
itu adalah maksud yang ingin di capai oleh Sofia dan mamanya nyonya Amanda.
mendengar ini Carllo sedikit mengerutkan keningnya.
"apakah gadis ini mengetahui sesuatu antara Ruby dan kakak laki lakinya Aleska?" pikir Carllo sambil melihat ke arah Sofia.
melihat ekspresi Carllo, Sofia yakin jika Carllo terlah berhasil masuk kedalam pancingannya.
sementara semua orang mulai ribut menerka-nerka apa yang dimaksud dengan perkataan Sofia barusan.
"apakah Ruby gadis polos itu benar benar memiliki hubungan yang tidak pantas bersama kakak laki lakinya?" ini adalah pertanyaan dari hampir sebagian besar orang yang berada dalam gedung besar itu.
satu persatu telah membuat kesimpulan mereka masing masing, karena tidak adanya jawaban dan sanggahan dari gadis itu.
dia hanya diam dan tidak menjelaskan apapun sehingga membuat semua orang bertambah leluasa dalam mengembangkan setiap cerita yang mereka dengar dari mulut berbisa Sofia.
*****
sebenarnya nyonya Carllyss juga mengetahui sedikit banyak dari perasaan Ruby dan Aleska, serta hubungannya dengan kakak laki lakinya itu.
tapi saat mendengarkan ini dari mulut orang lain, ada perasaan tidak nyaman didalam lubuk hatinya, selama ini dia juga melihat sesuatu yang berbeda di antara mereka berdua tetapi dia hanya diam dan memahami sendiri hubungan mereka.
tapi sekarang dia merasa sedikit tidak nyaman berada di antara semua orang entah kenapa dia ikut merasa malu mendengar cibiran dari semua orang.
bukanya dia tidak percaya kepada Ruby, dan ikut terhasut dan membenci gadis itu, dia hanya merasa bingung kepada gadis itu bisa mengeluarkan kalimat yang memalukan itu dari mulut kecilnya.
nyonya Amanda dan Sofia kembali memperhatikan reaksi dari semua orang yang
berada di sana dia merasa cukup puas, apalagi setelah melihat ekspresi masam dari nyonya Carllyss dan kedua putranya.
nyonya amandya dan Sofia saling memandang dengan ekspresi puas yang tertera sangat jelas di wajah mereka berdua.
bahkan sekarang semua orang juga sudah mulai bersuara dengan lantang meneriaki ke arah Ruby.
"mungkin benar apa yang dikatakan oleh nona Sofia tentang hubungan memalukan Ruby dan kakak laki lakinya Aleska.
saudara laki laki ku juga menghadiri pesta saat perayaan perusahaan baru tuan muda Devano, di sana dia menyaksikan sendiri jika Aleska memperlakukan adiknya sangat mesra layaknya perlakuan seorang pria kepada kekasihnya"
(ungkap salah seorang laki laki dengan suara lantang di hadapan semua orang dan juga di hadapan hampir semua guru yang juga hadir di sana, semua orang menyaksikan pertengkaran antara orang orang kaya itu hari ini di sekolah ini) sekolah Ruby memang sesuatu.
mendengar ini, satu persatu semua orang mulai bersuara tambah berani dan mencaci maki Ruby.
sementara gadis itu hanya diam dan menitikkan air matanya.
melihat Ruby seperti ini, Carllo yang tadinya ikut terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Sofia kini tidak lagi peduli, dia hanya memikirkan bagaimana cara melindungi gadis rapuh yang ada di hadapannya saat ini.
"apakah kalian tidak pernah melihat jika seorang kakak laki laki memeluk adik perempuannya, apakah kalian tidak memiliki saudara perempuan, ? kenapa kalian malah mengait-ngaitkan masalah ini dengan hubungan yang tidak pantas?" ucap Carllo yang kini sudah tidak terima mendengar semua orang sudah sangat keterlaluan.
tapi, sekarang semua orang tidak lagi peduli tentang kebenaran, mereka lebih senang bergosip dan menghina orang lain, tidak ada satupun dari mereka yang mendengar penjelasan dari Carllo.
mereka malah sibuk merekam dan membuat caption pada vidio dan foto yang mereka masukkan ke media sosial sesuka hati mereka masing masing.
salah satunya.
(aleska yang merupakan CEO dari Unity Resource Group menjadikan adik perempuannya sebagai pemuas nafsu)
dengan melampirkan foto Aleska dan Ruby yang berpelukan saat pesta Devano.
(gadis cerdas yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya ternyata memiliki hubungan terlarang dengan kakak laki lakinya)
dengan melampirkan vidio ruby saat berbicara di atas panggung sambil memegang piala.
dan berbagai vidio dan foto lainya dengan caption yang keterlaluan dan tidak masuk akal.
hingga unggahan dari mereka semua menarik perhatian media masa. satu persatu para wartawan yang berada di sekitar sana langsung menuju ke sekolah Ruby untuk meliput semua kejadian secara langsung dan mendapatkan berita eklusif.
tepat saat itu, Aleska masuk ke ruangan besar itu, dan berjalan secara perlahan di antara para hadirin yang ada di sana, dia sekarang terlihat menggunakan jas yang terlihat sudah sedikit lusuh dengan noda darah di lengan kemeja putihnya, dan jika di perhatikan ada beberapa bekas tetesan darah pada dahinya yang mengalir dari atas kepalanya.
orang orang yang menyadari kehadiran Aleska satu persatu memutar badannya melihat kehadiran laki laki gagah itu di antara mereka.
tapi tidak ada teriakan dan tepuk tangan bahagia yang terdengar, semua orang hanya diam membisu dan suasana di sana pun tiba tiba menjadi hening.
Aleska tetap dengan tenang berjalan ke arah panggung dimana Ruby berdiri di sana dengan tidak berdaya, dan seorang pemuda dari keluarga carllyss yang juga berdiri di sampingnya. tapi pemuda itu sama sekali tidak berguna (pikir Aleska dalam hatinya melihat pemandangan yang ada di hadapannya.)
karena terlalu kesal melihat perempuannya diserang oleh ribuan orang sekaligus tapi, tidak ada apapun yang di lakukan oleh orang orang terdekatnya yang juga ada di sana untuk melindunginya.
Aleska segera mempercepat langkahnya yang awalnya dia melangkah dengan tenang sekarang langkah kakinya terlihat sedikit tergesa gesa dan memasukkan handphone kedalam saku jasnya tampa memperdulikan jika panggilannya dengan Mike masih tersambung.
Ruby mengangkat kepalanya melihat ke arah kakak laki lakinya yang berjalan dengan langkah besar menuju ke arahnya.
rasanya dia ingin segera berlari dan masuk kedalam pelukan laki laki itu, tapi kakinya terasa begitu berat dan samasekali tidak bisa digerakkan nya.
jadinya dia hanya berdiri membisu di tempatnya menunggu alesyka datang dan menariknya pergi dari sana.
tapi bukanya melakukan seperti yang di pikirkan oleh Ruby. Aleska malah datang dan melingkarkan tanganya di pinggang ramping gadis itu dengan erat dan mencium bibir ranum gadis itu dengan waktu cukup lama dan mengabaikan semua tatapan orang orang yang melihat ke arah mereka berdua.
sesaat suasana terasa benar benar hening, tidak ada suara apapun yang terdengar, semua orang yang mengira bahwa Aleska datang untuk membela diri dan membawa Ruby dari sana.
sekarang malah mencium adiknya di hadapan semua orang, membuat orang orang yang tadinya bersuara sangat keras kini hanya ternganga dan mematung menyaksikan Aleska memeluk dan mencium bibir adik perempuannya dengan mesra di hadapan semua orang.
Carllo juga terdiam dan mematung menyaksikan tindakan Aleska barusan kepada Ruby langsung di hadapannya, mulut dan tubuhnya terasa terkunci dan tidak bisa bergerak.
begitupun dengan nyonya Carllyss dan Rice yang hanya terpana melihat tindakan Aleska yang di luar perkiraan nya.