Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
021 Pahlawan Ruby



keesokan paginya di sekolah, berita tentang mereka yang di hajar oleh Aleska, secara cepat langsung menyebar di sekolah.


banyak dari mereka yang tidak percaya dan terus saja masih dengan gigih mendekati ruby, sampai saat mereka merasakannya sendiri bagaimana kerasnya pukulan aleska.


dan selanjut nya terus seperti itu, Aleska selalu saja menghajar setiap orang yang mencoba mendekati Ruby, hingga rumor ini menyebar di sekolah mereka sehingga tidak ada lagi pemuda yang sembarangan berani menganggu ruby lagi.


*


"Ruby?" panggil sintia dengan suara tinggi, karena melihat sahabatnya itu malah sibuk melamun, dari pada memikirkan situasi saat ini.


"ya... iya Sintia aku sudah ingat, tapi ini berbeda, aku tidak merayu Carllo dan Rice." bantah Ruby tidak terima.


"Ruby, aku adalah orang yang paling tahu tentang itu, tapi mereka semua berbeda, mereka tidak akan mengerti, mereka semua hanya akan tambah memusuhi mu. dan kakak mu Aleska juga tidak akan bisa terus melindungi kamu, kamu harus bisa melindungi dirimu sendiri Ruby!." ucap Sintia penuh penekanan di setiap nadanya.


mendengar ini Ruby tersadar selama ini dia secara tidak langsung selalu saja mencari cara agar Aleska mau melindunginya tapi dia sama sekali tidak bernah berfikir bagaimana cara melindungi diri nya sendiri.


yang di katakan sahabatnya Sintia juga benar, dia tidak bisa selamanya bergantung pada Aleska, dia harus belajar sesuatu untuk bisa menjaga dirinya sendiri.


saat pulang sekolah Ruby sudah membulatkan tekatnya untuk ikut berlatih bersama kakaknya Aleska, walupun dulu saat ingin ikut berlatih bersama, Aleska selalu mengabaikannya, sekarang dia sudah memutuskan untuk berlatih sendiri jika kakaknya masih tidak mau mengajarkan dan mengabaikannya.


Ruby setelah berganti pakaian dengan pakaian olahraga mulai melatih kekuatan fisiknya dengan berlari beberapa putaran di lapangan tempat biasanya Aleska latihan.


karena ini sudah siang, terik matahari sudah sangat panas mengenai kulit putih Ruby.


"aku dari pulang sekolah tadi tidak melihat kak Aleska sama sekali, kemana dia sebenarnya? apakah dia masih belum pulang dari sekolah?"


ruby terus berbicara pada dirinya sendiri sambil berlari.


ah .hah.. hah.... suara nafas ruby yang yang sesak karena abis berlari. dia pergi beristirahat sebentar di bawah salah satu pohon rindang di sekitar lapangan dan mengambil botol minumnya untuk minum.


"apa yang kamu lakukan disini?"


ukhuk ukhuk..... Ruby tersedak karena tiba tiba terdengar suara aleska yang memanggilnya dari belakang.


ruby membalikan badannya menghadap Aleska yang masih mengenakan pakaian seragamnya sekolahnya.


"kakak dari mana saja kamu?" tanya Ruby.


"apa yang kamu lakukan di sini" bukannya menjawab pertanyaan Ruby, Aleska malah balik bertanya kepada gadis itu.


"ah itu, aku juga ingin berlatih, agar aku bisa membela dan melindungi diriku sendiri" terang Ruby sambil tersenyum kecil


Aleska yang mendengar perkataan Ruby mengerutkan keningnya.


"apakah hari ini ada seseorang yang menganggu mu?" tanya Aleska curiga.


"tidak, tapi aku juga ingin kuat seperti kakak!" ucap Ruby.


karena melihat ketulusan dan tekat Ruby yang kuat, Aleska memikirkan sejenak jika Ruby bisa melindungi dirinya sendiri itu akan lebih baik, jadi Aleska mulai setuju untuk membantu Ruby latihan.


"kita akan mulai berlatih besok, bagun lah lebih awal, kita akan latihan sebelum berangkat sekolah." ucap aleska sambil pergi meninggalkan lapangan.


"apakah kamu tidak mau?" berhenti sambil menoleh kebelakang.


"ah bukan itu, jadi apakah kakak setuju untuk mengajarkan aku beberapa keterampilan bela diri?" tanya Ruby kembali.


"belajar lah sungguh sungguh"


aleska masuk ke dalam mension pergi meninggalkan Ruby sendirian yang masih senyum bahagia karena memikirkan aleska bersedia membantunya berlatih ilmu bela diri.


dari dalam rumah Aleska melihat Ruby yang tersenyum bahagia, dia sangat ingin mencubit pipi imut gadis kecil itu dengan gemas.


tapi dia tidak melakukanya, karena dia tidak mau terlalu dekat dengan Ruby sejak malam itu, saat Ruby tidur dalam pelukannya sampai pagi, dia mulai sadar akan perasaan yang di milikinya terhadap Ruby.


selama ini Ruby selalu memperhatikannya dengan sepenuh hati, memaksakannya makanan, sehingga dia tidak perlu lagi keluyuran keluar mension untuk mencari makan.


menemaninya tidur, jadi dia tidak lagi merasa kesepian setiap malam tidur di ruangan gelap dan dingin sendirian.


tapi dia tidak ingin memperlihatkan perasaanya kepada Ruby atau siapa pun .karena dia sudah terbiasa hidup sendiri semenjak ibunya meninggal dan menjalani kehidupan yang kejam dan keras sendiri.


tapi ibu nya malah meninggalkan seorang adik perempuan bersamanya, awalnya Aleska tidak menginginkan seorang adik, karena merawat dirinya sendiri saja masih sangat sulit apalagi di tambah dengan seorang adik perempuan.


sampai Aleska menemukan kekuatan nya sendiri dan melawan orang orang yang menindas dia dan adiknya.


pada suatu malam pertama kalinya dia memperlihatkan kekuatannya kepada ibu tirinya Amanda.


Aleska membunuh beberapa pengawal dan pelayan nyonya Amanda karena selalu mengurung Ruby hampir tiap malam di ruang bawah tanah yang gelap dan kotor.


setelah membunuh semua pengawal yang menghalangi jalannya Aleska pergi membuka kunci pintu ruang bawah tanah dimana Ruby di kurung oleh nyonya Amanda.


saat Ruby keluar dari ruang tersebut dia mulai mengikuti setiap langkah Aleska hingga ikut masuk dan tidur di kamar Aleska. saat itu lah pertama kali nya dia melihat wajah adik perempuannya Ruby yang pucat pasi tertidur pulas di sampingnya.


semenjak saat itu Ruby selalu menempel kepadanya, Aleska juga sadar, mungkin Ruby mencari perlindungan di dekat dirinya, dan bisa juga jika karena dia kesepian.


dan tampa sadar Aleska sudah terbiasa dengan kehadiran Ruby, mungkin itu adalah perasaan sayang seorang kakak pada adiknya.


hingga dia mulai merasa aneh pada dirinya sendiri karena selalu saja kesal melihat ada pemuda yang mencoba mendekati Ruby, tapi dia tidak terlalu memikirkan nya, sampai pada malam itu, saat Ruby tidur di pelukannya dia baru menyadari perasaanya selama ini, ini bukan hanya sekedar perasaaan seorang kakak laki laki kepada adik perempuannya.


"perasaan ini tidak seharusnya ku miliki, "


Aleska berbicara pada dirinya sendiri sambil memandang Ruby yang tengah beristirahat di bawah pohon rindang di tepi lapangan dari balik jendela rumah mereka.


****


karena perasaan nya ini Aleska ingin menghindari Ruby sebisa mungkin, dia tidak ingin membiarkan perasaanya tumbuh dan berkembang ke arah yang salah terhadap Ruby, tapi tetap saja dia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Ruby.


"aku dan Ruby harus bisa bertahan sampai aku bisa mengungkap kebenaran di balik kematian ibu. dan membalaskan kepahitan hidup yang di jalaninya yang di sebabkan oleh seseorang hingga sampai akhir hayatnya pun ibu tetap saja menderita." ucap Aleska kepada dirinya sendiri penuh tekat.


"satu satunya cara adalah dengan menguasai keluarga Davidson, sekaligus aku juga bisa membalaskan dendam ibu ku kepada mereka semua dengan leluasa."