
mereka menggunakan metode membunuh yang mematikan, ini adalah keahlian ilmu beladiri yang cukup langka saat ini, mereka bukan tandingan kami" lapor mereka dari seberang sana.
"sialan, apa yang sebenarnya terjadi?"
Devano sangat kesal, karena saat dia mendatangi mension sisi timur baru dua hari yang lalu, tidak ada terlihat tanda tanda keberadaan pengawal.
"apa yang sebenarnya yang di sembunyikan Aleska di sana?."
"tuan, apakah Aleska diam diam sudah menikah dan membawa anak dan istrinya untuk tinggal di mension itu."
Jean yang juga ikut mendengarkan laporan dari salah satu anak buah devano langsung memberikan pendapatnya sesuai dengan situasi yang di dengarnya dari devano sebelumnya.
karena dua hari yang lalu Devano memberitahunya tentang ini dan menyuruh Jean mencari orang yang memiliki kemampuan khusus untuk menyelidiki masalah ini dan memintanya untuk melaporkan langsung kepadanya.
Devano sempat bingung, apa yang sebenarnya terjadi, tapi setelah mendengar pendapat Jean dia merasa itu juga mungkin terjadi, tapi di usianya yang masih 18 tahun?, itu sedikit tidak masuk akal." pikirnya.
"jean, kamu urus sisa pekerjaan ku, aku akan pulang sekarang" langsung berdiri dari kursinya.
"tuan, apakah kamu akan memeriksanya sendiri?" mengikuti langkah aleska yang mendekat ke pintu.
"kamu urus saja kantor dengan baik"
devano seperti biasa, mengambil jasnya yang dia gantung di tempat gantungan di sisi jendela di kantornya, dan dia hanya akan memakai rompi sebagai luaran kemeja putihnya saat bekerja.
devano meninggalkan kantornya begitu saja, Jean juga ikut penasaran karena Devano langsung pergi saat dia mengatakan jika Aleska mungkin saja sudah menikah dan menyembunyikan istrinya di sana.
"tuan hati hati, jangan sampai kamu di tangkap oleh pengawal bayangan di sana"
devano tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Jean, berjalan keluar dari pintu sambil memasang kembali jasnya saat msih berjalan, pemandangan ini membuat Devano terlihat tambah keren dan maskulin karena gerakannya memasang jasnya dengan tergesa gesa.
sampai di parkiran devano mengambil mobil hitamnya dan melaju dengan kecepatan maksimal menuju mension mereka yang berjarak sekitar 45 menit dari kantornya.
saat sampai di depan gerbang mension utama devano langsung membelokan mobilnya mengambil jalan kecil memutari mension utama untuk samapi ke mension aleska.
saat sampai di depan gerbang kecil berkarat yang dilihat nya dua hari yang lalu devano masih merasakan perasaan yang sama, tidak ada tanda tanda keberadaan pengawal atau sesuatu yang dirasa membahayakan nyawanya.
Devano kembali membuka gerbang kecil bewarna putih yang sudah mulai berkarat itu dengan perlahan seperti sebelumnya saat dia datang dua hari yang lalu.
tapi bedanya sekarang terlihat sebuah mobil hitam yang parkir di halaman, Devano menyadari jika mobil itu adalah milik Aleska.
jadi devano dengan hati hati terus melangkah mendekat hingga sampai di depan pintu, dia dengan tenang mengamati situasi di sekitarnya, dan mendengar suara seorang gadis dari dalam mension.
"kenapa kakak hari ini pulang cepat, apakah pekerjaannya cukup mudah dan cepat selesai?"
Devano perlahan melangkah pelan dan berdiri di ambang pintu dan melihat ke dalam rumah dimana arah suara yang didengarnya kurang dengan jelas.
"steak ini aku sendiri yang masak, untuk merayakan hari pertama kakak bekerja"
kali ini suara Ruby yang berbicara kepada seseorang terdengar jelas oleh Devano dan melihat gadis cantik yang memiliki mata merah seperti permata ruby yang pernah di temui nya waktu lari pagi di sekitar mension sedang berbicara dengan aleska.
akhgggg..... kenapa dari awal aku melupakan tentang Aleska yang memiliki satu orang adik perempuan, dan tidak terfikir jika gadis yang aku temui itu adalah adik perempuannya.
tapi ada apa dengan pemandangan ini, kenapa aku merasa mereka adalah sepasang kekasih, apakah mata ku salah?,
"hai..... kamu juga di sini? kenapa kamu hanya berdiri di sana? ayo masuk, apakah kamu juga ingin ikut makan?, kebetulan sekali hari ini aku memasak banyak untuk merayakan hari pertama kakak ku bekerja"
Ruby yang melihat pemuda yang pernah dia temui di sekitar mension berdiri seperti patung di pintu masuk rumah mereka mencoba menyapanya, dan mengajak nya ikut makan.
mendengar Ruby yang berbicara ke arah pintu masuk, Aleska juga melihat melihat ke arah sana dan berdiri.
"kenapa kamu datang kemari?"
Aleska bertanya dengan nada yang sangat dingin hampir membekukan orang yang ada di sekitarnya.
"kakak apakah kamu mengenalnya?" tanya ruby penasaran.
mendengar pertanyaan dari ruby, Aleska malah kembali melirik tajam ke arah Devano, seolah olah memerintahkan Devano sendiri langsung untuk menjawab dan menjelaskan kepada Ruby kenapa dia bisa sampai ke sini.
Devano yang di tatap oleh mata indah Ruby yang bulat seakan akan sedang menunggu penjelasan darinya membuat lidah Devano menjadi kaku
"apakah kamu bisu"
Aleska kembali bertanya kepada Devano, melihat mata dingin Aleska yang sudah tidak sabar Devano langsung menjelaskan.
"ah maaf saya tersesat"
entah apa yang ada di pikiran Devano saat ini, sehingga pertama kali kata yang dia keluarkan adalah kata maaf yang sangat jarang keluar dari mulutnya.
padahal awalnya Devano datang ke sana dalam ke adaan marah, dan penasaran ingin mengobrak-abrik tempat itu, tapi saat sampai di hadapan Ruby dia malah mengatakan kata yang tidak berguna.
mendengar seorang Devano mengatakan kata maaf dengan kaku membuat Aleska sangat terkejut, dia tidak mengira Devano akan melunak saat dia datang ke mension mereka.
karena Aleska dari awal sudah mengetahui akan kedatangan Devano, karena itu dia dengan cepat segera pulang dari kantor lebih awal, agar dia sampai lebih dulu di banding Devano.
dua hari yang lalu, saat devano mendatangi mension mereka, Aleska cukup terkejut mendengar laporan dari para pengawalnya yang bertugas menjaga Ruby saat di rumah maupun di luar rumah.
Aleska memang sudah menduga kalau suatu saat Devano akan mendatangi mension mereka karena itu dia memerintahkan pengawalnya untuk membiarkan Devano datang sesukanya selama dia tidak menganggu dan membahayakan Ruby.
*(ketika pengawal Aleska memberikan laporan tentang kedatangan Devano dua hari yang lalu)
"tuan, Devano mendatangi mension tempat tinggal anda, harus kah kami segera mengusirnya?"
"apakah dia sudah bertemu ruby?"
"belum tuan, nona Ruby sedang pergi memetik bunga liar di luar pagar dekat taman pohon Pinus."
"biarkan saja dia, jangan membuat dia menyadari keberadaan kalian, aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan"
"baik tuan"
Aleska segera menutup telfon dari pengawalnya.
"kedatanganya lebih cepat dari dugaan ku."
Aleska berbicara pada diri nya sendiri.