Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
107 Murka Hugo



sambil terus berdesak desakan dengan warga setempat Hugo secara diam-diam masuk dan menyelinap kedalam ruangan laboratorium berniat untuk menemukan Aleska.


tapi di sana dia malah menemukan dua orang dokter yang nampak sedikit mencurigakan.


"hei, kenapa kamu ke sini?" tanya salah satu dokter itu.


"saya mencari tempat istirahat yang tenang dok, karena di luar terlalu berdesak desakan, saya jadi gerah" ucap Hugo alami.


"tapi di sini bukan ruangan yang bisa di masuki sembarangan" jelasnya lagi.


"oh maaf dok saya tidak tahu, saya akan keluar sekarang ucap Hugo." sambil berbalik keluar dari ruangan itu.


"sepertinya dia sedikit mencurigakan," ucap salah satu dokter itu sambil merapikan jas putihnya.


"sudahlah, ayo kita keluar dari sini, sepertinya orang itu tidak akan kemari seperti yang dikatakan oleh bos" ucapnya dokter yang berkulit sedikit lebih coklat.


"tunggu, kata mu tidak ada, terus tadi itu siapa?" ucapnya lagi sambil mengangkat satu tangannya ke udara.


"itu bukan mereka, kamu lihat tidak ada satupun fisik mereka yang terlihat sama" ucapnya lagi.


sambil keluar dari ruangan itu.


tapi begitu mereka melangkah keluar dari pintu Hugo telah memukul belakang kepala mereka berdua dengan gerakan gesit dan cekatan.


hingga mereka berdua terkapar di lantai tampa di sadari oleh siapapun.


*sebelumnya saat Hugo ingin keluar dari ruangan itu dia melihat ukuran jas yang tidak pas dengan tubuh mereka, serta kartu identitas yang tersemat di samping jas putih itu bukan miliknya.


karena itu Hugo mendengarkan percakapan mereka berdua di luar pintu, dan langsung bertindak dengan cepat saat mereka keluar.


And.


"ada yang tidak beres dengan rumah sakit ini, aku yakin kerumunan di depan juga bukan suatu yang kebetulan" ucap Hugo sambil menelusuri setiap ruangan dan celah di rumah sakit itu.


sampai mendengar suara dentuman keras di salah satu ruangan di lantai 4, Hugo segera bergegas menuju ke ruangan itu.


sampainya di sana Hugo hanya menemui ruangan kosong, dia langsung berbalik untuk keluar dari ruangan itu dan memeriksa ruangan yang lainnya.


tapi tepat saat dia ingin keluar, dia melihat kilatan bayangan seseorang di luar kaca jendela ruangan itu.


Hugo kembali berbalik secepat kilat dan berlari ke arah jendela kaca itu dan melihat di luar Aleska tengah bergelayutan pada seutas tali hitam yang dia pegang dengan erat.


Hugo langsung memecahkan kaca itu dengan sikunya.


secara bersamaan Aleska sepertinya juga sedikit terkejut melihat kehadiran Hugo,


tapi suara teriakan seseorang dari lantai atas melihat ke arah mereka membuat keduanya tidak memiliki kesempatan untuk bicara.


Aleska segera mengalihkan perhatiannya kembali kepada musuh.


dia melompat masuk kedalam ruangan lantai 4 dimana Hugo berada.


"apa yang kamu lakukan di sini? bagaimana dengan Ruby?" desak Aleska.


"nona baik baik saja, dia sedang menunggu anda di sekolah" jelas Hugo tampa basa-basi.


"kamu pergi duluan, Mike telah menunggu di mobil" ucap Aleska.


"tidak, tuan pergilah bersama Mike, aku akan menghadapi mereka," ucap Hugo yakin.


"kalau begitu ayo pergi bersama" ucapnya sambil kembali melompat dan menangkap tali yang ada keluar jendela.


sementara Hugo keluar dari ruangan itu dan menghajar setiap orang yang mencoba menghentikannya.


tapi Hugo tidak menemui seorang pun dari mereka yang merupakan orang kepercayaan dari Carllyss yang Hugo kenali saat dia mengintai di hutan Pinus.


ya benar yang di maksud oleh Hugo adalah Tommy.


Aleska mendarat dengan aman sebelum Tommy sampai di ujung tali yang di gunakan oleh Aleska untuk turun.


Tommy langsung mengejar pemuda yang telah berhasil mendapatkan hasil tes itu dengan cara mengelabuinya dengan hal yang tidak pernah dia duga, atau mungkin siapapun yang ada di dunia ini. pikir Tommy dengan kesal sambil mengajar Aleska.


dtuuuuuumm....


ledakan suara keras dari ban mobil yang di tembak dengan peluru.


sekarang Tommy telah berdiri di belakangnya sebelum dia sempat menaiki mobil itu.


"apa tujuan mu yang sebenarnya?" tanya Tommy yang masih mengulurkan pistolnya di belakang Aleska.


"jangan bergerak atau aku akan menembak mu!" perintah Tommy lagi.


Aleska perlahan mengangkat kedua tangannya di udara.


"untung saja dia tidak meminta ku untuk berbalik" batinnya malah merasa bersyukur, bukannya ketakutan dan mencari cara agar bisa keluar dari situasi itu secepat mungkin.


"jawab pertanyaan ku" desak Tommy.


"karena aku juga memiliki seseorang yang ingin aku temukan" jawab Aleska jujur dan terkesan terlalu santai untuk situasi dimana dia tengah di ditodongkan sebuah pistol tepat di belakang kepalanya.


"jangan mempermainkan ku, siapa orang yang kamu layani, jika kamu jujur aku akan melupakanmu di sini sekarang juga, tapi kalau kamu tidak patuh jangan harap, ini bisa jadi tempat kematian paling indah untuk mu" ucap Tommy memberikan peringatan, karena dia sudah sangat muak dengan trik trik Aleska yang di luar nalar manusia.


"itu aku sendiri, aku tidak melayani siapapun" ucap Aleska jujur, karena dia cukup terkesan oleh dedikasi yang di lakukan oleh Tommy untuk tuannya.


"apakah kamu ingin mati?"


belum sempat Tommy mengakhiri kalimatnya Hugo sudah datang dan menendang tangan Tommy, yang mengakibatkan pistol itu terlempar cukup jauh dari mereka.


seketika pertarungan brutal tidak dapat di hindari.


Mike yang berada di dalam mobil hanya diam karena dia mendapatkan kode dari Hugo untuk diam di posisi nya saat ini.


dan tepat saat pistol itu terlempar Mike segera keluar dari mobil itu dan mengambil kunci yang sebelumnya di letakkan Hugo di tanah sebelum dia menendang tangan Tommy.


saat itu, mungkin karena terlalu marah, Tommy tidak menyadari jika Hugo telah berdiri di belakangnya dan mendengarkan pembicaraan dengan Aleska.


Mike segera berlari ke arah dimana mobil hitam milik Hugo terparkir.


belum bisa masuk dia kembali di kepung oleh dua orang anak buah Tommy.


tapi Aleska yang juga berada di sana segera bertindak, dan menghajar mereka semua tampa menahan diri lagi, hingga hanya beberapa pukulan saja kedua orang itu tidak lagi dapat bangkit.


Aleska berdiri dengan tegak sambil kembali merapikan masker dan topi andalannya.


sementara Hugo dan Tommy masih menikmati pertarungan mereka.


tapi Karena melihat Aleska dan Mike telah memasuki mobil dan siap untuk pergi, Hugo berusaha lebih keras agar dapat segera mengakhiri pertarungan nya.


Tommy adalah orang yang mudah di hadapi, dia hampir menerima sebagian besar pukulan dari Hugo, tapi dengan keras hati dia lagi lagi bangkit dari tanah.


itu cukup merepotkan Hugo, sampai seseorang dari belakang tiba-tiba mengayunkan tongkat balok ke kepala Hugo.


akibatnya jiwa bertarung hugo yang telah lama padam kembali bangkit, sampai orang yang melukai kepalanya lemas dan tidak lagi berkutik, sekarang dia berbalik dan menghantam dada Tommy sampai pemuda itu mengeluarkan darah dari mulutnya.


drrreeeettt suara ban mobil Mike yang berhenti tepat di depan Hugo.


"cukup, kita pergi sekarang" perintah Aleska.


mungkin jika tidak di hentikan oleh tuannya, Hugo tidak akan berhenti sampai mereka mati di tempat.


@cacacondadevita


hallo readers😌, selamat malam.


maaf ya jika author masih update satu episode perharinya, jika kalian setuju author update 2 episode atau lebih setiap harinya jangan lupa komen di bawah🤗.


dan juga selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah biar author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰


salam hangat dari author 🤗