
"benar, mungkin mereka semua bersedia datang juga, karena di pengaruhi oleh kehadiran CEO dari Unity Resource Group" ucap Davidson setelah menilai situasi pesta malam ini.
"David?, tapi tetap saja dia hadir malam ini karena kemampuan putra kita, dan kita juga bisa bekerja sama dengan mereka, maka perusahaan kita tidak akan ada lagi tandingannya. dan para pengusaha yang datang malam ini akan sangat berterima kasih karena telah kita undang" jawab nyonya Amanda tidak mau kalah.
*****
sementara Aleska juga sudah duduk dengan tenang di ruang tunggu khusus untuk tuan rumah malam ini, dan ruangannya sama dengan yang di miliki oleh Devano dan anggota keluarga lainnya.
karena malam ini Aleska juga tidak akan luput dari sorotan media tapi, tentu saja nyonya amanda dengan sengaja memberikan fasilitas yang sama dengan seluruh anggota keluarga dan memperlakukannya sebagai tuan rumah, itu semua dia lakukan karena ingin memperlihatkan kepada semua orang dan media jika Aleska hanya peran pendukung untuk putra nya devano.
"tuan semuanya sudah beres, tuan tinggal datang dan bergabung ke dalam pesta." lapor Mike.
"baik lah kita keluar sekarang" Aleska segera berdiri dan berjalan menuju aula pesta.
malam ini Aleska terlihat sangat berbeda, dia begitu tampan mengenakan tuxsedo bewarna hitam mengkilap tentu saja lengkap dengan dasi kupu kupunya.
sampai di aula pesta terlihat nyonya Amanda dan Devano berbicara dengan pemimpin perusahaan property yang cukup berpengaruh dari Asia kelihatanya sekarang mereka berencana untuk membangun relasi dengan perusahaan dari Asia dan kehadirannya malam ini menarik cukup banyak perhatian orang yang sudah hadir di aula pesta.
"wah, apakah dia adalah Aleska putra kedua tuan Davidson, ternya dia lebih tampan jika di lihat secara langsung," beberapa gadis yang datang mewakili perusahaan orang tua mereka atau hanya sekedar datang sebagai partner salah satu pemuda kaya malam ini, mereka mulai berbisik bisik melihat ke arah Aleska.
"hey sayang kau sudah datang, kemari perkenalkan ini adalah bapak Hamadi pemimpin perusahaan properti dari Asia yang perusahaannya sangat cepat berkembang dalam dua tahun ini." nyonya Amanda sengaja menunjukan sikap seorang ibu dan memangil Aleska untuk datang dan memperkenalkannya dengan beberapa pengusaha kenalannya.
Aleska segera datang dan mengikuti kemauan nyonya Amanda dengan mengikuti alur yang di siapkan nya malam ini.
"tuan perkenalkan ini adalah putra kedua saya, dia sangat kompeten dalam melaksanakan tugasnya untuk membatu kakaknya." nyonya Amanda sengaja menekankan kata membantu kakaknya menunjukan jika Aleska tidak akan bisa apa apa tampa bantuan dari kakaknya.
"selamat malam tuan," Aleska menyapa pak Hamadi dengan ramah dan berjabat tangan dengannya.
"putra nyonya Amanda memang sangat kompak, dan sangat tampan tampan sekali, pantas pak Davidson sangat bangga kepada para putra nya." puni tuan Hamadi)
"hahah bapak terlalu memuji" jawan nyonya Amanda sungkan.
*****
"nyonya Amanda? katanya malam ini juga akan hadir pemimpin perusahaan keamanan yang sudah melegenda itu ke pesta anda, dari sekian banyak perusahaan yang telah bekerja sama dengannya baru kali ini saya dengar dia bersedia datang secara langsung memenuhi undangan untuk menunjukan wajahnya di hadapan umum." kata tuan Hamadi.
"benar sekali, berkat kemampuan Devano dia bersedia datang secara langsung" Jawab nyonya Amanda membanggakan putranya.
"ibu sangat beruntung, dia bersedia datang secara langsung menghadiri undangan putra anda" puji tuan Hamadi penuh rasa kagum
beberapa tamu undangan yang lainnya juga sudah mendengar jika pemimpin perusahaan keamanan yang ternama di negara ini bahkan di Eropa hingga ke amerika juga akan hadir.
mereka adalah perusahaan satu satunya yang di takuti oleh perusahaan perusahaan besar lainya bahkan juga di takuti oleh kelompok besar mafia karena perusahaan mereka terkenal karena kemampuan orang orangnya yang tidak mengenal takut.
dan mereka sama sekali tidak pernah terjerat hukum apapun, karena ini perusahaan mereka sangat di takuti.
sebenarnya para tamu undangan dan media sudah mengetahui informasi jika malam ini pemimpin perusahaan sekaligus pendiri dan pelatih dari perusahaan Unity Resource Group (URG) malam ini akan datang secara pribadi untuk memberikan selamat kepada Devano tapi,
para tamu undangan dan pemimpin pemimpin perusahaan besar masih merasa sedikit tidak percaya akan informasi ini.
tapi setelah mendengar nyonya Amanda mengkonfirmasi masalah ini secara langsung mau tidak mu mereka juga mulai mempercayai ini dan menantikan kedatangan orang itu.
hampir semua orang membayangkan jika dia adalah lelaki tua dengan penampilan yang cukup menyeramkan.
"Amanda ayo, sekalian panggilkan Devano, acaranya akan segera di mulai." (tuan davidson memanggil istrinya yang masih sibuk menyapa para tamu penting bersama putranya Devano)
mendengar di panggil nyonya Amanda menoleh ke arah tuan Davidson.
"ah iya, kami akan segera ke sana" (nyonya Amanda mengiyakan panggilan dari tuan Davidson suaminya)
"maaf tuan, kami akan segera membuka acara nya dengan resmi, silahkan tuan bersenang senang dan menikmati hidangan yang tersedia" pamit nyonya Amanda secara sopan dan berkelas.
"terimakasih nyonya Amanda, silahkan lanjutkan keperluan anda" ucap pengusaha muda yang cukup tertarik kepada Devano mengangguk hormat mempersilahkan nyonya Amanda dan putra nya melangkah pergi.
pengusaha muda itu berbicara kepada teman di sebelahnya yang lebih tua darinya, sambil melihat punggung lebar Devano dari belakang saat dia melangkah pergi.
"betapa beruntung nya dia, dia bisa memimpin dua perusahaan besar sekaligus, walaupun saat ini ayahnya belum menyerahkan perusahaan Davidson Corperation kepadanya tapi kelak pasti dia yang akan menjadi pewaris sah dari perusahaan itu dan bisa saja saat itu terjadi, kedua perusahaan itu bisa dia menggabungkan. kedua perusahaan besar itu akan berkembang sangat pesat di tangannya" puji pemuda itu dengan kagum sekaligus iri menatap kepergian Devano dari sana.
"benar sekali, tapi bisa juga perusahaan itu akan hancur jika dia dan adik nya yang cukup terkenal belakangan ini bersaing memperebutkan perusahaan ayah mereka, siapa yang akan tahu"
analisis dari pengusaha yang lebih mapan, sepertinya dia berusia 48 tahun, cukup matang dan dia telah memahami dengan betul seperti apa kengerian dunia bisnis, tidak kata saudara, yang ada ikatan darah akan menjadi penghalang bagi salah satu dari mereka.
"apa yang dia bisa, adiknya itu hanya anak dari istri kedua, juga tidak ada pendukung yang kuat di belakangnya, dia hanya bisa menempel kepada kakaknya"
pengusaha muda itu meremehkan Aleska hanya dengan penilainya yang sepihak.
"kamu jangan tergesa gesa dalam menilai suatu hal, kadang yang terlihat dangkal malah bisa menenggelamkan mu" nasehat laki laki paruh baya itu.
"tuan kamu bicara apa?"
"ah sudahlah, kita lihat saja kedepannya, semoga kamu bisa lebih hati hati dan bijak dalam mengambil keputusan,"
pengusaha yang terlihat tenang dan berwibawa itu pergi meninggalkan pengusaha muda yang sombong dan sangat percaya diri itu sendiri sambil menepuk punggungnya pelan.
sebelum acara benar benar di mulai, datang beberapa mobil mewah dan berhenti tepat di depan bentangan karpet merah dan telah di tunggu oleh beberapa media yang sebelumnya telah di izinkan untuk meliput pesta malam ini secara keseluruhan termasuk untuk bebas meliput setiap tamu yang hadir.