Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
007 Pertemuan Ruby Dan Devano



saat pagi hari di sekolah Ruby.


Ruby yang saat ini mulai beranjak dewasa mulai memancarkan kecantikannya, tapi tidak ada seorang pun yang berani mengganggunya, karena semua orang tau, kalau menganggu Ruby sama halnya dengan membangunkan macan tidur.


tapi pagi ini ada pemuda yang datang ingin berbicara dengannya, dia sekitar berusia 22 tahun, dua tahun lebih tua dari Aleska, dia datang dengan menggunakan jas yang membuatnya terlihat sedikit lebih dewasa.


kulitnya juga terlihat sedikit lebih putih dari Aleska dan memiliki tinggi yang sama, dia adalah anak pertama dari keluarga Carllyss. dia datang ingin menemui Ruby untuk berbicara tentang apa yang terjadi kepada adiknya waktu itu,


"apakah kamu Ruby?" tanya pemuda itu.


"ya saya adalah Ruby, apakah kamu mengenalku?" tanya gadis itu dengan polos, karena dia melihat jika pemuda ini bukan berasal dari sekolah yang sama dengannya.


"oh kenalkan saya adalah Carllo, boleh kah saya bertanya kepadamu Ruby?" ucap Carllo memperkenalkan diri


"ya silahkan." jawab gadis itu menyetujuinya begitu saja.


"apakah kamu mengenal Rice?" sambil memperhatikan raut wajah gadis itu.


"hmm bisa di bilang begitu kemaren siang kami bertemu di kantin." jawab Ruby jujur.


"hmm benarkah?, saat saya pulang ke rumah saya sudah melihat Rice babak belur." ucap Carllo sambil terus memperhatikan ekspresi Ruby.


sebenarnya saat itu Carllo ingin sekali menanyakan kepada Ruby kenapa adiknya di hajar oleh Aleska kakaknya Ruby.


tapi dia meredam keinginannya ini karena saat melihat wajah polos gadis itu dia merasa tidak tega, dan batinnya yang merasa dekat dengan gadis ini.


dan lihatlah tampangnya yang rapuh itu, sekaligus menawan membuat orang merasa ingin melindunginya dan tidak ingin menyakiti perasaanya.


karena ini Carllo menghentikan niat nya untuk bertanya kepada Ruby.


saat bersamaan Aleska melihat mereka berdua berbicara di sudut suatu ruangan dengan akrab dan tidak biasanya Ruby mau berbicara pada orang asing apalagi ini adalah seorang pemuda asing.


Aleska merasakan dadanya panas melihat Ruby bicara sambil tersenyum kepada pemuda di depannya, entah apa yang mereka berdua bicarakan.


"kakak kenapa kamu seperti orang yang sedang mengintip?" tanya wanda yang tiba tiba muncul di belakang Aleska.


Aleska kegagapan karena kehadiran Wanda yang datang entah dari mana mengejutkannya.


"diam kamu Wanda"


"kakak kenapa kamu memperhatikan Ruby yang sedang bicara dengan Carllo? apakah kakak cemburu?" sambil memperhatikan dua orang yang tengah asik berbincang tidak jauh dari mereka.


entah apa yang ada di otak Wanda sampai dia bisa mengeluarkan kata seperti itu untuk meledek kakak nya.


sementara Wanda tidak memperhatikan perkataanya, Aleska malah kepikiran dengan perkataan Wanda? apakah dia benar cemburu, tapi itu tidak mungkin Ruby adalah adiknya.


tapi Aleska tidak bisa memungkiri nya kalau jantung nya berdetak kencang saat melihat Ruby berlarian ke arahnya dan sekarang pun dadanya panas melihat Ruby berbicara dengan pemuda lain.


dia kesal dan pergi meninggalkan Wanda sendiri, dia mendekat ke arah Ruby, kepo mendengarkan apa yang di bicarakan Ruby dan Carllo.


Wanda mengingat sesuatu dan kembali mengejar Aleska


"kakak tunggu aku, kakak apakah menurutmu Carllo adalah orang yang akan di jodohkan dengan Ruby?" tanya Wanda menebak.


Aleska yang pintar pun segera memukul kepala Wanda dan berkata " apakah kamu lupa kalau keluarga kita dan Carllo bermusuhan?.


"benar kakak kamu sangat pintar, jadi mengapa adik kita bicara pada Carllo?"


Aleska ingat sesuatu dan segera berlari kembali kembali menyusul Ruby, dia sangat khawatir, sampainya di sana dia langsung mendorong Carllo untuk menjauh dari Ruby,


"ada apa dengan mu? kenapa kamu mendekati adikku?"


"kakak jangan salah paham, dia hanya bertanya kepadaku." jelas Ruby.


ini adalah pertama kalinya Aleska memperlihatkan pembelaannya langsung di depan Ruby,


"Apa yang kamu inginkan?" ucap Aleska langsung kepada Carllo


sikap carlo sangat tenang menghadapi Aleska yang sudah di kuasai oleh amarah atau rasa cemburu, entah lah, bahkan dia sendiri tidak menyadarinya.


"jadi apa urusan mu ? kenapa kamu mencari adikmu?" desak Aleska.


"sebenarnya aku tidak mencari Ruby, aku mencari mu." jawab Carllo singkat.


Aleska menaikan satu alisnya


"kenapa kamu mencari ku?" tanyanya.


"bisa kah kita berdua bicara? sepertinya kau akan malu kalau aku bicara di depan adikmu" ucap Carllo meremehkan.


"ehkhem baiklah" setuju Aleska, bukan apa hanya saja dia juga tidak ingin bicara di depan gadis itu.


lalu mereka berdua pergi ke sudut taman di belakang sekolah, Carllo yang sudah terbiasa membantu ayahnya di dunia bisnis dia terlihat lebih berwibawa dan dewasa dari pada usianya,


"apakah kau adalah orang yang selalu menghajar setiap orang yang akan mendekati Ruby?" tanya Carllo.


"apa urusan mu?" tanya balik Aleska sinis.


"kali ini akan menjadi urusanku karena kau telah memukul adikku,"


"jadi apa mau mu?" tanya Aleska yang sudah mulai tidak sabar.


"aku akan melindungi adikku seperti kau melindungi adikmu"


mendengar ini Aleska tidak tau akan berkata seperti apa, dia mendengar ini sangat konyol dan ingin tertawa, tapi dia hanya melihatkan senyum kecilnya dan pergi.


memang karena dia bersifat sedingin gunung es, dia tidak akan meladeni orang yang bicara panjang lebar dan basa basi.


sementara Carllo hanya tersenyum melihat kepergian Aleska.


*flashback carllo on


saat pulang dari pertemuan mewakili papanya di kantor, sampai di rumah Carllo menemukan adiknya yang sudah babak belur


"ada apa denganmu Rice?" tanya Carllo dengan khawatir.


"aku baik baik saja kak, hanya ada orang di sekolah ku yang tidak suka aku mendekati adiknya" jelas Rice asal.


"apakah kamu menganggu adik seseorang"


"ayolah kak, aku tidak menganggu gadis itu"


"jadi dia adalah seorang gadis"


sela Carllo di tengah penjelasan yang di berikan adiknya dengan ekspresi yang seperti tertawa menggelitik.


awalnya dia sangat marah mengingat seseorang dengan beraninya telah menganiaya adiknya seperti ini, tapi setelah mendengarkan penjelasan dari Rice, Carllo malah merasa ini sesuatu yang konyol karena adiknya di pukuli oleh kakak gadis yang dia ganggu.


hingga dia melupakan amarahnya dan malah mulai ingin mengerjai adiknya ini yang nampaknya tertarik kepada gadis itu.


melihat tingkah kakak nya, tentu saja rice menjadi kesal, dan ingin pergi, tapi Carllo malah menahannya.


"jadi coba ceritakan apa yang kau lakukan pada gadis itu, sehingga membuat saudara laki laki nya menghajar mu seperti ini?"


rice terdiam dia bingung seperti apa dia akan menjelaskan kepada kakaknya.


"kakak, pertama tama kamu tidak boleh menertawakan ku"


" hmmm baik lah, sekarang ceritakan "


"awalnya aku melihat gadis itu pulang sekolah selalu berlarian, zaman sekarang siapa yang pulang sekolah setiap hari berjalan kaki bahkan dia berlari.