
"Hugo, kamu jangan gila, aku datang jauh jauh ke sini bukan untuk mengajari seorang anak yang bahkan tidak pernah sekolah sekalipun sebelumnya." bantah mike tidak terima.
"Mike kamu harus tenang terlebih dahulu, biasanya kamu selalu sangat pintar dalam menilai situasi tapi kenapa sekarang kamu mendadak menjadi bodoh hanya dengan setahun saja tidak bertemu denganku?" mengerutkan dahinya.
*****
"Hugo apa maksud mu ? bicara lah dengan jelas, aku begini bukan tampa alasan, karena memang kamu selalu saja melakukan hal hal aneh dan di luar akal manusia." terang Mike.
"Mike aku hanya mengatakan jika dia tidak pernah sekolah, bukan mengatakan jika dia tidak tahu apa apa seperti orang bodoh, apakah menurutmu di zaman sekarang hanya ada sekolah saja untuk belajar." hugo menaikan nada bicaranya, karena juga mulai kesal.
"jadi apa yang perlu di pelajari nya dari ku, jangan bilang untuk belajar menulis dan membaca" dengan sikap waspada.
"Mike sepertinya sekarang kamu yang mendadak menjadi gila" heran melihat tingkah sahabatnya yang mendadak bodoh.
Hugo kembali melanjutkan langkahnya berjalan menuju tempat parkir dimana mobilnya terparkir tampa memperdulikan Mike.
"Hugo berbicara lah dengan jelas." mike melangkah besar mengejar langkah Hugo yang pergi terlebih dahulu darinya.
"Mike lebih baik kamu bertemu terlebih dahulu dengannya secara langsung, sebelum memutuskan apa yang akan kamu lakukan kedepannya" tidak lagi mau berdebat.
"hmm baik lah, tapi aku masih memiliki satu syarat" masih mengikuti langkah hugo dari belakang.
"terserah kamu" ucap hugo cuek.
akhirnya mereka berdua sampai di tempat parkir dimana sopir Hugo telah menunggu kedatangan mereka berdua.
"selamat datang tuan, lama tidak bertemu" sapa sopir Hugo.
"ya, lama tidak bertemu, apakah kamu menyukai tinggal di negara ini?" tanya mike sepintas lalu.
"ya sepertinya begitu tuan"
Mike tersenyum ke arah sopir Hugo yang melihat kedatangan Mike dan memberikan salam kepadanya.
"silahkan masuk tuan"
sopir Hugo kembali membukakan pintu untuk mereka berdua dan segera pergi dari sana menuju rumah yang di jadikan markas oleh Hugo selama ini.
30 menit kemudian mereka sampai ke rumah mewah yang menjadi tempat tinggal sementara bagi Hugo selama berada di negara jerman.
"kita sudah sampai"
Hugo memberitahu kepada Mike jika mereka telah sampai.
"apakah ini tempat tinggal mu selama disini?" sambil melirik memperhatikan sekitar bangunan megah itu.
"benar" dengan acuh.
"sepertinya keluarga jendral memang sangat kaya" melirik ke arah Hugo.
"tidak usah bicara omong kosong" melangkah masuk kedalam rumah.
"hmmm"
Mike akhirnya tidak lagi berkomentar dan dengan patuh mengikuti langkah Hugo masuk ke dalam rumah.
"jadi kapan aku bisa bertemu dengan tuan mu itu?" tanya mike tidak sabar.
"sebentar lagi dia akan datang, apakah kamu ingin makan terlebih dahulu sambil menunggunya?" tawar Hugo, kerena bagaimanpun mike baru kembali dari melakukan perjalanan jauh.
"tidak perlu, aku tadi sudah makan di jalan"
"baik lah, "
tidak lama kemudian terlihat kedatang sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah. dan terlihat Aleska turun dari mobil itu.
melihat itu Hugo langsung menuju keluar untuk menyambut kedatangan Aleska.
"selamat datang kembali tuan" sapa Hugo.
"sudah tuan, dia telah menunggu di dalam" ucap hugo hormat, tapi tetap terkesan santai dan akrab.
"baik lah"
Aleska berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah tenang seperti biasanya, dan sama sekali tidak gugup untuk pertama kali bertemu dengan calon guru nya.
malahan Mike yang sedikit gugup menyaksikan dari dalam rumah langkah kaki Aleska yang berjalan dengan langkah besar dan terkesan sedikit tidak sabar menuju ke arah nya.
*****
saat Aleska sampai di hadapan Mike, dia tampa sadar langsung membungkuk hormat menyambut kedatang Aleska.
"tuan ini adalah mike sahabat saya dari kecil yang akan menjadi guru tuan kedepannya" jelas hugo memperkenalkan Mike kepada Aleska.
"hallo Mike selamat datang, saya dengar kamu sangat berbakat dalam urusan bisnis dan menajemen." ucap Aleska ringan.
"ah, benar tuan, semoga saya tidak mengecewakan anda" ucap mike dengan ramah dan sopan.
Hugo jadi heran mendengar jawaban Mike yang sangat patuh di hadapan Aleska. bertolak belakang dengan sikap nya yang memberontak beberapa saat yang lalu.
(bukankah dari tadi anak ini selalu saja protes dan banyak komentar kepadanya tentang tuanku aleska tapi kenapa sekarang dia malah bersikap sangat patuh di hadapan tuan)
Hugo berbicara dalam hatinya melihat tingkah laku Mike di depan Aleska.
"tidak perlu merendah, saya percaya dengan penilaian Hugo" dengan nada terkesan datar, tampa memperlihatkan kan emosi apapun.
"terimakasih tuan" ucap mike sopan.
"hmm mohon bantuan mu kedepannya Mike" ucap Aleska serius.
"dengan senang hati tuan, bisa membantu anda adalah sebuah kehormatan bagi ku" mulai bersikap santai dan tersenyum kecil yang nampak jelas di sudut bibirnya.
"hmm baik mike terimakasih telah bersedia membantu ku"
aleska mengangguk ke arah Mike dan kembali berbicara kepada Hugo.
"Hugo, siapkan makan malam kita akan menyambut kedatangan Mike" (Aleska)
"baik tuan" (Hugo)
"baik, silahkan lanjutkan bicara kalian, aku akan ke ruang kerja ku terlebih dahulu" (aleska)
"baik tuan" (Hugo)
Aleska segera pergi meninggalkan mereka berdua dan menuju ruang kerjanya, yang sebelumnya telah di siapkan oleh Hugo.
"Hugo, kamu penghianat" ucap Mike melihat kearah Hugo dengan tatapan yang mematikan, Mike sangat kesal kepada Hugo.
"Mike ada apa dengan mu?" Hugo yang tidak peka.
"kenapa kamu tidak mengatakan kepada ku jika dia adalah orang yang sangat mengintimidasi hanya dengan kehadirannya. dan apa dia bilang ingin belajar bisnis dan menajemen? kenapa kamu menjadikanku guru seorang macan salju ?" ungkap mike tidak terima, karena dia merasa telah di jebak oleh sahabatnya itu.
"hei, dari awal aku sudah mengatakan kepada mu jika dia adalah orang yang sangat cerdas, dan hanya perlu sedikit pemahaman dari mu, bahkan dia tidak perlu belajar dari dasar kamu saja yang tidak percaya dan mengatakan aku gila" juga ikut memasang tatapan mematikan ke arah Mike.
"Hugo, kamu benar benar penghianat, lihat saja nanti aku akan membalaskan dendam ku kepadamu" masih tidak terima
"Mike, tapi kenapa kamu tiba tiba kembali bersikap aneh, bahkan aku tidak melakukan apa pun, balas dendam apa yang kamu maksud?" Hugo yang kadang kadang terlalu polos
Hugo dan Mike dari kecil telah terbiasa bergaul seperti ini ,mereka sering bertengkar bahkan hanya karena hal hal kecil dan sepele bahkan kadang tingkah mereka berdua terkesan sedikit konyol.
dan hanya perlu waktu singkat bagi Meraka berdua untuk kembali akur dan baik baik saja seperti semula seolah olah tidak pernah terjadi pertengkaran apapun sebelumnya di antara mereka.
"Hugo apakah dia benar benar berusi 9 tahun dan seumuran dengan mu?" tanya mike, masih merasa tidak percaya.
"tentu saja, aku tidak perlu berbohong tentang ini kan?" menjawab seadanya.