Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
025 Kembalinya Putri Amanda



"sayang, sekarang kamu pulang rumah terlebih dahulu?"


"kenapa ma?" Sofia menjawab telfon ibunya dengan kesal karena dia juga ingin melihat tampang murid baru yang pindah ke sekolah mereka dengan penasaran, karena semua orang berteriak mengatakan kalau dia tampan.


"Sofia, kamu harus pulang dulu, mama akan menjelaskannya nanti di rumah." ucap Amanda tegas.


"hmm baik lah" Sofia menjawab ibunya dengan nada memelas


"aahhhh, bahkan kelas juga belum di mulai, kenapa ibu menyuruhku pulang?"


Sofia berbicara kepada dirinya sendiri sambil mengambil tasnya dan pergi meninggalkan kelas untuk pulang.


sampai di rumah Sofia langsung mencari dimana keberadaan ibu nya.


"ma, mama ? mama dimana?" teriak Sofia saat berjalan masuk sambil melemparkan tasnya ke sofa, yang berada di dekatnya sembarangan.


"sayang, kamu harus kembali ke sekolah lama mu sekarang, mama sudah mengurus semuanya." suara Amanda yang sedang menuruni tangga menuju ke arah Sofia.


"tapi kenapa ma?" ingin mencoba membantah


"sayang mama dengar hari ini bocah laki laki sialan itu masuk ke sekolah kamu sebagai murid pindahan, ibu khawatir jika dia menyakiti mu, lebih baik sekarang kita menghindar dulu, dan menyusun rencana selanjutnya, apakah kamu mengerti?."


nyonya amanda mencoba menjelaskan kepada putrinya sambil terus mengusap rambut sofia dengan penuh perhatian.


"tapi ma" Sofia tidak melanjutkan perkataanya dan terdiam beberapa saat. menghubungkan beberapa ingatan nya jika memang benar di sekolah nya hari ini ada murid baru.


"jadi murid baru itu adalah aleska?" tanya sofia sambil mengingat kembali tentang keributan di sekolahnya karena kedatangan murid baru.


"benar apakah? jadi kamu telah bertemu dengannya" tanya nyonya amanda dengan penasaran kepada putrinya Sofia.


"hmm,.. aku mendengar hari ini ada murid baru yang merupakan seorang murid pindahan dari sekolah lain, aku rasa itu dia, tapi bukan kah selama ini dia tidak pernah sekolah jadi bagaimana dia bisa di pindahkan dari sekolah lain??" tanya sofia bingung.


"kita lihat saja, ibu akan membuat hidup nya tidak tenang, ibu akan membongkar sendiri jika dia telah menipu pihak sekolah. saat dia di keluarkan dari sekolah maka ayah mu akan membencinya karena telah mempermalukan nama baik keluarga, ketika saat itu tiba dia tidak memiliki kesempatan lagi untuk bersaing dengan kita."


nyonya Amanda tersenyum cerah memikirkan rencana nya ini.


"bagus ma, itu sangat bagus, karena sekali dayung dua pulau terlampaui." ucap sofia kembali riang.


tapi baru beberapa hari aleska masuk ke sekolah, itu malah bertepatan dengan jadwal keberangkatan suami dan putra nya Devano yang akan pergi melakukan perjalan bisnis keluar negeri.


tapi semua yang terjadi di luar rencananya, karena saat tuan David dan Devano pergi ke luar negri, Aleska malah berhasil masuk ke perusahaan. dan berhasil mengendalikan lonjakan di pasar saham eropa yang akan mempengaruhi seluruh perusahaan properti di eropa. bahkan sekarang perusahaan juga telah mengakui kemampuan aleska.


*


"papa.,???"


tiba tiba Devano datang dan masuk keruangan papa nya, setelah dia mengetahui jika David mengundang Aleska untuk datang ke kantornya , dan akan berikan hak yang sama kepada aleska atas perusahaan Davidson Coperation.


tuan David, abas dan juga Aleska melihat ke arah sama dimana devano tiba tiba membuka pintu masuk ruangan David dengan sedikit kasar.


sebelum ini.


Devano yang sedang sibuk di kantornya mengurus beberapa berkas pasca lonjakan saham di pasar Eropa dan mengurus beberapa laporan penting.


tiba tiba asistennya Jean datang ke ruangannya.


"tuan ?" panggil jean.


"ada apa?" Devano tetap sibuk melihat beberapa berkas di tangannya dan tidak melihat ke arah Jean yang sedang berbicara.


"Deva ini gawat, Aleska datang di undang oleh tuan besar ke kantor saat ini, dan sekarang dia sudah berada di dalam ruangan tuan besar."


hanya saat saat formal saja Jean akan memanggil Devano dengan sebutan tuan, tapi saat santai Jean hanya akan memanggilnya dengan namanya saja, karena memang dari segi usia Jean juga lebih tua dari pada Devano sekitar 2 tahun, berati Jean sekarang berusia 20 tahun.


Jean telah menyelesaikan pendidikannya lebih awal dan membantu Devano untuk menjalankan perusahaan ayahnya.


"kenapa kamu baru bilang sekarang?" langsung berdiri dari kursi kebesaran nya.


"aku juga baru tahu barusan, ketika semua pegawai kantor membicarakan kedatanganya, sepertinya kedatanganya kali ini, bukan suatu hal yang sederhana, kamu harus waspada" jelas jean.


"devano kamu mau kemana?"


Jean berusaha mengikuti langkah devano langsung sangat cepat menuju ke arah dimana ruangan tuan besar berada.


"Deva aku rasa kamu tidak perlu melakukan ini sekarang, kita tidak boleh bertindak serampangan tampa rencana karena itu bisa merugikan kita sendiri" bujuk jean agar devano tidak bertindak gegabah.


"memangnya apa yang bisa di lakukan bocah itu" ucap devano meremehkan.


karena devano yang dari kecil hidup dengan di manja dan penuh pujian dari ibu nya, yang menjadikan dia kadang sangat percaya diri dan bersifat sombong.


Devano tetap berjalan dengan langkah pasti ke arah ruangan tuan David tampa memperdulikan nasehat dari asistennya jean.


saat sampai di depan pintu, devano berdiri sejenak dan memegang gagang pintu ruangan itu dan membukanya dengan lebar.


*


"papa!"


devano berdiri di ambang pintu memanggil papanya dengan kesal karena dia tidak terima jika papanya mengundang Aleska ke kantor tampa mendiskusikan ini terlebih dahulu kepadanya.


tuan David melihat ke arah dimana Devano berdiri memanggilnya.


David yang sudah memperkirakan ini akan terjadi dia terlihat sangat tenang.


"Devano duduklah terlebih dahulu, tenangkan diri mu"


tuan David mempersilahkan Devano untuk duduk terlebih dahulu.


"papa apa maksud semua ini?"


Devano mengabaikan papanya yang menyuruhnya untuk duduk dan menenangkan diri terlebih dahulu , dia tetap berdiri dan melihat ke arah Aleska yang duduk di depan Abas dengan tatapan kebencian yang sangat dalam.


*


sementara itu nyonya amanda yang berada di mension utama juga telah mengetahui kabar jika aleska saat ini berada di perusaahan dari mata mata nya yang sengaja dia tempatkan di kantor suaminya.


Amanda berjalan mondar mandir di depan jendela besar di kamarnya, memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk melindungi putra nya Devano.


beberapa saat kemudian wajah nyonya Amanda berbinar binar memikirkan sesuatu.


dia memanggil seseorang masuk ke kamar nya.


"permisi nyonya" amanda melihat ke arah pintu yang sedikit terbuka.


"masuk lah" pemerintahnya.


setelah berbicara beberapa saat dengan pelayan itu, Amanda memperintah kan sesuatu kepada orang tersebut dan kemudian menyuruhnya pergi.


setelah itu Amanda segera mengambil tas bermerek nya dan pergi meninggalkan mension. terlihat mobil hitam mewah meluncur di jalanan sepi di bawah pohon Pinus yang berbaris indah di sisi jalan.