
Ruby mengusap usap matanya, untuk mendapatkan kembali kesadarannya,
Ruby perlahan duduk dari tempat tidurnya dan memperhatikan suasana di sekitarnya, dia melihat baju yang di pakai Aleska tadi siang berserakan di lantai, Ruby melihat ke arah kamar mandi, dan berbicara sendiri.
"apakah dia mandi tengah malam begini?
sambil bagun dari tempat tidur memungut baju Aleska yang berserakan di lantai.
saat Ruby menunduk dia tiba tiba melihat kaki seseorang yang tepat berada di depannya. Ruby mengangkat kepalanya melihat ke atas ke arah wajah orang yang memiliki kaki itu.
*****
"Aska?"
ucap gadis itu tampa sadar menyebut nama aleska dengan panggilannya pertama kali kepada Aleska saat di masih sangat muda dan belum bicara dengan baik.
saat itu dia selalu memanggil Aleska dengan nama Aska Karena tidak bisa mengucapkan nama Aleska dengan benar.
mungkin, saat ini lidahnya kaku karena sangat terkejut melihat Aleska yang keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, yang membuat pikirannya kacau beberapa saat akibatnya dia tidak sengaja memanggil nama Aleska seperti.
mendengar panggilan ini Aleska mengangkat satu alisnya. karena dia masih sangat mengingat saat Ruby pertama kali berbicara kepadanya.
gadis itu juga memanggilnya dengan panggilannya yang sama pada saat ini, dan dia juga sering mendengar gadis itu berbicara sendiri sambil menyebut nyebut namanya walaupun dia mengucapkannya dengan tidak benar.
Aleska sudah sangat lama tidak mendengar panggilan itu hingga dia hampir lupa.
Aleska memperhatikan gadis yang ada di hadapannya itu, dia terlihat memegang baju kotornya dengan canggung.
"sepertinya aku membangunkan mu" ucap Aleska membuka pembicaraan di tengah suasana canggung yang di rasakan oleh Ruby.
"ah, bukan begitu" jawabnya dengan wajah tertunduk karena malu hanya untuk memperlihatkan wajahnya yang sudah Semerah buah tomat kepada Aleska,
atau mungkin malu melihat ke arah aleska yang sedang bertelanjang dada dan memperlihatkan otot dadanya yang kokoh dan otot perutnya yang terbentuk sempurna.
Aleska kembali memperhatikan gadis itu sepertinya dia tertunduk malu dan wajahnya memerah. sekarang Aleska baru sadar bahwa dia keluar begitu saja dari kamar mandi tampa memakai pakaiannya terlebih dahulu karena mengira Ruby masih tertidur dengan nyenyak
"ah, maaf aku akan memakai baju terlebih dahulu" ucapnya sambil pergi dari sana.
"baik," masih menunduk.
Ruby membalikan badannya dan berjalan ke arah tempat tidur, sementara Aleska kembali masuk ke kamar mandi dan memakai bajunya di sana.
setelah dia selesai memakai pakaian tidurnya Aleska berjalan keluar dari makar mandi.
ketika aleska keluar dia masih melihat Ruby duduk di tepi tempat tidur dan menghadap ke arah jendela yang sudah terbuka lebar.
aleska dengan cepat berjalan ke arahnya.
"kenapa kamu tidak kembali tidur,?" tanya Aleska kepada Ruby sambil menutup jendela yang terbuka dengan lebar.
"aku tidak bisa tidur, dan aku duduk di sini menikmati angin malam karena aku merasa sedikit gerah." ucapnya jujur.
"tapi angin malam tidak baik untuk kesehatan, jika kamu gerah, aku akan menghidupkan pendingin ruangan" tawarnya tulus.
"hm baiklah, kedengarannya cukup bagus"
dalam hati Ruby, bagaimana dia bisa tidur saat wajahnya terasa sangat panas, sangat tidak nyaman.
dan satu lagi apa yang baru saja dia katakan, mudah mudahan kak aleska tidak mendengar ku memanggilnya dengan namanya yang tidak aku ucapkan dengan benar seperti waktu kecil. itu benar benar sangat memalukan. batin Ruby gelisah.
"sekarang apakah sudah cukup?" tanya Aleska kepada Ruby setelah menyalakan pendingin ruangan untuknya.
"ya, sudah"
"baiklah" Ruby dengan patuh segera berbaring di atas tempat tidur dan membelakangi Aleska.
Aleska yang melihat itu segera mengambil selimut dan menyelimuti Ruby hingga dada. karena dia menyalakan pendingin ruangan dengan cukup dingin, jadi dia takut jika gadis itu akan kedinginan.
setelah menyelimuti Ruby, Aleska juga berbaring di sisi lain tempat tidur yang kosong di sebelah Ruby.
dan juga menyelimuti tubuhnya yang sudah segar karena dia telah mandi terlebih dahulu.
dia menghadap ke arah Ruby yang tidur membelakanginya, dalam hati Aleska dia terus menahan diri agar tidak memeluk gadis itu, karena itu tiap malam Aleska akan kembali ke kamarnya untuk tidur setelah memastikan bahwa Ruby telah tidur terlebih dahulu.
tapi sekarang karena udara di kamar itu semakin dingin dan dia juga baru saja selesai mandi, keinginannya untuk memeluk Ruby semakin besar, tapi dia tidak bisa melakukan apapun dan hanya berusaha tetap menahan dirinya. sambil terus menatap punggung gadis itu.
ah benar benar hari yang melelahkan. andai aku bisa memeluk tubuh itu.
Aleska pelan pelan memejamkan matanya.
Ruby yang mendengar tidak ada gerakan apapun dari alyeska, dia melihat kebelakang dan membalikkan tubuhnya memperhatikan wajah Aleska.
"jika di lihat begini, ternyata wajah Aska benar benar tampan" kata Ruby pelan berbicara pada dirinya sendiri.
"apakah aku tampan?" Aleska menjawab rtuby dengan mata yang masih tertutup rapat"
Ruby terbelalak mendengar perkataan Aleska,
"apakah kakak dari tadi belum tidur?" Ruby bertanya dengan sedikit nada kesal, karena dia merasa tertipu dengan Aleska yang pura pura tidur.
walupun sebenarnya dia sendiri yang salah mengira.
"kamu bisa memanggilku Aska jika kamu suka!" ucap Aleska serius.
"hah?" ucap Ruby dengan wajah bingung.
"apa maksud kakak?" Ruby kembali bertanya memastikan maksud dari Aleska.
"aku mengatakan jika kamu boleh memanggilku Aska seperti yang kamu lakukan tadi, saat melihat ku tidak memakai baju dan barusan saat mengatakan aku tampan." ucap Aleska dengan jelas mengulangi setiap perkataan Ruby saat memanggil namanya Aska.
lagi lagi wajah Ruby di buat memerah mendengar perkataan Aleska.
bagaimana dia bisa mengatakan kalimat itu tampa rasa malu sedikit pun. gumam gadis itu.
"apakah kamu tidak suka?" tanya Aleska lagi yang sedikit mendengar gumaman gadis itu.
"ya aku akan memanggil mu seperti itu mulai sekarang" jawab Ruby asal karena kesal.
"ya aku cukup puas, tapi akan lebih puas jika aku mendengarnya langsung sekarang." Aleska mencoba menggoda Ruby karena sepertinya gadis itu sudah cukup kesal karena ketahuan menatap nya diam diam.
"ya Aska, apakah sekarang kamu sudah puas?"
"ya sekarang aku sudah sangat puas, ayo kita kembali tidur" ajak Aleska
"tentu, selamat malam" jawab Ruby dengan ketus sambil membalikkan badannya membelakangi Aleska lagi.
tiba tiba Ruby merasakan sebuah tangan besar yang memeluk tubuhnya dari belakang.
seketika tubuhnya merasa kaku. otaknya masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi.
sedang kan Aleska karena dia gemes melihat tingkah Ruby yang sangat lucu jadi dia memeluk tubuh gadis itu.
"sepertinya tidak apa apa jika hanya seperti ini." ucap Aleska tepat di belakang telinga Ruby dengan suara pelan, sebenarnya kalimat itu dikatakannya kepada dirinya sendiri dan sekaligus untuk menenangkan gadis itu.
mendengar Aleska bicara seperti itu tubuh ruby yang awalnya terasa kaku karena terkejut kini berangsur angsur merilekskan tubuhnya.