Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
052 senjata makan tuan



saat semua orang terpana menantikan respon dari Devano apakah dia akan menerima hadiah pemberian dari adiknya, atau tidak. karena sepertinya selain semua tamu yang hadir malam ini keluarga Aleska sendiri juga tidak mengetahui jika Aleska adalah orang yang berada di balik perusahaan Unity Resource Group selama ini.


"apa saja yang mereka lakukan sampai tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh putra mereka sendiri."


beberapa orang mulai berbalik membicarakan orang tua dan saudara Aleska yang sangat jelas tidak memperhatikannya sama sekali hingga tidak mengetahui apapun tentangnya.


*****


"tapi jika di ingat ingat kembali dia dari awal memang terlihat sangat misterius dan muncul tiba tiba seperti datang dari dunia lain dan menjadi putra kedua tuan Davidson dia mengejutkan banyak pebisnis karena kemampuan yang di milikinya."


"sepertinya dia memang tidak terlihat sederhana semenjak kedatanganya ke dunia bisnis untuk pertama kalinya, kalian tahu setidaknya untuk menenangkan harga saham di Eropa membutuhkan waktu setidaknya satu minggu.


itupun jika hanya di lakukan oleh orang yang profesional dan telah berkecimpung di dunia bisnis dalam waktu yang cukup lama, mungkin seperti tuan davidson sendiri tapi Aleska yang merupakan putra keduanya bisa dengan mudah menangani masalah ini."


"saya rasa juga seperti itu, bahkan saya pribadi juga sangat penasaran dengan kedatanganya yang tiba tiba mempengaruhi harga saham di Eropa, setelah saya cari tahu, ternyata dia adalah putra kedua tuan Davidson tapi,


anehnya saya dengar dia sebelumnya tidak pernah terdaftar belajar di sekolah manapun di dunia. hanya satu tahun terakhir ini dia masuk sekolah yang cukup terkenal dalam negeri."


orang orang mulai berbalik dan mendukung Aleska.


nyonya Amanda tidak bisa melakukan apapun dia perlahan melihat wajah suaminya tuan Davidson. terlihat dia berdiri degan tenang menyaksikan apa yang sedang terjadi.


dalam hati tuan Davidson, dia merasa sangat bangga kepada para putranya, baik itu Devano maupun Aleska kerena mereka berdua adalah putranya.


dan tuan Davidson dari awal sudah berfikir jika Aleska sama sekali tidak sesederhana kelihatanya semenjak dia berhasil menahan lonjakan harga saham Eropa waktu dia berada di luar negri.


"kakak aku ingin pulang,?"


di tengah keterkejutan semua orang, Ruby tiba tiba datang menghampiri kakaknya Aleska, karena dia sudah merasa sangat tidak nyaman berada di tengah tengah aula pesta yang sangat megah ini.


mendengar suara Ruby, Aleska menoleh melihat adik kesayangannya yang dalam waktu beberapa tahun ini mengisi pikirannya.


Hugo yang melihat kehadiran putri kecil yang selama ini di jaganya dari jarak jauh sekarang Hugo bermaksud ingin menyapanya secara resmi.


"hai putri Ruby, saya adalah Hugo, orang kepercayaan tuan besar Aleska"


Hugo menundukkan kepalanya memberikan hormat kepada Ruby yang pertama kalinya dia sapa secara resmi.


Ruby mengingat ingat apakah dia pernah bertemu dengan hugyo sebelumnya karena Hugo mengatakan jika dia adalah orang kepercayaan kakaknya atau,


mungkin orang yang di maksud oleh Aleska sebagai temanya adalah orang ini, memang kelihatanya mereka seumuran. Ruby berdebat dengan pikirannya sendiri.


tapi berbeda dengan reaksi para tamu yang melihat kearah mereka.


"apa yang dia katakan? putri Ruby? ternyata dia benar benar putri dari keluarga Davidson." terlintas sebuah senyuman misterius di wajah seorang wanita yang melihat kearah Ruby, sepertinya dia telah merencanakan sesuatu.


tapi beberapa orang juga memuji kecantikan Ruby karena berasal dari keluarga davidsyon yang terkenal akan semua anggota kelurga yang memiliki wajah yang sangat rupawan.


"apakah kamu merasa tidak nyaman di suatu tempat? Aleska memegang pergelangan tangan Ruby dan mencek apakah Ruby terluka di suatu tempat."


"kakak, aku tidak apa apa hanya saja sedikit capek"


"kelihatanya Aleska yang merupakan orang yang sangat mengerikan, yang selama ini berada di balik perusahaan keamanan Unity Resource Group ternyata sangat memanjakan adik perempuannya." tuan carllyss berbicara kepada kedua putranya sambil melihat kearah aleska dan Ruby.


"benar, tidak salah, dulu dia pernah menghajar Rice karena menganggap Rice telah menganggu Ruby" carllo membalas perkataan ayahnya sambil tetap memperhatikan gerak gerik Aleska dan Ruby.


"ayah, aku tidak menyangka, ternyata orang yang pernah menghajar ku dulu di sekolah adalah orang yang sangat mengerikan. untung saja aku tidak di bunuh waktu itu"


rice bergidik ngeri mengingat pertarungannya dengan Aleska.


awalnya riyce ingin melawan dan membela dirinya sendiri, tapi seperti terkena sihir dia tidak dapat melawan satu gerakan pun ke arah Aleska.


"jadi orang yang waktu itu membuatmu babak belur adalah Aleska karena menganggap kamu menganggu Ruby?"


"benar ayah, hah untung saja" Rice mengusap dadanya pelan dengan lega karena dia tidak ada cidera yang berarti.


"sepertinya hubungan mereka berdua sangat dekat" tuan Carllo mengucapkan kalimat yang sangat biasa saat mengatakan hubungan dua orang kakak beradik, tapi jika di dengar langsung nada yang di digunakannya terdengar sedikit aneh.


"ayah apa maksud mu?"


"ah sudah lah, kedepannya jangan mengganggunya lagi, apa kalian mengerti?"


"tapi yah, aku telah berjanji akan berteman dengan ruby"


"Rice sudah lah, yang dikatakan oleh ayah benar sekali, sekarang berteman dengan Ruby terasa sedikit mengerikan" ucap Carllo sedikit ngeri membayangkan kekuatan Aleska.


mendengar ucapan kakaknya, Rice menunduk lesu karena mengingat dia dan gadis kecil yang sangat imut dan selalu ceria itu tidak dapat berteman lagi.


tapi tiba tiba wajahnya yang lesu berubah menjadi berseri seri penuh semangat.


"kakak mulai sekarang aku akan serius untuk latihan ilmu beladiri, agar dapat berteman dengan Ruby" ucapnya lagi


"hahaha, Rice, aku tidak bermaksud mematahkan semangat mu, tapi sepertinya sekeras apapun kami belajar ilmu bela diri masih tidak akan menjadi tandingannya"


Rice kembali tertunduk lesu memikirkan apa yang dikatakan oleh kakaknya sangat benar.


mau sekeras apapun dia berlatih tidak mungkin dapat berdiri di hadapan pelatih, dan pendiri perusahaan keamanan yang sangat melegenda dan hampir di kenal oleh seluruh dunia.


hingga raja raja di negara negara bagian timur saja sanggup menyerahkan satu buah tambang minyak bumi milik mereka hanya untuk di tukar dengan beberapa orang saja dari perusahaan Unity Resource Group.


"sepertinya kalian dan mama kalian sama saja, sangat menyukai gadis itu? " tuan carllyss berkata sambil melirik istrinya yang sibuk berbicara membanggakan dan memuji Ruby dengan wajah yang berbinar binar kepada nyonya-nyonya yang juga menghadiri pesta malam ini, yang sebagian dari mereka merupakan teman dekat dari nyonya Carllyss.


"mungkin karena dia adalah gadis yang jujur dan sangat imut"


"tapi banyak gadis lain di luar sana yang juga sama dengan Ruby mungkin lebih" tuan carllyss mencoba meneliti wajah kedua putranya saat mengatakan itu.


"beda ayah, entah kenapa aku merasa sangat dekat dengannya, jika di lihat sekilas kadang dia terlihat seperti ibu, hanya warna matanya saja yang berbeda."


"tuan carllyss mulai mengingat penampilan istrinya saat msih muda, dan benar saja sekilas mereka benar benar terlihat mirip, dengan warna rambut dan warna kulit yang sama, hanya matanya saja yang berbeda seperti yang dikatakan oleh putranya rice"


*****