Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
093 kembali tertidur lelap



setelah selesai semuanya dia kembali melihat dirinya di kaca.


"sempurna" (kata nyonya carllyss kepada diri nya sendiri saat melihat penampilanya di pantulan cermin, sekarang dia baru merasa puas dan berjalan dari kamarnya ke luar untuk memanggil kedua putranya dan segera berangkat, karena sekarang hari sudah siang dengan matahari yang sudah cukup tinggi.


tapi saat nyonya carllyss berjalan luar dari kamarnya, suasana rumah masih saja sepi seperti sebelumnya, dia cemas apakah dea putranya meninggalkannya dan berangkat sendiri karena terlalu lama menunggunya.


nyonya carlyss berjalan ke arah kamr rice dengan panik untuk memastikan apakah kedua putranya benar benar telah pergi dan meninggalkannya.


saat sampai di depan pintu kamar rice dia sedikit heran karena pintu kamar itu tidak di kunci. jadi nyonya carlyss langsung saja dengan leluasa masuk kedalam kamar itu.


siapa sangka orang yang diperkirakan nya akan pergi duluan dan meninggalkannya sekarang tertidur di atas tempat tidurnya dengan nyenyak, sementara mereka sudah hampir telat untuk datang ke acara kelulusan ruby.


@


"rice, rice, ayo cepat bangun, apakah kamu sudah tidak ingin datang ke hari kelulusan ruby? " (kata nyonya carlyss membangunkan putranya)


apakah Carllo juga masih belum bangun, pikir nyonya Carlyss yang juga mengingat putra keduanya yang juga tidak kelihatan.


sebelum rice sempat mendapatkan kesadarannya ibu nya telah pergi dari sana untuk membangunkan juga kakaknya Carllo.


*****


"Carllo ayo bangun, Carllo?, Carllo?. . .


klek. . . pintu langsung terbuka memperlihatkan pemandangan yang membuat nyonya carllyss lagi lagi kembali terdiam melihat kelakuan putranya.


"mama kenapa sangat ribut?"


(tanya Carllo kepada mamanya dengan penampilan yang telah rapi dan tampak segar, dia terlihat sangat tampan mungkin karena menggunakan pakaian terbaiknya dan berkali kali merapikan rambutnya di depan cermin sehingga dia tidak keluar keluar dari kamar nya.


hingga mamanya datang dan menggedor-gedor kamarnya dengan panik. karena mengira Carllo juga ketiduran seperti adiknya rice. siapa sangka dia telah siap dan sangat rapi dan wangi.


"Carllo syukurlah jika kamu telah siap, ayo sekarang kita ke kamar adik mu rice bantu dia untuk kembali siap siap!"


(ucap nyonya carllyss kepada putra sulungnya sambil menarik tangan pemuda tampan itu ke luar kamarnya menuju kamar adiknya rice)


mau tidak mau Carllo hanya bisa dengan patuh mengikuti langkah ibunya menuju ke kamar adik laki lakinya.@


"mama, kenapa kita perlu membantunya untuk siap siap, ingat ma dia sekarang bukanya ingin jadi pengantin, kita hanya akan pergi ke acara hari kelulusan ruby" (ucap Carllo kepada ibunya dengan wajah cemberut karena tubuhnya setengah di seret oleh ibunya.)


"Carllo masalahnya bukan itu, rice masih tidur dan baru mama bangunkan barusan. kalau kita membiarkan nya siap siap sendiri maka kita akan terlambat. mama tidak ingin melewatkan hari kelulusan ruby." (jelas nyonya carllyss kepada putranya )


mendengar ucapan mamanya Carllo tiba tiba menghentikan langkahnya.


karena tubuh putranya tiba tiba terasa berat nyonya carllyss melihat ke belakang menatap wajah putranya.


"mama, apakah kamu berhalusinasi, ? " (tanya Carllo kepada mamanya)


"apanya yang berhalusinasi, kamu jalan saja dengan cepat, kita sudah terlambat" (ucap nyonya carlyss dengan singkat)


"mama, ada apa dengan mu, bagaimana bisa rice masih tidur, aku sudah mendengar suaranya yang ribut saat masih pagi pagi sekali sampai menganggu tidur ku" (ucap Carllo masih tidak percaya)


"Carllo ayo cepat lihat sendiri kelakuan adik mu" (paksa nyonya carllyss)


sekarang Carllo terpaksa mengikuti langkah ibunya, karena dia tidak bisa mengelak lagi.


sampainya di depan kamar rice, pintu kamar anak itu masoh terbuka lebar, saat masuk kedalam Carllo melihat rice yang sedang panik Menganti bajunya yang kusut dengan rambut berantakan dan wajah kusam.


"apa yang kamu lakukan?" (tanya Carllo dengan wajah heran melihat kelakuan adik laki lakinya)


@


"sayang, tenanglah kami berdua akan membantu mu" (ucap nyonya carllyss menenangkan putra bungsunya)


mereka bertiga sibuk membatu rice untuk memperbaiki penampilanya. hingga hampir saja mereka datang terlambat.


untung saja mereka datang tepat waktu sebelum acara pembukaan nya di mulai, dan mereka bertiga merasa sangat lega dan memperlihatkan senyuman terbaiknya saat hari penting bagi ruby.


mereka dengan perasaan lega berjalan ke arah ruby dan sahabatnya sintia.


"selamat sayang" (ucap nyonya carlyss dengan tulus kepada ruby sambil memeluk gadis itu dengan senyuman yang tidak lepas dari bibirnya)


"terimakasih tante telah bersedia datang" (ucap ruby kepada nyonya carlyss)


"tentu saja sayang, tantu sudah tidak sabar untuk datang ke acara hari kelulusan kamu, karena mereka berdua sangat lama di depan cermin, karena itu tante sedikit terlambat"


(terang nyonya carlyss dengan wajah ramah kepada ruby, seperti berbicara kepada putrinya sendiri)


"terimakasih tante, tante sama sekali belum terlambat." (ucap ruby kepada nyonya carllyss)


@


"selamat ruby," ucap rice dan Carllo secara bergantian memeluk tubuh ruby, di saksikan oleh semua orang yang melihat ke arah mereka."


terdengar bisik bisik di sana sini oleh semua orang dengan pendapat mereka masing masing melihat kedekatan ruby dengan keluarga carllyss yang terkenal sebagai musuh dari keluaraga davidson.


banyak dari mereka yang beranggapan jika mereka sengaja membuat kesepakatan dengan keluarga carllyss untuk mendukung mereka berdua untuk melawan saudara tirinya devano.


ada juga yang merasa iri dengan ruby karena dia bisa memiliki hubungan dekat dengan kedua pemuda tampan dan kaya raya itu.


tapi ruby tidak pernah lagi memperdulikan apapun yang di katakan orang orang.


kini suasana hati ruby sedikit terobati oleh kehadiran keluarga carllyss yang kini telah duduk di samping nya dengan tenang.


seperti anak normal pada umumnya dengan membawa seluruh keluarga besarnya menyaksikan hari kelulusan anak anak mereka.


sekarang ruby hanya tinggal menunggu kakaknya aleska. Mungkin dia hanya sedikit terlambat. pikir ruby dalam hatinya.


ruby secara diam diam tetap saja melirik kebelakang ke arah pintu menanti kedatangan kakaknya aleska. tentu saja gerakan kecil ruby ini terbaca oleh nyonya carllyss yang dari tadi memang memperhatikan ruby.


"sayang apakah kamu menunggu kakak mu?"


(tanya nyonya carlyss)


@


"benar tante" (jawab ruby lesu ke arah nyonya carlyss)


"mungkin dia sedikit terlambat karena sesuatu" (ucap nyonya carllyss menenangkan ruby)


"benar tante," (kata ruby pasrah)


mereka kembali memperhatikan kedepan saat salah satu guru menaiki panggung untuk membuka acara dengan resmi dan memberikan sambutan kepada para orang tua murid, dan menyampaikan amanah serta penghargaan kepada siswa terbaiknya tahun ini.


sebenarnya dari tadi Carllo juga telah memperhatikan setiap gerakan dan tindakan ruby, sepertinya dia terlihat gelisah, tapi setelah mamanya berbicara kepada ruby, sekarang Carllo mengerti ternyata dia mencemaskan kakaknya yang belum juga datang.


setelah kepala sekolah menyampaikan kata sambutan dan mengumumkan bahwa semua murid telah lulus, kini tiba saat nya untuk mengumumkan siswa yang lulus dengan nilai terbaik tahun ini.


semua orang mulai dari murid hingga orang tua murid mulai berdebar-debar menantikan nama siapa yang akan terpanggil untuk naik ke atas panggung dengan pencapaian nilai tertinggi.


satu persatu nama siswa mulai terdengar di umumkan dari atas panggung mulai dari juara ke tiga hingga juara pertama yang akan di umumkan di akhir pengumuman.