Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
065 mencium kening gadis itu dengan lembut



suasana di dalam mobil kembali hening seperti sebelumnya.


tapi kali ini aleska memutuskan untuk berbicara terlebih dahulu.


"kenapa kamu bisa berurusan dengan para preman tadi?"


"aku juga tidak tahu, mereka tiba tiba saja datang dan menyerang kami"


"sepertinya mereka adalah geng lokal yang menguasai daerah ini."


"apakah kakak mengenal mereka"


"ya aku mengenali bos mereka"


"benarkah?"


"ya, sepertinya mereka bertidak sendiri tanpa sepengetahuan bos mereka, kamu lain kali harus lebih berhati hati, dan satu lagi, saat menunggu ku, kamu tunggu saja dalam lingkungan sekolah, jangan keluar seperti tadi."


*****


"hmm baik lah, lain kali aku akan menunggu di dalam pagar sekolah. tadi aku keluar untuk mencari makan, karena kami bertiga tidak sempat makan siang dan kelaparan, jadi sambil menunggu kakak, kami pergi makan ke restoran di sekitar sekolah terlebih dahulu"


"aku mengerti" jawab Aleska singkat.


Ruby melihat kakaknya dengan heran, walaupun dia tahu kakaknya tidak banyak bicara tapi jawabannya kali ini menimbulkan banyak pertanyaan di kepala kecil Ruby.


awalnya Ruby berfikir jika kakaknya akan memarahinya karena melewati jam makan siang, dan malah pergi makan keluar, apa lagi bersama Rice, karena Ruby sedikit mengetahui jika kakaknya tidak terlalu suka jika dia bergaul dengan keluarga Carllyss, tapi siapa sangka dia hanya menjawabnya singkat dan tenang.


Aleska mengentikan mobilnya tepat di depan mension sisi timur, mereka berdua berdua keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mension.


"kakak, apakah kamu sudah makan?"


"hmm ya aku sudah makan, aku akan kembali ke kantor, karena masih ada banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan."


"hmmm baik lah, apakah nanti kakak akan makan malam di rumah?" tanya Ruby lagi.


"hmm sepertinya begitu"


"baik lah, apakah kakak akan langsung ke kantor atau kakak mau mandi dulu?"


"tidak, sepertinya aku akan langsung ke kantor saja" ucap Aleska.


"hmm baik lah"


"aku pergi dulu"


"Ruby buru buru meletakkan tas sekolah nya di atas sofa dan berjalan mengiringi Aleska keluar rumah untuk mengantarnya ke depan pintu"


"kakak hati hati di jalan"


Aleska yang mendengar suara Ruby berbicara kepadanya menghentikan gerakan tangannya untuk membuka pintu mobilnya.


dia melihat gadis itu berdiri di depan pintu dengan tersenyum manis melihat ke arahnya, gadis yang selama ini dai hindari.


karena tampa sadar Ruby telah menjadi cinta pertama Aleska, dan jika Aleska menyadarinya saat sedikit terlambat saja, sekuat apapun dia menyangkal perasaanya, dan sekuat apapun dia menjauhi gadis itu, hati nya tetap tidak bisa berbohong jika gadis kecil yang selalu menempati tempat tidurnya tiap malam itu telah menjadi cinta pertama.


entah perasaan Aleska jatuh cinta kepadanya karena mereka telah tumbuh bersama dan saling bergantung satu sama lain atau memang dari awal hatinya telah memilih gadis ini.


dia tahu, jika Ruby adalah adiknya sendiri, karena ini dia lebih menyayangi gadis itu berlipat lipat ganda. begitulah pemahaman Aleska saat ini. jadi Aleska memutuskan untuk selalu menjaga Ruby sepenuh hatinya dan selalu berada di sisinya.


tapi sebenarnya Aleska sendiri meragukan itu, apakah benar ada laki laki yang lebih baik darinya dalam menjaga gadis itu. tapi setidaknya untuk saat ini mereka akan terus selalu bersama, dan saling mendukung satu sama lain.


Aleska tahu Ruby adalah gadis yang kuat, dan memiliki pemikirannya sendiri, Aleska tahu suatu saat Ruby pasti sibuk dalam menggapai mimpinya sendiri, maka saat itu tiba Aleska bersedia selalu berada di samping gadis itu dan selalu mendukungnya.


"kakak, apakah kamu tidak jadi berangkat kerja?"


seketika Aleska tersadar dari lamunannya dan menatap gadis yang selalu saja bisa memporak porandakan hatinya itu.


Aleska melangkah dengan pasti ke arah Ruby dan berhenti tepat di depan gadis itu, Aleska mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Ruby dengan tangannya.


Aleska menurunkan wajahnya mencium kening gadis itu dengan lembut.


"aku pergi dulu, hati hati di rumah, jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku !"


Aleska melihat Ruby hanya diam dan tidak ada respon sama sekali terhadapnya.


"Ruby apakah kamu mengerti? " Aleska kembali mengulangi perkataanya memastikan apakah gadis itu mendengarkan apa yang dia katakan.


Ruby di kejutkan oleh suara kakaknya, jadi dia hanya mengangguk angguk mengerti.


"ya aku mengerti"


"bagus"


Aleska melangkah memasuki mobilnya dan pergi dari sana.


sementara Ruby merasakan pipinya tiba tiba saja menjadi panas.


ada apa dengan kakaknya hari ini, kenapa di bertindak tidak seperti biasanya.


hmm sudah lah, aku ingin segera mandi agar lebih segar.


Ruby kembali masuk kedalam rumah menuju kamarnya untuk segera mandi.


dia menyiapkan air mandinya sendiri seperti biasa dan memasukan sabun aroma stroberi kesukaannya kedalam bathub.


dan Ruby melepaskan setiap kain yang menyangkut di badannya satu persatu, perlahan dia masuk kedalam bak mandinya.


ahhh.. rasanya sangat segar. Ruby merebahkan kepalanya ke tepi bathub dan memejamkan matanya sejenak menikmati sensasi segar dan harum air mandinya.


tapi saat dia baru memejamkan matanya ingatannya tiba tiba kembali saat kakaknya tadi mencium pipinya saat akan berangkat kerja, wajah Ruby kembali bersemu merah dan meletakan tangannya pada kedua dua pipinya dan tersenyum senyum sendiri.


dia heran kenapa dia merasa sangat bahagia saat di cium oleh kakaknya, begitu juga saat tadi siang, saat tangannya di genggam erat oleh Aleska, Ruby merasa sangat aman saat itu, dia merasa walaupun saat itu terjadi perang, asalkan Aleska menggenggam tangannya dia tidak perlu mencemaskan apapun.


"mungkin aku bahagia kerena merasa aman saat berada di dekat kak Aleska, karena selama ini aku selalu berusaha menempel padanya agar aku mendapatkan perlindungan darinya.


dan sekarang aku juga sudah bisa melindungi diriku sendiri dan kak Aleska juga sudah memperlakukanku dengan cukup baik, saat nya untuk membalas semua kebaikan kak Aleska kepada ku." ruby berbicara pada dirinya sendiri.


dan membayangkan kembali beberapa tahun yang lalu saat Aleska mengeluarkannya dari kurungan ruang bawah tanah yang sangat gelap oleh nyonya amyanda, Ruby benar benar menggigil karena ketakutan dan Aleska datang membukakan pintu untuknya.


saat berjalan keluar mengikuti langkah kecil Aleska, Ruby melihat beberapa pengawal nyonya Amanda terbaring tidak bernyawa di lantai mension, ternyata untuk bisa menyelamatkannya Aleska telah membunuh beberapa pengawal nyonya Amanda.


setelah kejadian itu Ruby selalu merasa aman saat berada di dekat Aleska dan memutuskan akan selalu menempel padanya.


sampai Ruby masuk ke sekolah dan tiba tiba saja Sofia putri bungsu nyonya Amanda juga memasuki sekolah yang samanya dengan nya. karena itu Ruby hanya bisa diam tampa bisa melawan sama sekali, dia merasa sangat takut berada jauh dari bintang keberuntungannya yaitu Aleska.