
"tuan, kita mendapat masalah besar, semua orang di kantor kita dari pagi sampai sekarang sudah pusing," ucap sekretaris itu menggantung Kalimatnya.
*****
"apa maksud mu, bicaralah dengan jelas." perintah Abas sudah tidak sabar.
"itu tuan kantor kita di sibukkan dengan teror telepon dari media, kontraktor, investor, para pemegang saham, dan pelanggan.
beberapa dari bahkan sampai mengancam akan membatalkan kontrak jika kita tidak memberikan akses untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan kemanan Unity Resource Group.
kami tidak tau harus memberikan jawab apa kepada mereka, bahkan perusahaan kita sendiri belum pernah memiliki akses untuk bertemu langsung dengan CEO perusahaan keamanan Unity Resource Group itu, tuan bagaimana kami bisa menangani masalah ini.
saya pun kesusahan karena para pegawai mendesak saya untuk segera melaporkan masalah ini kepada tuan Davidson tapi, saya bingung bagaimana menyampaikan ini kepada beliau.
ada satu hal lagi tuan, mereka semua bersikeras mengatakan jika CEO dari Unity Resource Group adalah tuan muda kedua kita, apakah itu benar?" kata sekretaris Abas menjelaskan panjang lebar, sampai pada pertanyaan terakhirnya dia juga terlihat sedikit antusias dan penasaran.
mendengar kegundahan pegawainya bukanya memberikan solusi Abas malah tiba tiba tidak bisa menahan tawanya.
"wkwkwkwkwk...." Abas tertawa sambil menutup mulutnya.
"kenapa tuan malah tertawa" tanya sekretaris itu dengan wajah bingung.
"bagaimana tidak, kalian sangat polos" jawabnya masih sambil tertawa.
mendengar ini sekretaris Abas bertambah bingung ,melihat tuannya dengan umur yang hampir memasuki kepala tiga sampai saat ini masih lajang tertawa terbahak bahak di hadapannya.
walaupun bosnya ini adalah tipe atasan yang ramah dan mudah tersenyum tapi sekretarisnya, tapi Ross baru kali ini melihat tuannya tertawa seperti itu.
sedang kan Abas masih tersenyum senyum sendiri mengingat semalam waktu pesta tuan muda Devano semalam, yang di laksanakan dengan persiapan sempurna termasuk mengundang para media untuk meliput kemewahan acara pada malam itu dan sekaligus untuk meliput setiap tamu yang hadir.
tapi saat kehadiran Hugo yang merupakan perwakilan dari perusahaan keamanan Unity Resource Group yang di tunggu tunggu oleh tuan rumah malam ini termasuk semua tamu undangan yang sudah hadir.
Hugo mengatakan jika bos mereka tidak suka untuk memperlihatkan identitasnya kepada awak media, jadi dengan terpaksa Abas harus memblokir semua akses media untuk masuk kedalam pesta.
"tuan berikan saya sedikit waktu untuk mengurus masalah ini" pinta Abas
"ya silahkan singkirkan mereka secepat mungkin, karena bos saya sangat menjaga privasi dan dia tidak ingin identitasnya sampai bocor" jawab Hugo tegas.
"baik lah tuan" tentu saja Abas sangat tau jika pimpinan perusahaan keamanan Unity Resource Group yang sudah mendunia itu sangat menjaga privasinya.
karena itu semua orang sangat menantikan kedatanganya dan penasaran seperti apa orang yang bisa menggenggam sebagian dunia di tangannya itu.
jadi untuk membuat pimpinan mereka nyaman tentu saja Abas tampa pikir panjang langsung melaksanakan tugasnya menyingkirkan para media yang telah dia undang sendiri pada malam ini.
"bagus, saya akan menunggu kabar baik dari anda" ucap Hugo
"baik tuan, saya akan membersihkan area pesta secepat mungkin agar anda dan rombongan anda bisa masuk dengan nyaman." Abas berusaha memberikan pelayanan terbaik nya.
hal inilah yang membuat Hugo sedikit terlambat untuk datang ke pesta malam itu, karena dia menunggu Abas untuk mensterilkan area pesta dari para media.
begitupun dengan Abas sendiri dia juga terlambat untuk menghadiri pesta karena mendapat kabar yang mendadak dari Hugo yang merupakan asisten dari CEO Unity Resource Group untuk memblokir semua media.
yang pada awalnya Abas sendiri lah yang mengundang dan memberikan memperlakukan khusus para media dan juga membagikan fasilitas khusus yang bisa mereka gunakan pada malam pesta.
"tuan, bagaimana ini, tuan Devano hari ini juga tidak datang ke kantor" Ross kembali bertanya yang membuat abas tersadar dari lamunannya.
"ah iya, wajar jika para media mendesak Davidson Corperation untuk segera mengklarifikasi tentang hubungannya dengan perusahaan keamanan ternama dunia Unity Resource Group.
serta para pemegang saham dan investor juga menyerang perusahaan kita.
karena perusahaan kita memang memiliki hubungan yang erat dengan CEO Unity Resource Group yang sangat melegenda itu." jelas Abas Tampa ragu.
Ross yang merupakan sekretaris Abas dan hampir semua pegawai perusahaan Davidson Corperation sama sekali tidak mengetahui tentang beredarnya informasi tentang Aleska yang merupakan CEO dari Unity Resource Group.
karena saat itu Abas sendiri lah yang memblokir informasi ini sampai ke luar dengan ketat. walaupun ada dari sebagian mereka yang mengetahui masalah ini karena sebagian dari mereka memiliki hubungan dengan orang orang petinggi perusahaan yang hadir pada malam pesta itu dan mengetahui informasi ini.
tapi mereka masih tidak berani bersuara karena pihak dari perusahaan Davidson Corperation sendiri masih belum ada yang menginformasi tentang masalah ini benar atau hanyalah isu belaka.
dan banyak juga dari mereka para karyawan di Davidson Corperation yang mendengar kabar ini, tapi tidak mempercayainya karena menganggap bahwa Aleska tidak mungkin adalah CEO dari Unity Resource Group, dan menganggap ini hanyalah isu belaka.
"informasi yang kalian dengar pagi ini sampai membuat kalian semua kesusahan untuk menjawab panggilan dari mereka semua adalah benar" Abas mengulangi perkataanya.
"tuan, jangan membuat saya tambah bingung, apakah yang tuan maksud tuan muda Aleska benar benar merupakan CEO dari perusahaan keamanan yang sangat di takuti sekaligus di inginkan oleh semua pengusaha itu?" tanya Ross sambil membulatkan matanya.
"benar, tuan muda kedua kita, Aleska adalah CEO dari Unity Resource Group" menginformasi Abas sekali lagi kepada sekretarisnya Ross.
tapi orang yang mendengar ini hanya berdiri kaku tampa ekspresi.
"Ross....?" panggil Abas.
"ha ???? Ross menjawab Abas seperti orang baru saja sadar dari koma.
"Ross, tunggu aku di sini sebentar, seperti kata mu kita harus menyiapkan konferensi pers untuk mengkonfirmasi masalah ini, untuk membuat semua pihak puas." sambil berdiri dari kursinya bersiap siap untuk pergi.
"baik tuan" jawab Ross yang masih linglung
setelah melihat wajah serius Abas dan seperti yang dikatakannya bahwa Davidson Corperation akan mengadakan konferensi pers maka saat ini semua orang akan tahu kebenaranya.
*
Abas keluar dari ruangan nya menuju ke ruangan David dia ingin menyampaikan masalah yang sedang terjadi dan ingin mengusulkan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.
"tok too tok.....
mendengar pintu ruangannya kembali di ketuk David sempat memandang pintu itu cukup lama.
"masuk" akhirnya setelah menunggu beberapa saat, suara yang di tunggu tunggu oleh Abas segera terdengar.
Abas segera membuka pintu dalam masuk ke dalam.
*
sementara Mike yang datang ke kantor pagi ini untuk mewakili Aleska, melihat Abas kembali memasuki kantor tuan David dengan tergesa gesa saat dia melewati ruangan itu. Mike secara tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua.
"hmmm, Abas? ada apa?" tanya David karena Abas baru keluar dari ruangannya beberapa menit yang lalu.
"tuan, terjadi sedikit masalah di luar perkiraan kita"
"apa itu?" tanyanya masih dengan nada tenang.
"begini tuan, semua media mendesak kita untuk segera menginformasi isu yang beredar
setelah pesta tadi malam tentang taun muda Aleska yang merupakan CEO dari Unity Resource Group benar atau tidak.
dan para pemegang saham dan investor juga meminta kita untuk memberikan akses kepada mereka untuk bisa bertemu dengan tuan Aleska secara langsung.
karena sebagian dari mereka adalah orang yang hadir di pesta malam itu. mereka pasti telah menyaksikan secara langsung saat Aleska mengakui dirinya adalah CEO Unity Resource Group saat pesta tadi malam.
kita sudah tidak bisa mengelak lagi" ucap Abas panjang lebar menjelaskan situasi saat ini kepada tuannya.