aleska kebingungan bagaimana dia akan menghadapi Ruby kedepannya, bagaimana pun Ruby masih menganggap mereka adalah saudara kandung, dan masih belum tahu tentang apapun yang selama ini di kerjakan oleh Aleska saat meninggalkannya.
tapi ternyata gadis itu tidak shock seperti yang dia kira, gadis itu masih bisa bersikap tenang dan tidak histeris maupun marah terhadap nya.
malah dia menangkap jika Ruby kesal karena dia pergi terlalu lama.
"apakah kamu baik baik saja?" tanya Aleska tiba tiba dengan nada yang sangat serius.
"ya aku baik baik saja" ucap gadis itu sambil melihat ke lain arah.
*pengumuman penting. @cacacondadevita
hallo readers😌, selamat malam.
sebelumnya author minta maaf karena pada episode "096 pelukan posesif Aleska" merupakan kesalahan Author yang salah mengapdate tulisan yang masih berada di draf yang belum di edit.
karena itu, jika kalian bingung membaca episode ini, kalian bisa kembali lagi membaca episode "096 pelukan posesif Aleska" telah diganti dengan "ciuman posesif Aleska"
happy reading🥰
dan juga selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah biar author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.
terimakasih🥰
salam hangat dari author 🤗