
Aleska sangat membenci ayahnya, yang menurutnya selama ini david sengaja menelantarkan istri dan anak anaknya sendiri dengan sangat kejam.
jadi Aleska juga tidak ingin menjadi seperti ayahnya dengan juga ikut menelantarkan adik perempuannya, jadi dia berusaha melindunginya dengan cara nya sendiri, tapi siapa sangka dia malah memiliki perasaan yang tidak seharusnya kepada adiknya Ruby yang menjadi cinta pertamanya, ini membuat Aleska sangat menderita.
saat Aleska berhasil mengungkap kebenaran di balik kematian ibunya, dan menguasai seluruh keluarga davidson.
sampai saat itu tiba dia akan membawa Ruby pergi bersamanya meninggalkan negara Jerman yang memiliki banyak kenangan buruk bagi mereka berdua dan memulai kehidupan baru di suatu tempat.
tapi saat ini Aleska akan fokus untuk bertarung melawan Devano dan nyonya Amanda untuk menguasai keluarga Davidson, hingga dia dapat menemukan kebenaran di balik kematian ibunya.
*
Aleska yang sibuk dengan pikirannya sendiri sambil memperhatikan Ruby dari balik jendela kaca rumah mereka kembali tersadar.
dia dengan cepat membalikan badan nya dan naik ke lantai atas menuju kamarnya, Aleska segera mandi dan Menganti pakaiannya, dia merasakan perutnya sudah mulai lapar, jadi dia turun ke lantai bawah berniat untuk makan.
"apakah Ruby sudah selesai latihan?" tanya Aleska kepda salah satu pelayan yang menunggu perintah darinya.
"sudah tuan, sepertinya nona ruyby kembali ke kamarnya untuk mandi." jelas pelayan itu dengan sopan.
"begitu kah, apakah dia sudah makan siang?" sambil duduk di kursi meja makan.
"belum tuan, seperti biasa nona Ruby selalu menunggu anda" ucap pelayan itu dengan tenang.
Aleska sengaja tetap membiarkan pelayan nyonya Amanda terus mengawasi gerak gerik mereka berdua, sampai nyonya Amanda lengah dan tentunya dia tidak berani melanggar janji dengan menyakiti Ruby, jadi untuk saat ini dia hanya membiarkannya begitu saja.
"baik lah kalau begitu aku akan menunggunya di sini, buat kan aku segelas minuman dingin"
"baik tuan" membungkuk dan segera pergi mengambilkan minuman untuk tuanya itu.
Aleska meminum minuman dingin nya sambil menunggu Ruby di ruang makan untuk makan siang bersama. karena Aleska tidak memiliki banyak waktu yang bisa di habiskan nya bersama Ruby, jadi dia selalu sebisa mungkin menyisihkan waktu nya agar bisa selalu makan bersama dengan Ruby.
"kakak,....." panggil Ruby bahagia sambil berlari menuruni tangga dari lantai atas, karena sudah melihat Aleska duduk di meja makan menunggu dirinya.
"jangan berlari kamu bukan anak kecil lagi"
sebenarnya Aleska terpesona melihat Ruby berlari ke arahnya dengan ceria, dia terlihat segar mungkin karena dia baru saja selesai mandi.dengan rambutnya masih sedikit basah, mungkin tidak dikeringkan nya dengan baik.
dia terlihat sangat cantik mengenakan gaun santai bewarna biru terang dengan pita kecil melingkari pinggangnya yang ramping membuat jantung aleska berdetak kencang tidak karuan.
Ruby yang di tegur oleh kakak nya karena berlari-larian di dalam rumah hanya tersenyum dan tidak terlalu memperdulikannya.
"kakak setelah ini kamu akan pergi kemana?" tanya ruby sambil memperhatikan penampilan Aleska.
"memangnya kenapa?"
"karena tumben kakak rapi sekali dan memakai jas"
"oh itu, aku di panggil tuan david ke kantornya." jelas Aleska singkat.
"ah,? tapi kenapa dia memanggil kakak?" Aleska hanya mengangkat bahu tidak menjawab pertanyaan Ruby.
"apakah ini karena kakak telah berhasil membantu perusahaanya menenangkan lonjakan harga saham di eropa saat dia pergi keluar negri?" tanya Ruby santai.
"tentu saja aku tau, mungkin semua orang juga sudah tau, karena berita tentang kakak yang merupakan putra kedua davidson yang berhasil menenangkan lonjakan saham di Eropa telah tersebar luas di media sosial, menjadi cover di beberapa majalah internasional bahkan di siarkan di televisi juga." jelas Ruby.
"begitu kah?"
"tapi apakah itu benar benar adalah kakak?" tanya Ruby lagi memastikan karena masih tidak bisa percaya.
"kenapa kau berfikir seperti itu, apakah kamu tidak percaya dengan kemampuan kakak mu sendiri?" tanya Aleska.
"bukan begitu, maksud ku, apakah kakak selama ini memiliki rahasia?"
"ukhuk..... ukhuk....." aleska tersedak mendengar perkataan Ruby tentang dirinya.
"kakak, apa kau baik baik saja?" Ruby menyerahkan segelas air mineral ke pada Aleska.
"jangan mengatakan hal yang aneh aneh, cepat habiskan makanan mu!"
"kakak, selama ini aku selalu saja ingin menanyakan ini kepadamu, selama ini aku melihat kakak tidak sekolah, dan secara tiba tiba datang ke sekolah ku.
apakah kakak langsung bisa menguasai semua materi pelajaran dalam satu tahun? aku tahu jika kakak juga tiap hari belajar di rumah, tapi apakah saat itu kakak juga belajar tentang bisnis dan perusahaan? kakak benar benar sangat hebat" puji ruby terhadap aleska walaupun dia masih sedikit bingung.
dan tetap saja melanjutkan perkataannya walaupun sudah di tegur oleh aleska dan mencoba menghentikannya bicara.
"benar sekali, aku sangat pintar dan diam diam selama ini aku mempelajari semuanya sendiri."
Aleska tersenyum mendengar perkataan Ruby, awal nya dia sempat khawatir jika Ruby sudah mulai mencurigai dirinya, tapi dia lupa jika adiknya yang satu ini sangat polos dan tidak mungkin berfikir jauh seperti yang di takutkan nya.
"lihat tebakan ku benar, tapi kenapa kakak jadi tersenyum-senyum sendiri?" tanya ruby heran melihat tingkah Aleska.
"tidak, aku senang karena kau sangat pintar"
padahal dalam hati Aleska , (gadis bodoh, mana mungkin aku bisa menangani masalah yang sangat besar seperti itu seorang diri walau sepintar apa pun aku.)
"benarkah" tanya ruby sambil memerhatikan raut wajah kakaknya yang sedikit terlihat aneh dengan memasang ekspresi seperti itu.
tapi bagaimana pun dia berfikir Ruby tetap saja tidak menemukan dimana keanehhan dan kejanggalan itu jadi ruby tidak lagi bertanya kepada kakaknya.
selesai makan Aleska berangkat ke kantor tuan David sekaligus ayahnya.
"kakak hati hati di jalan, dan hati hati dengan tuan David, saya dengar dari pelayan yang diam diam membicarakannya dia adalah orang yang sangat galak." Ruby berbicara dengan sedikit berbisik ke telinga Aleska, karena mobil yang di kirim tuan David sudah sampai di depan mereka dan terlihat sopirnya turun membuka kan pintu untuk Aleska.
Aleska tidak menjawab pertanyaan Ruby dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah datang menjemputnya.
mobil itu langsung melesat pergi membawa Aleska menuju perusahaan davidson.
sampai di kantor David, Aleska langsung di sambut oleh sekretaris david.
"selamat datang tuan muda"
seorang wanita cantik, yang merupakan sekretaris David bernama Sarah sedikit membukukan badannya ke arah Aleska memberi hormat untuk menyambut kedatangan putra dari atasannya itu.
"saya akan mengantarkan anda keruangan tuan david" sambung sarah.