
Ruby melangkah perlahan menuju pintu kamar Aleska yang masih sedikit terbuka.
dia menjulurkan kepalanya kedalam melihat situasi di kamar itu.
tapi dia tidak melihat sosok kakaknya di dalam kamar.
Ruby melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan hati hati, seraya melihat ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Aleska.
"apakah dia tidak berada di sini?" batin gadis itu sambil terus memperhatikan seluruh area kamar.
sementara pemuda yang di carinya itu berdiri menghadang angin malam di atas balkon kamarnya.
mendinginkan suasana hati sekaligus wajahnya yang terasa memerah.
dia terus terusan berperang dengan batinnya, dia tidak ingin gadis itu tersakiti dengan omongan orang luar seperti sekarang, dia tahu dengan jelas bagaimana Ruby begitu menahan diri berada di rumah sepanjang hari akibat ulangnya.
harusnya dia tidak bertindak begitu ceroboh waktu itu, lihat sekarang yang menjadi korban tetap dia, walaupun hanya kembali menyiarkan berita tentang ruby tampa membiarkan seorang pun untuk mencabut kelulusan atau apapun itu.
tetap saja dia begitu sakit memikirkan perasaan gadisnya yang begitu polos.
"flashback Aleska on.
"tuan, berita itu telah kembali seperti semula, bahkan melebihi frekuensi awalnya." lapor Mike.
"bagaimana dengan tindakan sekolah nya?" tanya Aleska dengan wajah tertekan yang terlihat jelas di wajahnya.
"sudah saya bereskan tuan, selain berita tidak ada yang berubah, nona Ruby tetap bisa melanjutkan pendidikan nya di universitas yang dia inginkan, saya sudah mengurus semuanya, tuan tenang saja" ucap Mike kepada Aleska.
yang sedikit banyaknya dapat mengurangi rasa bersalahnya.
"aku akan bicara lagi padanya nanti, jika dia berubah Pikiran dan ingin masuk ke universitas lain atau jurusan lain, jadi kamu persiapkan lebih dari satu universitas untuknya dengan berbagai jurusan yang mungkin Ruby minati" perintah Aleska.
"hah?" ucap Mike dengan sedikit melongo mendengar apa yang di katakan oleh Aleska.
"apa anda menyuruh saya mendaftarkan nona Ruby hampir di semua universitas?" batin Mike, ya tentu saja arti dari ucapannya yang beberapa itu adalah hampir semua.
Mike benar benar telah mengenal bosnya ini.
"cari tahu juga semua yang mungkin dia minati" sambung Aleska lagi.
*flashback Aleska off
"kakak?" panggil Ruby melangkah mendekat membuyarkan lamunannya.
Aleska membalikan badannya perlahan melihat ke arah datangnya suara.
Ruby telah berdiri berjarak dua langkah di depannya, angin malam membelai lembut rambut indahnya.
"kenapa kamu keluar, angin di sini cukup kuat" ucap Aleska sambil melangkah maju mendekat ke arah gadis itu.
dengan gerakan tenang dan ekspresi lembut yang sangat langka di wajahnya, Aleska menjulurkan tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi wajah indah Ruby.
"hmmmm?" gadis itu bergumam tidak jelas.
dia sedikit menengadah menatap lurus ke arah wajah Aleska.
kemana perginya marahnya tadi, kesalnya tadi, suara nya tadi yang ingin menuntut penjelasan dan menuntut pria di depannya ini untuk mengembalikan lagi kehidupannya yang tenang.
sekarang dia merasa malah sebaliknya, rasa aman saat berada di dekat Aleska tidak dapat Ruby pungkiri, bahkan akhir akhir ini dia juga merasa sangat nyaman berada di dekat pemuda itu.
seperti sekarang lagi lagi hatinya mengkhianati pikiran nya yang dari tadi telah sepakat untuk memarahi pemuda ini.
lihat apa yang terjadi sekarang, hatinya terasa mekar di perlakukan manis oleh Aleska seperti ini, tampa terasa wajahnya ikut memerah.
hembusan nafas Aleska terasa hangat menyapu wajahnya, tampa sadar Ruby mulai menutup matanya merasakan hangatnya nafas Aleska yang memabukkan.
Aleska yang melihat wajah polos gadis itu sudah mulai sedikit memerah, dia mengangkat tangannya memegangi kedua sisi wajah Ruby dengan kedua telapak tangannya.
Ruby yang merasakan tangan dingin Aleska menyentuh wajahnya mulai membuka matanya kembali.
Aleska melihat Ruby membuka matanya tidak lagi menahan apa yang ingin dia lakukan.
dia sedikit menunduk dan mencium dahi Ruby lama.
gadis itu kembali memejamkan matanya merasakan perlakuan hangat Aleska yang tidak biasa kepadanya, dia menikmati ini, dia menyukai di perlakukan manis seperti ini.
dia tahu mereka salah, tapi rasa sepi dan takut telah menikam dalam di hatinya, ruangan lembab dan gelap telah bersemayam di pintu jiwanya, sekarang saat dia ditawari cahaya dan perlindungan, kekuatan macam apa yang dia memiliki untuk menolak?.
Aleska menarik wajahnya dari dahi Ruby, Ruby yang merasakan nya pun ikut membuka matanya memperhatikan raut wajah Aleska.
entah ekspresi macam apa yang Ruby harapkan dari wajah pemuda itu, yang dia tahu sekarang mereka berdua jelas saling menginginkan.
tangan Aleska yang tadinya memegangi wajah Ruby, kini mulai turun memegangi lehernya secara sensual, dan satu tangan lainnya menarik pinggang gadis itu hingga menempel rapat ke pada tubuhnya.
tubuh mereka berdua menyatu kuat menepis dingin malam, daun berguguran iri melihat siluet dua insan diterangi cahaya bulan.
Ruby menikmati suhu hangat tubuh Aleska dia lagi lagi hanyut oleh perlakuan Aleska terhadapnya, bahkan batinnya yang selalu dingin dan sepi ingin meminta lebih kehangatan dari pria itu.
Aleska mendekatkan hidungnya di pipi Ruby, tidak hanya Ruby dia juga hanyut bahkan lebih dalam, terhadap aroma memikat gadis yang ada di hadapannya ini.
tampa sadar tangannya semakin kuat menekan pinggang gadis itu menempel kepadanya.
Ruby sedikit tersentak, tapi dia tidak mengatakan apapun, kedua tangannya yang berada di dada Aleska enggan untuk mendorong tubuh laki laki itu menjauh.
kini hembusan napasnya mulai terasa kuat menerpa wajah Ruby. aroma jantan yang begitu memikat lolos begitu saja di hidung mancung Ruby.
bibir Aleska yang telah berada di sudut bibi Ruby, mulai mengambil posisi sepenuhnya menguasai bibir hangat gadis itu.
perlahan Aleska mulai mengecup nya, terasa begitu lembut dan hangat.
begitu memabukkan, hinga dia ingin lebih dan lebih.
Ruby yang merasakan b!b!r basah Aleska yang menempel di b!b!r nya merasakan sensasi lain pada dirinya.
napasnya pun kini ikut memburu merasakan perutnya di glitik dan geli, tampa sadar dia mengalungkan tangannya di leher Aleska, untuk menahan sensasi aneh pada dirinya.
Aleska yang merasa tangan Ruby berpindah tempat tidak kuasa lagi menahan hasrat.
dia dengan tidak sabar memasukan dan mengulum b!b!r gadis itu dengan posesif.
lenguh@an tertahan keluar dari mulut basah Ruby.
lagi dan lagi dengan menuntut Aleska membuka mulut gadis itu dan memasukkan lidahnya kedalam *****@* haus seperti harimau kelaparan.
*hallo readers😌, selamat malam.
dukungan like dan komen dari kalian bisa memberikan kehidupan baru bagi author.
jadi selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah agar meningkat kan rating novel dan author bisa mendapat penghasilan dari itu.
juga membuat author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, dan jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.
terimakasih🥰
salam hangat dari author 🤗